Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.820 views

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

 

Oleh: Desi Wulan Sari

Telah terjadi tragedi penganiayaan seorang Ibu kepada anak kandungnya hingga mengakibatan kematian. Peristiwa naas ini terjadi di sebuah rumah warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sang Ibu  merasa kesal hingga menganiaya putrinya (8) yang masih duduk di kelas 1 SD penuh  kegeraman, dengan alasan anaknya sulit menerima pembelajaran saat belajar daring. Sang Ibu LH (26) beserta Ayah kandungnya (IS) telah bekerjasama dalam menghilangkan nyawa putri kandungnya, hingga mengubur jenazahnya dengan paksa (cnnindonesia.com, 15/9/2020).

Suasana duka, geram, marah, kecewa diungkapkan oleh publik. Betapa seorang ibu dengan mudahnya, menghilangkan nyawa manusia tanpa memikirkan akibatnya. Kejadian tersebut membuat para pelaku dikecam dan dihujat oleh masyarakat. Beribu pertanyaan ingin dilontarkan oleh setiap orang.

Mengapa orang tua bisa berbuat hal keji kepada anak kandungnya sendiri?

Perlakuan kekesalan sang ibu ditumpahkan dengan mencubit keras paha anaknya, dipukuli sebanyak lima kali dengan gagang sapu, hingga membuat tubuhnya lemas, bahkan dipaksa untuk berdiri lagi, dan didorong hingga kepalanya membentur lantai. Si anak tidak berdaya membuat tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam keadaan masih hidup dan sesak napas, sang putri dibawa jalan dengan motor oleh kedua orang tuanya, dengan alasan mencari udara segar buat sang anak karena khawatir pada kondisinya.

Pada akhirnya, dalam perjalanan sang anak tewas. Dan dalam kepanikannya itu mereka segera mengubur putrinya masih dengan pakaian lengkap di sebuah TPU yang ada di desa tersebut. Seperti dilansir berita nasionalokezone.com, 16 September 2020 yang lalu, insiden ini  ditanggapi oleh Komisioner KPAI, Retno Listyarti bahwa tidak seharusnya orang tua melakukan hal tersebut. Sebab anak adalah tanggung jawab orang tua bukan menjadi beban, perlunya kesabaran mendampingi anak belajar di masa pandemi juga harus ditingkatkan.

Seperti inilah potret buram ketahanan keluarga negeri ini. Terkikisnya peran-peran orang tua terhadap pengasuhan, pendidikan dan pelindung anak-anaknya semakin tidak terkontrol lagi. Terlebih peristiwa ini terjadi di tengah pandemi, ketika hampir seluruh anak didik dipindahkan belajar online di rumah. Satu dan lain hal, dampak dirumahkannya anak-anak menjadi beban baru bagi kaum ibu rumah tangga. Tetap, negara belum juga mampu mengatasi sistem pendidikan yang terbaik. Akibatnya banyak keluarga dan anak-anak menjadi korban kekerasan di dalam rumahnya sendiri.

Para Ibu menghadapi situasi pandemi ini dengan stress dan emosi yang tidak stabil. Karena dianggap beban rumah tangga, sekaligus menjadi pengajar pendidikan menambah ruwetnya tanggung jawab sebagai ibu di rumah. Semestinya peran sejati seorang ibu lebih kepada seorang pendidik dan menonjolkan kasih sayang kepada anak-anaknya, bukan malah menjadi penjagal akibat nafsu dan amarah apalagi gelap mata. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata, saat emosi sudah di ubun-ubun, maka godaan untuk berbuat pada batas nalar seorang ibu akan dilakoni, jauh sebelum penyesalan akan datang pada akhirnya..

Lalu siapakah yang patut disalahkan dari kejadian ini? Pandemikah, pendidikan sekolah yang berganti haluan, atukah pemerintah sebagai institusi penyelenggara pendidikan?

Banyak faktor yang mempengaruhi kekerasan pada anak. Namun yang pasti sistemlah yang tengah merusak tatanan masyarakat dan keluarga dari fungsi yang seharusnya. Sistem kapitalisme, sekulerisme dan liberalisme menjadi pemicu degradasi moral, mental dan spiritual bagi setiap individu. Tak ada lagi rasa aman, nyaman dan kasih sayang seorang Ayah dan Ibu kepada anaknya. Berbagai sikap orang tua yang dtunjukkan kepada anaknya tergantung pada kondisi dan situasi orang tua, baik dari kondisi ekonomi, kesehatan mental dan spiritual, dan sosial.

Minimnya pembekalan agama dalam ilmu pengasuhan dan keluarga menjadikan sebuah pernikahan hanya sebuah kebutuhan dan peran orang tua menjadi kebetulan. Padahal seharusnya, menjadi orang tua itu harus betulan (sesungguhnya), yang siap pada konsekwensi sebuah pernikahan.

Dan yang terpenting, support negara harus mampu mengambil alih peran sebagai pemutus mata rantai kekerasan dan penghasil kebijakan tepat, agar peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Memastikan tidak akan ada lagi korban kekerasan pada anak hingga kehilangan nyawa.

Ibu adalah Pendidik Pertama dan Utama

 Seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan:

Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”

Artinya: Ibu adalah madrasah (Sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

Allah menciptakan perempuan sebagai makhluk yang dikodratkan dalam perantara lahirnya manusia di muka bumi sebagai penerus generasi yang bertakwa. Perempuan diberikan kelebihn sebagai ibu untuk bisa mengandung, melahirkan, memelihara calon generasi umat penerus peradaban gemilang. Perempuan sebagai pendidik paling utama bagi anak. Ibu yang dibekali dengan tsaqafah Islam, akan mengeahui bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah saw. Dengan Ibu yang berkualitas akan membentuk anak yang berkualitas karena didikan dan pengasuhan yang terbaik diberikan darinya.

Inilah beberapa peran ibu dalam mendidik anak:

1. Mendidik anak untuk bertanggung jawab.

2. Mendidik anak mulai dari dalam kandungan.

3. Mendidik sopan santun agar anak memiliki akhlak yang mulia.

4. mendidik iman kepada anaknya.

Itulah mengapa, jika peran dan fungsi ibu dijalankan dengan baik dan benar sesuai syariat, maka tidak akan ada lagi kasus-kasus miris yang melibatkan ibu dan anak di masa yang akan datang. Keburukan sistem kapitalis, sekuleris dan liberalis yang ada sekarang tidak mampu melindungi keluarga muslim atau keluarga mana pun di muka bumi. Hanya sistem Islam yang mampu mewujudkan ketahanan keluarga bertakwa dalam melanjutkan kehidupan Islam. Melalui ibu yang terdidik maka lahirlah anak yang didambakan, sebagai calon pemimpin umat di masa yang akan datang. Wallahu a’lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09

Proyek Gagal Film “My Flag”

Proyek Gagal Film “My Flag”

Senin, 26 Oct 2020 16:38

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Senin, 26 Oct 2020 12:14

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Senin, 26 Oct 2020 09:38

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Senin, 26 Oct 2020 08:25

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Ahad, 25 Oct 2020 17:15

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Ahad, 25 Oct 2020 15:45

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Ahad, 25 Oct 2020 15:25

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Ahad, 25 Oct 2020 12:50

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Ahad, 25 Oct 2020 12:04


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X