Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.734 views

Menjaga Kesehatan Keluarga di Masa Pandemi

 

Oleh:

Anisah Rahmawati.,S.Kep.,Ns.,MKep

 

TIGA bulan sudah dilalui sejak Indonesia mengumumkan adanya pasien covid-19. Beberapa langkah sudah dilakukan pemerintah. Namun target mei bebas covid jauh panggang dari api. Belum ada tanda-tanda wabah ini akan usai. Grafik pun belum melandai. Beberapa wilayah justru sampai ditetapkan sebagai zona hitam karena sangat tingginya angka kejadian covid di wilayah tersebut.

Data angka terkonfirmasi covid-19 sampai tanggal 4 juni jam 12 dari juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 meliputi 47.373 ODP, 13.416 PDP, 28.818 terkonfirmasi positif, 8.892 dinyatakan sembuh, dan 1.721 meninggal dunia. Covid sudah tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dan merambah 418 kabupaten kota. Angka kematian di Indonesia sangat fantastis yakni mencapai 1721 orang. Banyak pihak menengarai bahwa angka terkonfirmasi positif di Indonesia sangat mungkin jauh lebih banyak dari angka yang ada. Hal ini karena upaya untuk melakukan cek covid tidak dilakukan secara massif di Indonesia. 

 

Setengah Hati

Hal yang banyak dikritik dari terus meluasnya covid-19 adalah kebijakan pemerintah. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi rakyat dari wabah yang mematikan ini. Pemerintah terlihat jelas gamang, ragu-ragu untuk melakukan penanganan penghentian merebaknya wabah agar tidak terus meluas. 

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada awalnya pun dapat kritik tajam dari banyak kalangan. Kebijakan ini diprediksi sangat tidak akan mampu menghentikan laju penyebaran virus ganas ini. Dan terbukti di penghujung mei angka covid belum ada tanda-tanda menurun. Di sisi lain masyarakat semakin bisa melihat kebijakan pemerintah yang selalu mementingkan atau mengutamakan para pengusaha-pengusaha besar, baik dari aspek pendanaan ataupun izin usaha. 

Alih-alih melakukan pengontrolan lebih ketat, pemerintah justru menerapkan kebijakan new normal. Yakni membuka kembali aktivitas masyarakat secara lebih luas. Banyak pihak memprediksi angka covid akan sangat mengerikan. Beberapa pakar memberi masukan agar jangan dulu membuka aktivitas publik. Seperti yang dikeluarkan ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia yang menolak keras sekolah akan dibuka lagi pada Juli 2020 ini. Beliau menilai jika rencana itu dilanjutkan akan sangat potensial membuat cluster-cluster baru covid dan angka kematian anak Indonesia akibat covid akan terus meningkat tajam.

 

Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga  

Mayoritas masyarakat sejatinya sangat bingung apa yang harus mereka lakukan. Saat mereka harus berdiam dalam rumah, rasa bosan terus melanda. Pun banyak keluarga yang mengalami permasalahan ekonomi akibat menurunnya penghasilan atau bahkan kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, saat mereka harus keluar beraktivitas seperti situasi normal sebelumnya, faktanya kondisi belum aman dari ancaman wabah yang mematikan. 

Betul, masyarakat hari ini laksana hidup sendiri. Mereka benar-benar harus memikirkan diri mereka sendiri agar bisa selalu taft, tangguh menghadapi segala tantangan kehidupan. Mereka harus memikirkan sendiri tatkala harus kehilangan pekerjaan mereka selama ini. Pun saat mereka harus beraktivitas dengan segala konsekuensinya, termasuk jika sampai tertular wabah, mereka juga harus mampu menyelesaikan sendiri.

Karenanya ada beberapa hal yang penting untuk difahami dan dilaksanakan masyarakat agar bisa selalu sehat dan berusaha agar tidak terkena wabah. Penulis mencoba menyederhanakan dalam 3 poin meliputi: 

Pertama, melaksanakan prinsip pencegahan wabah semaksimal mungkin. Upayakan semaksimal mungkin untuk meminimalkan berinteraksi dekat dengan orang lain tanpa alat pelindung diri (masker, kacamata, dll). Kita tidak pernah tahu siapa yang terkena virus siapa yang tidak. Cuci tangan setelah melalui tempat public atau pun menyentuh area-area yang kita tidak tahu keamanannya. 

Kedua, optimalkan menjaga imunitas tubuh. Hal ini penting, mengingat tubuh yang kondisi kekebalan tubuhnya kuat akan bisa mengaktifkan sistem kekebalan alami manakala terjangkiti virus atau kuman penyakit termasuk virus covid-19 ini. Makanan yang cukup nilai gizinya (gizi seimbang) dan kondisi psikis yang stabil baik menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Makanan bergizi tidak harus mahal. Islam telah punya konsep yang sangat handal dalam makanan yaitu makanan halal dan thayib (Q.S 2:168,172 ; 5: 5; 16: 114). Di sinilah pentingnya peran ibu-ibu untuk selalu memastikan asupan keluarga adalah makanan yang thayib (memberi kebaikan bagi tubuh).  

Ketiga, menguatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.  Keimanan merupakan power (tenaga, energy) bagi seorang muslim dalam mengarungi kehidupan, termasuk saat melalui masa berat pandemi. Keimanan yang kokoh akan memancarkan cara pandang yang kuat akan kehidupannya. Cara pandang yang kokoh ini akan melahirkan ketenangan dan keseriusan yang tinggi dalam melewati ujian-ujian kehidupan. Orang beriman selalu yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi semua dari Allah, mereka ridha dan bersungguh-sungguh melaluinya dengan baik dan benar. Dan mental cara pandang ini jauh dari psikis yang galau, gundah gulana, apalagi putus harapan yang akan sangat potensial mengganggu keseimbangan tubuh dan menjadi jalan datangnya penyakit. 

Itulah hal sederhana yang bisa dikuatkan seorang mukmin agar mampu melewati masa pandemic ini dengan baik. Meskipun meninggal dalam wabah merupakan salah satu jalan kemuliaan namun perintah Allah untuk mengoptialkan ikhtiar seoptimal mungkin agar bisa selamat merupakan syariat yang mulia. Karenanya seorang mukmin senantiasa mensyukuri apapun kondisi yang diberikan Allah dan menjadikannya sebagai ladang pahala yang besar agar Allah meridhai dan cinta kepadanya.  Wallahu a’lam bish shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X