Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.384 views

Keluarga Bahagia, Keluarga Dalam Bangunan Taqwa

 

Oleh:

Yulida Hasanah

Muballighot tinggal di Jember, Jawa Timur

 

“Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, begitulah bunyi dari tagline Hari Keluarga Nasional ke-26 tahun 2019 ini. Tentu saja, hal ini mengingatkan saya pada kondisi keluarga di Indonesia, dimana masalah keluarga merupakan tanggungjawab kolektif dalam tatanan kehidupan sosial. Sebab, keluarga merupakan pilar pertama berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Jika kondisi keluarga saat ini memprihatinkan, maka bisa dipastikan kondisi masyarakat kita juga ikut memprihatinkan.

Seperti beberapa hari yang lalu, di kabupaten Malang Jawa Timur, seorang suami tega menjajakan tubuh istrinya sendiri untuk memenuhi fantasi seksual lelaki hidung belang dan tentunya untuk meraup keuntungan materi juga.(Suara.com). Penjualan istri oleh swaminya sendiri tak hanya terjadi di Malang, namun juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. 

Peristiwa ini, menjadi masalah baru yang dihadapi keluarga di Indonesia. Dan semakin memperburuk kondisi keluarga dengan berbagai problem tak berkesudahan yang dihadapi saat ini. Seperti kasus perceraian yang tinggi, kasus KDRT, dan kasus pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri masih menjadi noda hitam yang menjadi bomerang tercapainya keluarga bahagia.

Masalah-masalah yang terjadi dalam keluarga di atas sebagian besar menjadikan perempuan sebagai korban, hal inilah yang menjadi perhatian penting bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di neger ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan akan mampu memberikan kebebasan kaum perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, dan harapannya akan mampu membentuk ketahanan dalam keluarga.

Jadi masalah yang terjadi dalam keluarga Indonesia saat ini sebatas dilihat dari aspek materiilnya, yaitu karena para perempuan yang mandiri ekonominya akan mampu mendapatkan hak-haknya dalam keluarga, termasuk mampu mencegah dari persoalan keluarga seperti yang telah dibahas di atas.

Namun, fakta yang terjadi saat ini tak sesuai dengan yang diharapkan. Kemandirian ekonomi bagi perempuan tidak melulu mampu mensolusi masalah yang dihadapi oleh keluarga. Yang terjadi malah semakin tahun, keluarga Indonesia semakin terpuruk. Angka perceraian semakin tinggi tiap tahunnya, begitupun kasus KDRT, pemerkosaan, bahkan kasus menjual istri sendiri sebagai budak seks menjadi masalah baru yang merenggut kebahagiaan keluarga itu sendiri.

Lalu, adakah masalah mendasar yang melatarbelakangi problem keluarga menuju keluarga bahagia hari ini selain persoalan ekonomi?

 

Pendidikan Sekuleristik, Menjauhkan Keluarga dari Taqwa

Jika kembali pada hal mendasar yang melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang melanda keluarga saat ini. Maka kita mampu melihat secara jeli, bahwa keluarga hari ini dinaungi oleh kehidupan yang serba sekuler, termasuk dalam hal pendidikan. Kita bisa membayangkan bagaimana kepemimpinan dalam rumah tangga begitu jauh dari aturan agama kita yaitu Islam.

Para suami yang tidak mampu bersikap ma’ruf kepada istrinya, bahkan rela menjualnya untuk ditukar dengan nilai dunia yang semu. Begitupun dengan fungsi seorang istri dan ibu dalam keluarga telah terpisah dari fungsi yang diinginkan oleh syari’at. Para Istri lebih mencari kebagiaan yang bersifat materi sebagai solusi dari masalah keluarga yang mereka hadapi, maka dengan mudah mereka menerima iming-iming kemandirian ekonomi disebabkan takut miskin. Bahkan para istri akhirnya melalaikan peran keistrian dan keibuannya saking menikmati pekerjaan baru sebagai wanita yang berdaya secara ekonomi.

Sungguh kelalaian ini berawal  dari hasil pendidikan yang mereka dapatkan sebelum berkeluarga. Di mana pendidikan kita saat ini hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas akal saja, namun kosong dari nilai ketaqwaan. Mengapa demikian? Sebab, landasan dari sistem pendidikan yang ada adalah sekulerisme (ide pemisahan aturan agama dari kehidupan).  Maka, nilai-nilai sekuler yang diemban oleh manusia akan terus tertancap selama pendidikan berbasis sekulerisme tidak segera dihapuskan. Padahal pendidikan merupakan kunci utama seseorang dalam membentuk pribadi-pribadi sholih dan bertanggungjawab.

Pendidikan berbasis Sekulerisme ini jugalah yang membuat keluarga di Barat tak menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Konsentrasi berkeluarga yang hanya ditujukan untuk meraih kesenangan dalam kehidupan perkawinan dari pada berpikir tentang tanggungjawab. Selain itu, fokus perhatian orang tua di Barat tidak lagi tertuju ke rumah, walaupun dengan alasan yang berbeda-beda. Dan merebaknya kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, sikis maupun seksual menyelimuti keluarga tiap harinya. Bahkan diperkirakan 3,2 juta anak-anak Amerika menyaksikan kekerasan rumah tangga setiap tahunnya (Jurnal Al Insan : Wanita dan Keluarga Citra Sebuah Peradaban, tahun 2006)

 

Sistem Pendidikan Islam, Melahirkan Manusia Bertaqwa

Untuk mencabut nilai-nilai sekuler yang telah menancap pada pendidikan kita saat ini adalah dengan mengganti dasar pendidikan kita dengan pendidikan berbasis Islam. Sebab pendidikan dalam Islam tak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia cerdas akal namun juga menjadi manusia-manusia bertaqwa. Secara, sistem pendidikan yang berbasiskan ideologi Islam berkehendak untuk membangun struktur masyarakat Islam dan disiapkan bagi tegaknya bangunan peradaban mulia yang lahir dari keluarga-keluarga bertaqwa.

Gambaran keluarga bertaqwa hasil dari penerapan sistem pendidikan Islam akan kita dapatkan dalam kehidupan Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam). Pada zaman ini, telah lahir para ulama dan para pemikir besar yang menjadi peletak pondasi peradaban dunia. Yang lahir dari seorang ibu dan ayah, dari keluarga yang sama-sama memiliki cita-cita memajukan agama dan umatnya. Kita mengenal Imam Bukhari, salah seorang dari ahli hadits terbesar sepanjang masa, terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama dan wara’. Ia lahir dari seorang ayah (Ismail) yang menjadi ulama besar ahli hadits, berilmu dan wara’.

Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata : “Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat”. Ibunya sangat tekun dan perhatian dalam mendidik beliau. Hingga, ibunya mengajak beliau dan kakak sulungnya, mengunjungi berbagai kota suci, untuk menemui para tokoh dan ulama, dalam rangka berguru ilmu hadits.

Sedangkan, Ibnu Sina, dalam posisinya sebagai orangtua, tidak menekankan pada kecerdasan intelektual semata. Ibnu Sina melihat tiga hal penting dalam Al Quran, dalam rangka perkembangan anak. Yakni pendidikan moral, pengembangan fisik dan perilakunya. Tiga hal ini akan menjadi bekal bagi sang anak dalam menjalani kehidupannya, demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallaahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Jum'at, 07 Aug 2020 08:11

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Jum'at, 07 Aug 2020 07:06

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Jum'at, 07 Aug 2020 07:05

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Jum'at, 07 Aug 2020 06:54

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Jum'at, 07 Aug 2020 06:47

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Jum'at, 07 Aug 2020 06:34

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Kamis, 06 Aug 2020 20:30

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Jerat Kemiskinan Bukan karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Jerat Kemiskinan Bukan karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 06 Aug 2020 19:55

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 06 Aug 2020 19:45

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kamis, 06 Aug 2020 19:15

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Kamis, 06 Aug 2020 18:50

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Kamis, 06 Aug 2020 18:14

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Kamis, 06 Aug 2020 17:42

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Kamis, 06 Aug 2020 17:39

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Kamis, 06 Aug 2020 17:25

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 16:15

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

Kamis, 06 Aug 2020 16:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 04/08/2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan