Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.918 views

Ibu, Ambil Kembali Wewenangmu Mendidik Anak (Kritik terhadap Kebijakan Pendidikan Nasiona)

 

Oleh: Mimin Nur Indahsari

“Al ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. Ibu adalah sebuah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik“.

Begitu pentingnya peran Ibu terhadap proses pendidikan anak dan tumbuh kembangnya dalam menyongsong kehidupan sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Tentu hal itu tidaklah mudah, selain butuh perjuangan dalam menyelami lautan ilmu pengetahuan, juga butuh kesabaran untuk membentuk generasi yang berkepribadian Islam. Namun sayang, masih banyak Ibu yang tak memahami peran strategisnya sebagai pendidik generasi. Ditambah propaganda gender membuat Ibu rela meninggalkan buah hati demi seteguk kenikmatan duniawi.

Maka wajar jika kita temui hari ini, kondisi generasi yang minim takwa, rendah akhlak dan rusaknya karakter diri (kepribadian) hingga menjadi pribadi yang tak manusiawi. Mulai dari bullying, tawuran pelajar, pergaulan bebas, tindakan asusila, korupsi, tindakan kriminal, perampasan aset Negara, keserakahan manusia hingga berimbas pada banyaknya kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya.

Sistem Pendidikan Sekular

Nyatanya sistem kapitalisme dengan asasnya sekulerisme berhasil mengubah orientasi pendidikan hari ini. Tujuan pendidikan harus diarahkan untuk kepentingan ekonomi. Karenanya keberhasilan pendidikan hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang diterima di dunia kerja.

Mengentaskan kemiskinan menjadi alasan kuat dari target pendidikan sekular. Namun gelombang kemiskinan tak sekedar persoalan pendidikan. Ada  persoalan lain seperti money politik, kesenjangan ekonomi, dan sosial. Bahkan hasil survei menyatakan bahwa 1 % orang kaya RI kuasai 50% asset Nasional yang dilansir dari Tempo.co (10/10/2019).

Telah jelas, sistem kapitalisme lah biang kerok dari semua persoalan. Manusia memang butuh pekerjaan. Seperti para ayah yang berkewajiban mencari nafkah. Namun, pekerjaan bukanlah tujuan dari penddikan. Tujuan mulia pendidikan adalah mencetak generasi terdidik, tak sekedar cerdas atau mendapat pekerjaan bergengsi, tapi juga berkarakter (kepribadian) baik. Sehingga dengan ilmu dan kecerdasannya ia mampu memimpin bumi pertiwi sesuai dengan perintah Ilahi Robbi (Allah SWT).

Sementara, proyek deradikalisasi terus menghantui dunia pendidikan hingga hari ini. Bahkan ada rencana penggabungan mata pelajaran PAI dan PKN yang Dilansir dari Jawapos.com (19/06/2020).

Apabila kita cermati, wacana peleburan dua mata pelajaran ini terungkap dari beredarnya slide FGD yang digagas oleh Kemendikbud. Memang, Nadiem Makarim telah menggagas konsep merdeka belajar episode 1. Tahun 2021, Materi UN akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Asesmen kompetensi minimum mencakup literasi (kemampuan bernalar tentang dan menggunakan bahasa) dan numerasi (kemampuan bernalar menggunakan matematika). Sedangkan survei karakter, semisal karakter pembelajar, gotong royong, kebhinekaan, dan perundungan.  Lalu di manakah letak pelajaran agama Islam?

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa materi UN tak hanya mengikuti ide Kemendikbud. Tapi ada banyak bantuan dari organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri seperti OECD dan World Bank.

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah suatu organisasi internasional yang bergerak di bidang kerjasama ekonomi dan pembangunan. Tentu hal ini semakin menguatkan gagasan Nadiem akan konsep merdeka belajar episode 4 bahwa ada banyak organisasi masyarakat yang peduli terhadap mutu pendidikan. Bahkan mereka dengan sukarela membiayai berbagai inisiasi bidang pendidikan secara mandiri.

Apakah dengan banyaknya organisasi yang peduli adalah berkah pendidikan bagi bumi pertiwi? Harusnya kita juga mawas diri. Bukankah deradikalisasi juga merupakan misi untuk memuluskan agenda liberalisasi proyek ekonomi? Jika semua terpedaya, lalu siapa yang akan lantang menentang proyek  yang berujung pada penguasaan kekayaan negeri?

Ingatlah dengan UU minerba dan UU cilaka, mereka nikmati kekayaan alam bumi pertiwi. Padahal rakyat sedang menjerit dan terhimpit. Para wakil rakyat justru tega mengetok palunya di tengah wabah. Itulah bukti keberpihakan mereka kepada kepentingan para kapitalis (pemilik modal).

Lalu, masihkah kita berharap dengan pendidikan sekuler kapitalis yang justru mencetak generasi jauh dari norma agama. Mereka menjadikan untung rugi sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan. Hingga lahirlah para perampok aset Negara yang mengakibatkan pemiskinan secara sistemik.

Sistem Pendidikan Islam

Inilah tantangan para Ibu tangguh pendidik generasi. Di tengah gempuran arus liberalisasi dan deradikalisasi, mereka harus bangkit untuk memperbaiki kondisi. Untuk itu, mereka harus memahami hakikat sebuah pendidikan. Tujuan pendidikan bukanlah untuk bekerja. Pendidikan harus ditujukan untuk mendapatkan ilmu dan membentuk kepribadian Islam.

Kerena generasi yang memiliki kepribadian Islam akan menjadikan halal haram sebagai tolok ukur perbuatan. Tolok ukur inilah yang akan menyeleksi ilmu seperti apa yang harus dipelajari dan dikembangkan, dan mana yang harus ditinggalkan.

Dikutip dari buku Menyiapkan Anak Tangguh  (karya Yanti Tanjung), apabila tujuan pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian Islam anak maka kurikulum wajib berbasiskan aqidah. Sehingga semua konten, metode, strategi, dan sarana pembelajaran dihimpun untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Kurikulum secara umum terkait 4 hal, yakni kurikulum dasar (bahasa Arab dan siroh Rasulullah SAW), kurikulum inti (aqidah Islam, fiqih, Al-qur’an, hadits, adab), kurikulum penunjang (sains, matematika, geografi), dan  keterampilan (olah raga, hasta karya dan seni). Semua kurikulum terintegral dengan aqidah Islam. Bahkan untuk kompetensi dasar dan kompetensi inti yang kesemuanya adalah bagian dari tsaqofah Islam. Harus diberikan disetiap jenjang pendidikan baik PAUD, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Meski, sebenarnya Negara wajib menfasilitasi pendidikan rakyat secara gratis dan berkualitas, baik saat kondisi normal maupun saat wabah. Namun kenyataan yang kita alami justru sebaliknya. Sehingga tak ada pilihan lagi, seorang Ibu tangguh harus pasang badan dan siap menjadi pembelajar sekaligus menjadi guru bagi anak-anaknya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Rabu, 05 Aug 2020 11:16

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Rabu, 05 Aug 2020 09:35

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Rabu, 05 Aug 2020 08:27

Ini Loh Pak Masalahnya?

Ini Loh Pak Masalahnya?

Rabu, 05 Aug 2020 06:46

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Rabu, 05 Aug 2020 06:00

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Rabu, 05 Aug 2020 05:52

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Selasa, 04 Aug 2020 21:20

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Selasa, 04 Aug 2020 21:00

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X