Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.367 views

Ibu, Ambil Kembali Wewenangmu Mendidik Anak (Kritik terhadap Kebijakan Pendidikan Nasiona)

 

Oleh: Mimin Nur Indahsari

“Al ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. Ibu adalah sebuah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik“.

Begitu pentingnya peran Ibu terhadap proses pendidikan anak dan tumbuh kembangnya dalam menyongsong kehidupan sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Tentu hal itu tidaklah mudah, selain butuh perjuangan dalam menyelami lautan ilmu pengetahuan, juga butuh kesabaran untuk membentuk generasi yang berkepribadian Islam. Namun sayang, masih banyak Ibu yang tak memahami peran strategisnya sebagai pendidik generasi. Ditambah propaganda gender membuat Ibu rela meninggalkan buah hati demi seteguk kenikmatan duniawi.

Maka wajar jika kita temui hari ini, kondisi generasi yang minim takwa, rendah akhlak dan rusaknya karakter diri (kepribadian) hingga menjadi pribadi yang tak manusiawi. Mulai dari bullying, tawuran pelajar, pergaulan bebas, tindakan asusila, korupsi, tindakan kriminal, perampasan aset Negara, keserakahan manusia hingga berimbas pada banyaknya kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya.

Sistem Pendidikan Sekular

Nyatanya sistem kapitalisme dengan asasnya sekulerisme berhasil mengubah orientasi pendidikan hari ini. Tujuan pendidikan harus diarahkan untuk kepentingan ekonomi. Karenanya keberhasilan pendidikan hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang diterima di dunia kerja.

Mengentaskan kemiskinan menjadi alasan kuat dari target pendidikan sekular. Namun gelombang kemiskinan tak sekedar persoalan pendidikan. Ada  persoalan lain seperti money politik, kesenjangan ekonomi, dan sosial. Bahkan hasil survei menyatakan bahwa 1 % orang kaya RI kuasai 50% asset Nasional yang dilansir dari Tempo.co (10/10/2019).

Telah jelas, sistem kapitalisme lah biang kerok dari semua persoalan. Manusia memang butuh pekerjaan. Seperti para ayah yang berkewajiban mencari nafkah. Namun, pekerjaan bukanlah tujuan dari penddikan. Tujuan mulia pendidikan adalah mencetak generasi terdidik, tak sekedar cerdas atau mendapat pekerjaan bergengsi, tapi juga berkarakter (kepribadian) baik. Sehingga dengan ilmu dan kecerdasannya ia mampu memimpin bumi pertiwi sesuai dengan perintah Ilahi Robbi (Allah SWT).

Sementara, proyek deradikalisasi terus menghantui dunia pendidikan hingga hari ini. Bahkan ada rencana penggabungan mata pelajaran PAI dan PKN yang Dilansir dari Jawapos.com (19/06/2020).

Apabila kita cermati, wacana peleburan dua mata pelajaran ini terungkap dari beredarnya slide FGD yang digagas oleh Kemendikbud. Memang, Nadiem Makarim telah menggagas konsep merdeka belajar episode 1. Tahun 2021, Materi UN akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Asesmen kompetensi minimum mencakup literasi (kemampuan bernalar tentang dan menggunakan bahasa) dan numerasi (kemampuan bernalar menggunakan matematika). Sedangkan survei karakter, semisal karakter pembelajar, gotong royong, kebhinekaan, dan perundungan.  Lalu di manakah letak pelajaran agama Islam?

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa materi UN tak hanya mengikuti ide Kemendikbud. Tapi ada banyak bantuan dari organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri seperti OECD dan World Bank.

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah suatu organisasi internasional yang bergerak di bidang kerjasama ekonomi dan pembangunan. Tentu hal ini semakin menguatkan gagasan Nadiem akan konsep merdeka belajar episode 4 bahwa ada banyak organisasi masyarakat yang peduli terhadap mutu pendidikan. Bahkan mereka dengan sukarela membiayai berbagai inisiasi bidang pendidikan secara mandiri.

Apakah dengan banyaknya organisasi yang peduli adalah berkah pendidikan bagi bumi pertiwi? Harusnya kita juga mawas diri. Bukankah deradikalisasi juga merupakan misi untuk memuluskan agenda liberalisasi proyek ekonomi? Jika semua terpedaya, lalu siapa yang akan lantang menentang proyek  yang berujung pada penguasaan kekayaan negeri?

Ingatlah dengan UU minerba dan UU cilaka, mereka nikmati kekayaan alam bumi pertiwi. Padahal rakyat sedang menjerit dan terhimpit. Para wakil rakyat justru tega mengetok palunya di tengah wabah. Itulah bukti keberpihakan mereka kepada kepentingan para kapitalis (pemilik modal).

Lalu, masihkah kita berharap dengan pendidikan sekuler kapitalis yang justru mencetak generasi jauh dari norma agama. Mereka menjadikan untung rugi sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan. Hingga lahirlah para perampok aset Negara yang mengakibatkan pemiskinan secara sistemik.

Sistem Pendidikan Islam

Inilah tantangan para Ibu tangguh pendidik generasi. Di tengah gempuran arus liberalisasi dan deradikalisasi, mereka harus bangkit untuk memperbaiki kondisi. Untuk itu, mereka harus memahami hakikat sebuah pendidikan. Tujuan pendidikan bukanlah untuk bekerja. Pendidikan harus ditujukan untuk mendapatkan ilmu dan membentuk kepribadian Islam.

Kerena generasi yang memiliki kepribadian Islam akan menjadikan halal haram sebagai tolok ukur perbuatan. Tolok ukur inilah yang akan menyeleksi ilmu seperti apa yang harus dipelajari dan dikembangkan, dan mana yang harus ditinggalkan.

Dikutip dari buku Menyiapkan Anak Tangguh  (karya Yanti Tanjung), apabila tujuan pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian Islam anak maka kurikulum wajib berbasiskan aqidah. Sehingga semua konten, metode, strategi, dan sarana pembelajaran dihimpun untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Kurikulum secara umum terkait 4 hal, yakni kurikulum dasar (bahasa Arab dan siroh Rasulullah SAW), kurikulum inti (aqidah Islam, fiqih, Al-qur’an, hadits, adab), kurikulum penunjang (sains, matematika, geografi), dan  keterampilan (olah raga, hasta karya dan seni). Semua kurikulum terintegral dengan aqidah Islam. Bahkan untuk kompetensi dasar dan kompetensi inti yang kesemuanya adalah bagian dari tsaqofah Islam. Harus diberikan disetiap jenjang pendidikan baik PAUD, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Meski, sebenarnya Negara wajib menfasilitasi pendidikan rakyat secara gratis dan berkualitas, baik saat kondisi normal maupun saat wabah. Namun kenyataan yang kita alami justru sebaliknya. Sehingga tak ada pilihan lagi, seorang Ibu tangguh harus pasang badan dan siap menjadi pembelajar sekaligus menjadi guru bagi anak-anaknya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34


MUI

Must Read!
X