Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.487 views

Perempuan 'Tertindas', Haruskah Melawan?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd.

"She is the queen!"

"Badass!"

Kata-kata itu dilontarkan saat melihat perempuan yang disudutkan dan disalahkan melakukan perlawanan dan balasan. Baik perlawanan dengan kata-kata atau juga tindakan. Seolah ada rasa terpuaskan ketika tahu ada perempuan berani melakukan perlawanan.

Perempuan dan orang-orang yang lemah baik secara fisik, mental, atau bahkan lemah finansial, biasanya suka mengalami perlakuan yang kurang atau bahkan tidak menyenangkan. Kenapa? Karena saat ini hukum rimba yang berkuasa. Yang kuatlah yang akan menang. Kuat fisiknya, kuat mentalnya, juga kuat finansialnya.

Lelah, bosan, jenuh, dan muak dengan penindasan, naluri mempertahankan diri pun terusik. Korban melawan, menampilkan ketidaksukaan. Menjelaskan ketidaknyamanannya saat diperlakukan tidak baik atau saat mendapat perlakuan yang membuatnya sakit hati.

Karakter 'strong' apalagi pada sosok perempuan pun semakin diidamkan bahkan oleh sesama kaum perempuan lagi. Strong dalam artian bisa membalas perbuatan yang tidak menyenangkan yang menimpa dirinya. Strong fisiknya, strong mentalnya, dan strong finansialnya.

Lantas sebagai makhluk yang beragama, sudah seharusnya kita bertanya pada agama kita. Bagaimana pandangannya terhadap hal ini?

Allah swt menciptakan manusia dengan fitrahnya. Termasuk di dalamnya naluri mempertahankan diri atau gharizatul baqa'. Naluri ini akan muncul diantaranya kala disudutkan, disalahkan, dan dituduh. Penampakan ini berupa perlawanan, membela diri pun muncul.

Kenapa Allah berikan naluri ini pada kita? Naluri ini adalah investasi dari kepemimpinan pada diri. Bukankah kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri? Bagi laki-laki inilah yang menjadi investasi mereka menjadi pemimpin. Kemampuan bertahan, melawan, membela diri dan keluarganya, juga membela umat.

Jadi, apakah setiap momen yang membuat perempuan merasa tak nyaman, tak enak, menjadi korban, harus dikeluarkan penampakan naluri mempertahankan diri ini? Haruskah melawan? Haruskah membalas setiap ucapan yang menyakitkan?

Betul, Allah Maha Adil menetapkan hukuman qisas. Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan, kaki dibalas kaki. Semuanya ada balasan yang setimpal. Tapi, tidak semua perkataan harus dibalas. Tidak semua ucapan harus dijawab. Tidak harus selalu melawan.

Kapan kita boleh melawan? Saat kita betul-betul didzalimi secara fisik dan mental. Pertama-tama, ingatkanlah dengan ma'ruf. Kalau tidak mempan, ingatkan dengan tegas. Katakan bahwa kita terganggu, tak nyaman, tak suka dengan perbuatannya. Kalau tak mempan, panggil pihak ketiga tuk memediasi komunikasi. Kalau masih juga, panggillah pihak yang berwajib.

Kapan kita lebih baik diam? Saat kita justru terluka hati oleh orang-orang terdekat. Seperti ayah, ibu, suami, anak, adik, kakak, dll. Kalau bisa membalas tetap dalam keadaan tenang dan santun, silakan. Tapi, kalau tidak. Lebih baik diam. Tunggu dulu semuanya tenang. Baru sampaikan pendapat dengan kepala dingin.

Yang harus diingat, kala berkomunikasi dengan keluarga, walau mereka anggota keluarga kita, yang terdekat dengan kita, tetaplah perhatikan pilihan kata-kata yang digunakan. Kalau kita pernah terluka oleh kata-kata mereka, jangan sampai kita juga melukai mereka dengan kata-kata kita. Apa bedanya kita dan mereka?

Bahkan, psikolog pun takkan menyarankan anak yang sudah dewasa berterus terang bicara pada orangtuanya yang sudah sepuh bahwa orangtuanya sudah melukainya. Kenapa? Karena semakin sepuh usia orangtua kita, semakin sensitif perasaan mereka. Lebih mudah tersinggung.

Psikolog menyarankan untuk menuliskan semua keluh kesah, unek-unek kita di selembar kertas yang seolah dibaca oleh orangtua, kemudian dirobek atau dibakar. Ini sebagai simulasi diri berkomunikasi dengan orangtua. Harapannya tidak ada lagi hutang beban masa lalu. Sehingga diri bisa fokus mengerjakan amanah yang kini ada.

"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia yaitu kedzaliman dan durhaka (pada orangtua)." (HR. Hakim)

Sama halnya jika kasus ini terjadi antara suami dan istri. Suami istri adalah partner dalam kebaikan. Sebagaimana doa saat pernikahan dilantunkan. "Baarakallahu lakuma wa wabaroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair" (semoga Allah memberkahi kalian dan memberkahi kalian berdua dan mengumpulkan dalam kebaikan).

Karena statusnya partner, istri paling tahu apa yang akan menyakiti suaminya. Suami pun begitu, ia paling tahu apa yang akan menyakiti istrinya. Yang harus direnungi adalah apakah kita akan meledak dan mengeluarkan semua kata-kata dari benak kita pada suami. Termasuk kata-kata yang menyakitinya?

Kita bisa memilih untuk diam atau bicara baik-baik dengan suami. Kita bisa memilih untuk menuruti ego dengan bersikap badas pada suami. Membalas semua pernyataannya. Merasa menjadi korban dalam hubungan rumah tangga. Istri selalu benar dan istri adalah korban yang paling menyedihkan bagi kehebohan suami. Atau kita bisa memilih untuk menjadi penyelamat rumah tangga. Berperan aktif dalam menyelamatkan biduk rumah tangga.

Sebagaimana Umar bin Khatab katakan, "Aku tidak pernah menyesal atas diamku, tapi aku berkali-kali menyesali bicaraku."

Demikianlah, tak semua ucapan harus dibalas, tak semua rasa sakit harus dibalas. Karena boleh jadi itu dilakukan tanpa sengaja oleh orang terdekat kita. Dan Allah lebih menyukai orang yang memaafkan.

Kata-kata badas, atau ikut puas dengan pembalasan dan perlawanan yang dilakukan perempuan oleh sesamanya, adalah bentuk terbiasanya perempuan ditindas dalam sistem ini. Lantas, masihkah kita betah tinggal dalam sistem yang menindas kita?

Semoga Allah kembalikan kemuliaan perempuan, kemuliaan umat Islam dengan penerapan diinNya. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 15/01/2021 00:10

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat