Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.667 views

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

 

Oleh:

Mia Annisa

Narasumber Kajian Muslimah MQ Lovers Bekasi

 

DALAM pernikahan, perceraian adalah momok yang menakutkan. Perceraian bisa menghantui siapa saja tak peduli apakah yang telah puluhan tahun membina rumah tangga atau pernikahan yang masih seumur jagung. Kondisi kehidupan yang serba tidak pasti menyebabkan tak banyak pasangan yang lulus melewati ujian pernikahan. Pernikahan yang diharapkan sekali seumur hidup akhirnya kandas di tengah jalan.

Miris memang. Pernikahan tak sesakral dulu, wanita bisa kapan saja bebas melakukan gugat cerai kepada suaminya begitu pun sebaliknya. Tingginya perceraian menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat angka perceraian di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik.

Merespon hal itu Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menerbitkan wacana Sertifikasi Pernikahan. Menurutnya, program sertifikasi pernikahan akan diperuntukkan bagi pasangan yang hendak menikah. Calon pengantin nantinya diwajibkan mengikuti kelas atau bimbingan pra-nikah supaya mendapatkan sertifikat yang selanjutnya dijadikan syarat perkawinan.

"Jadi sebetulnya setiap siapa pun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga," kata Menko PMK Muhadjir saat ditemui di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019) lalu. (https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2019/11/16/).

Sekalipun wacana ini dalam tahap persiapan calon pasangan nikah dibuat was-was sebab mereka yang tidak mengikuti program pembekalan pra-nikah ini tidak boleh menikah. Rencana sertifikasi pernikahan berupa mempersiapkan website yang dapat diakses masyarakat dengan mengikuti kelas bimbingan diupayakan bisa direalisasikan mulai tahun depan.

Sertifikasi perkawinan ini dicanangkan turut bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Sertifikasi Pernikahan, Solutifkah?

Wacana Sertifikasi Pernikahan tak melenggang begitu saja. Kemunculannya menuai pro kontra di masyarakat. Pasalnya kebijakan ini dinilai justru memberatkan bagi calon pasangan nikah dari segi prosedur. Dari upgrading pra-nikah sebagian KUA beberapa wilayah telah melakukan kelas ini.Tapi yang jadi persoalannya kendala dana. Bukan tidak mungkin jika di kemudian hari   pasangan nikah akan dipungut biaya untuk mengikuti kelas tersebut tentunya ini akan semakin memberatkan. (https://www.vice.com/).

Sistem ini juga dianggap berbelit-belit dari segi administrasi walaupun bertujuan untuk membangun ketahanan keluarga secara ekonomi, sistem reproduksi dan agama. Dikhawatirkan malah membuka ruang perzinahan baru. Bagaimana tidak,  pasangan nikah bukan diberikan kemudahan tetapi disodori oleh segenap peraturan-peraturan yang rumit dan merepotkan.

Sekilas rencana pemerintah nampak solutif dalam menyelesaikan masalah perceraian agar pasangan siap menjalani biduk rumah tangga ke depannya. Namun jika diperhatikan lebih detail strategi ini seperti tambal sulam, ingin memberikan solusi tetapi mendatangkan masalah baru.

Upgrading pernikahan sebenarnya hanyalah solusi parsial, menyelesaikan konflik di permukaan tapi melupakan persoalan akar. Jika pemerintah menuding alasan ekonomi dan agama sebagai biang keladi perceraian di Indonesia harusnya pemerintah sadar diri. Negaralah yang mestinya bertanggung jawab atas itu semua.

Negara berkewajiban menjamin kesejahteraan setiap rakyatnya. Harta milik umat (sumber daya alam dan fasilitas-fasilitas umum) benar-benar dikelola oleh negara dengan begitu akan menyerap tenaga kerja kemudian hasilnya akan dikembalikan lagi kepada rakyat. Tidak boleh harta tersebut apabila diserahkan pengelolaannya kepada swasta atau asing sehingga akan memandulkan kemapanan ekonomi keluarga.

Pemerintah berupaya keras menjadikan agama sebagai satu-satunya pedoman tidak hanya dalam rangka membangun ketahanan keluarga tetapi negara juga mengambilnya sebagai aturan baku. Selama negara menempatkan agama terpisah dalam kehidupan tentu prinsip sekulerisme ini tetap akan menjadi ekses runtuhnya bangunan pernikahan.

Sekulerisme telah banyak menempatkan pernikahan dalam prahara. Aktivitas campur baur laki-laki dan perempuan harusnya terpisah dalam segala kondisi secara umum nyatanya dilanggar. Padahal Islam jelas menetapkan di dalam sejumlah nash syariah. Ketentuan ini berlaku dalam kehidupan khusus seperti di rumah-rumah atau yang sejenisnya. Atau dalam kehidupan umum seperti di pasar-pasar, di jalan-jalan umum dan sejenisnya. (Nizham Ijtima`, hal 51).

Kaidah ini diambil demi mencegah khalwat, ikhtilat, munculnya konten-konten pornografi dan pornoaksi. Negaralah satu-satunya asas penyelenggara demi menjaga keutuhan rumah tangga. Wallahu`alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Sabtu, 14 Dec 2019 08:37

Ari Askhara

Ari Askhara

Sabtu, 14 Dec 2019 05:15

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Jum'at, 13 Dec 2019 23:25

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Jum'at, 13 Dec 2019 23:14

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Jum'at, 13 Dec 2019 22:50

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

Jum'at, 13 Dec 2019 22:31

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Jum'at, 13 Dec 2019 22:21

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Jum'at, 13 Dec 2019 22:17

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Jum'at, 13 Dec 2019 21:18

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Jum'at, 13 Dec 2019 20:17

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Jum'at, 13 Dec 2019 19:41

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Jum'at, 13 Dec 2019 16:00

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 13 Dec 2019 15:45

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Jum'at, 13 Dec 2019 14:45

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

Jum'at, 13 Dec 2019 14:00

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Jum'at, 13 Dec 2019 05:18

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Jum'at, 13 Dec 2019 03:34

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Jum'at, 13 Dec 2019 02:40

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

Jum'at, 13 Dec 2019 00:22

Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Kamis, 12 Dec 2019 23:17


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X