Mencuci Uang Haram dengan Sedekah dan Bantu Orang. Memang Bisa?Selasa, 14 Jul 2026 11:07 |
|
Meninggalkan Shalat, Tapi Merasa Masih Baik. Waspadai Tipu Daya Setan!Selasa, 14 Jul 2026 10:01 |

Oleh : Ahmad Khozinudin (Sastrawan Politik)
Saat ini, diam pada rezim yang zalim saja sudah terkategori setan bisu (Syaitonu Akhros). Apalagi, bicara membela kezaliman rezim, bisa disebut sebagai setan bicara (Syaitonu Natiq/Jubir Setan).
Terhadap pengkritik kezaliman, penyeru amar makruf nahi mungkar, jika tak bisa turut mengkritik minimal diam. Bukannya malah mengkritik pengkritik, yang membuat kezaliman seolah mendapat pembelaan dan legitimasi.
Namun anehnya, Adhyaksa Dault, seorang mantan Menpora, Aktivis HMI, pernah di Senat dan menjadi aktivis, justru sibuk mengkritik Tyo Ardiyanto, yang selama ini menjadi ikon pengkritik program MBG Prabowo. Adhyaksa Dault, menyoal ungkapan "Prabodoh Subiantolol" yang menjadi materi kritik satire Tyo Ardiyanto.
Makna kinayah/majazi/kiasan, yang dilontarkan oleh Tyo Ardiyanto eks ketua BEM UGM, ditafsirkan dengan makna hakiki/sebenarnya. Lalu, mantan Menpora ini menyimpulkan Tyo tak punya akhlak, tak punya adab, tak bermoral, menghina Presiden, menghina kepala negara bahkan disebut menghina simbol negara.
Padahal, Prabodoh Subiantolol itu nama kucing yang diselamatkan Tyo. Kucing yang terkena penyakit Schabies akut, yang setiap diobati dengan salep, selalu melawan, mencakar Tyo.
Tyo, memberikan kasih sayang dengan mengoleskan salep. Tujuannya, agar kucing tersebut sembuh dari penyakit Schabies. Tapi si kucing, malah merespon dengan mencakar karena merasa perih kulitnya diberi salep.
Lagipula, Adhyaksa Dault tak memiliki basis moral untuk mengkritik Tyo. Karena selama ini, dia juga bungkam pada kezaliman era Prabowo. Dia mengaku, hanya konsens pada 10 tahun Jokowi.
Dengan ungkapan "Astaghfirullah", Adhiyaksa meminta Tyo bertaubat. Tapi, apakah Adhyaksa Dault pernah meminta PRABOWO istighfar atas kegagalan program MBG? Meminta Prabowo istighfar karena banyaknya siswa yang keracunan? Meminta istighfar agar Prabowo melepaskan diri dari lendotannya Teddy Indera Wijaya seperti yang dikritik Amien Rais?
Kadang-kadang, menjadi pembela penguasa zalim itu dibungkus ungkapan religius. Berakting sebagai Penjaga moral, yang mengajak untuk terikat dengan etika dan norma.
Namun, saat putusan MK tak bermoral, menjadikan Wakil Presiden berkuasa dengan mengangkangi etika dan moral, apakah Adhyaksa Dault memberikan tausiyah pada Gibran? Atau meminta PRABOWO istighfar, karena menghalalkan Gibran menjadi Wapresnya meskipun cacat etika konstitusi?
Ah sudahlah. Sekarang ini menjadi pengkritik yang menyuarakan kebenaran itu banyak lawan. Bukan hanya dari penguasa zalim, tetapi juga dari para penjilat kekuasaan zalim, yang menjilat remah-remah dunia dari sisa sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.
Untuk Tyo, lanjutkan kritikanmu! Rakyat terwakili oleh suaramu!. [PurWD/voa-islam.com]
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
Mencuci Uang Haram dengan Sedekah dan Bantu Orang. Memang Bisa?Selasa, 14 Jul 2026 11:07 |
|
Meninggalkan Shalat, Tapi Merasa Masih Baik. Waspadai Tipu Daya Setan!Selasa, 14 Jul 2026 10:01 |
