Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.280 views

Kapitalisme Menggerus Naluri Keibuan

 

Oleh:

Hamsia, ibu rumah tangga

 

SEORANG ibu NP (21) menggelonggong anaknya ZNL (2,5) dengan air galon hingga tewas. NP mengaku menyiksa anaknya lantaran stres diancam akan diceraikan oleh sang suami apabila anaknya ini dalam kondisi kurus tidak bisa gemuk. Kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus kepada wartawan di kantornya. Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019).

Irwandhy menyebutkan, karena ancaman sang suami, NP menjadi tertekan hingga menjadi jalan pintas untuk ‘menggemukkan’ anaknya dengan cara digelonggong air galon. “bagaimana bisa membuat gemuk dari masalah ekonomi, dalam rumah tangganya emang tidak mempunyai gizi yang cukup. Pelaku mengambil jalan pintas akan terlihat gemuk dengan memasukkan sejumlah air setelah di isi akan terlihat gemuk, pikirannya pelaku,” jelas Irwandhy.

ZNL sempat dibawah ke rumah sakit tapi nyawa anak tersebut tidak bisa terselamatkan. Seandainya ia bisa berteriak, mungkin ia akan berteriak sekeras-kerasnya atas apa yang dilakukan oleh ibunya, bahkan ia akan mengadukan luka yang menggores hatinya. Namun ZNL hanya bisa membisu dengan perlakuan keji atas dirinya.

ZNL adalah satu dari sekian banyak anak korban kekerasan ibunya sendiri. Awalnya sang ibu tidak memberikan kesaksian bahwa dirinya yang melakukan hal tersebut. Tapi selidik punya selidik, setelah hasil otopsi keluar akhirnya sang ibu lah yang melakukan kekerasan tersebut. Ia pun mengakuinya dihadapan aparat. Dan kini, terpaksa ia harus berurusan dengan hukum. Dari hasil diagnosa anak tersebut mulutnya mengeluarkan air dan perutnya kembung.

Sungguh ironis, kapitalisme telah menggerus naluri seorang ibu. Kasih sayang dan kelembutan yang semestinya ada dalam diri ibu terhadap buah hatinya, nyatanya hilang tak berbekas ketika dihadapkan pada desakan ekonomi yang kian menghimpit. Seperti kasus ZNL, sang ibu mengaku khilaf menganiaya anaknya karena dipicu oleh tekanan akan diceraikan oleh sang suami.

Bukan hanya ZNL yang menjadi korban atas kebiadaban sistem kapitalisme. Banyak lagi kasus ibu yang membunuh anak kandungnya sendiri akibat tekanan ekonomi atau tekanan dari sang suami.

Ada Sinta, seorang ibu di Kerawang tega menganiaya putrinya yang baru berusia 15 bulan di rumahnya hingga calista beberapa hari mengalami koma dan akhinya meninggal. Calista diagnosa radang selaput otak akibat dibenturkan ke dinding oleh ibunya sendiri. Sebelum koma, bayi Calista mengalami kejang-kejang. Kejadian tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi yang mendera Sinta. (Kompas.com 2018)

Penerapan sistem kapitalisme di negeri ini sungguh menghasilkan berbagai kebobrokan di semua kehidupan. Kapitalisme menjadikan negeri ini terjual. Rakyat tak lagi punya kuasa. Sementara asing dan aseng lah yang terlilit hutang ribawi. Harga kebutuhan pokok merangkak naik. Pendidikan dan kesehatan kian tak terbeli. Akhirnya rakyat sekedar menikmati perihnya.

Termasuk kaum ibu yang merasakan derita. Betapa banyak kaum ibu yang terpaksa meninggalkan rumahnya, demi ikut bergelut dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Itu jika beruntung, jika ada kesempatan. Jika tidak, kaum ibu terjerat ke dalam depresi. Kewajiban mengurus dan mendidik anak-anak yang sebetulnya adalah kewajiban yang istimewa di pundak ibu, akhirnya menjadi beban. Akhirnya pikiran kaum ibu terbagi. Di satu sisi ia wajib menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, di sisi lain ia sibuk memikirkan bagaimana perekonomian keluarga harus ditopang.

Disinilah permasalahan bermula. Kaum ibu terjerat dalam derita, sang anak yang semestinya diperlakukan dengan cinta, akhirnya turut menyumbang nyawa. Menjadi objek pelampiasan atas segala tekanan hidup yang ada.

Hanya Islam lah yang mampu menciptakan sosok-sosok ibu yang penuh kebahagiaan. Karena Islam menjadikan syariat sebagai pengatur semua urusan kehidupan dan tidak akan menzalimi, dan pasti akan membawa keberkahan. Lihatlah bahwa sejarah mencatat ketika Islam tegak berdiri sebagai sebuah peradaban yang adidaya, para generasi pejuang terlahir. Mereka bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.

Tak hanya itu, kepribadian Islam juga melekat di dalam jiwa mereka. sungguh mereka terlahir dari rahim ibu yang juga memiliki ketinggian nilai dihadapan Allah. Ibu yang bahagia, bukan ibu yang terperangkap dalam derita yang sistematik adanya. Maka, hanya dengan Islam lah, sosok ibu yang ideal dapat kita temui. Wallahu a’lam bi ash-shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 09:44

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Sabtu, 14 Dec 2019 08:37

Ari Askhara

Ari Askhara

Sabtu, 14 Dec 2019 05:15

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Jum'at, 13 Dec 2019 23:25

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Jum'at, 13 Dec 2019 23:14

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Jum'at, 13 Dec 2019 22:50

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

Jum'at, 13 Dec 2019 22:31

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Jum'at, 13 Dec 2019 22:21

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Jum'at, 13 Dec 2019 22:17

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Jum'at, 13 Dec 2019 21:18

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Jum'at, 13 Dec 2019 20:17

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Jum'at, 13 Dec 2019 19:41

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Jum'at, 13 Dec 2019 16:00

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 13 Dec 2019 15:45

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Jum'at, 13 Dec 2019 14:45

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

Jum'at, 13 Dec 2019 14:00

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Jum'at, 13 Dec 2019 05:18

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Jum'at, 13 Dec 2019 03:34

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Jum'at, 13 Dec 2019 02:40

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

Jum'at, 13 Dec 2019 00:22


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X