Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.663 views

Keluarga Bahagia, Keluarga Dalam Bangunan Taqwa

 

Oleh:

Yulida Hasanah

Muballighot tinggal di Jember, Jawa Timur

 

“Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, begitulah bunyi dari tagline Hari Keluarga Nasional ke-26 tahun 2019 ini. Tentu saja, hal ini mengingatkan saya pada kondisi keluarga di Indonesia, dimana masalah keluarga merupakan tanggungjawab kolektif dalam tatanan kehidupan sosial. Sebab, keluarga merupakan pilar pertama berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Jika kondisi keluarga saat ini memprihatinkan, maka bisa dipastikan kondisi masyarakat kita juga ikut memprihatinkan.

Seperti beberapa hari yang lalu, di kabupaten Malang Jawa Timur, seorang suami tega menjajakan tubuh istrinya sendiri untuk memenuhi fantasi seksual lelaki hidung belang dan tentunya untuk meraup keuntungan materi juga.(Suara.com). Penjualan istri oleh swaminya sendiri tak hanya terjadi di Malang, namun juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. 

Peristiwa ini, menjadi masalah baru yang dihadapi keluarga di Indonesia. Dan semakin memperburuk kondisi keluarga dengan berbagai problem tak berkesudahan yang dihadapi saat ini. Seperti kasus perceraian yang tinggi, kasus KDRT, dan kasus pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri masih menjadi noda hitam yang menjadi bomerang tercapainya keluarga bahagia.

Masalah-masalah yang terjadi dalam keluarga di atas sebagian besar menjadikan perempuan sebagai korban, hal inilah yang menjadi perhatian penting bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di neger ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan akan mampu memberikan kebebasan kaum perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, dan harapannya akan mampu membentuk ketahanan dalam keluarga.

Jadi masalah yang terjadi dalam keluarga Indonesia saat ini sebatas dilihat dari aspek materiilnya, yaitu karena para perempuan yang mandiri ekonominya akan mampu mendapatkan hak-haknya dalam keluarga, termasuk mampu mencegah dari persoalan keluarga seperti yang telah dibahas di atas.

Namun, fakta yang terjadi saat ini tak sesuai dengan yang diharapkan. Kemandirian ekonomi bagi perempuan tidak melulu mampu mensolusi masalah yang dihadapi oleh keluarga. Yang terjadi malah semakin tahun, keluarga Indonesia semakin terpuruk. Angka perceraian semakin tinggi tiap tahunnya, begitupun kasus KDRT, pemerkosaan, bahkan kasus menjual istri sendiri sebagai budak seks menjadi masalah baru yang merenggut kebahagiaan keluarga itu sendiri.

Lalu, adakah masalah mendasar yang melatarbelakangi problem keluarga menuju keluarga bahagia hari ini selain persoalan ekonomi?

 

Pendidikan Sekuleristik, Menjauhkan Keluarga dari Taqwa

Jika kembali pada hal mendasar yang melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang melanda keluarga saat ini. Maka kita mampu melihat secara jeli, bahwa keluarga hari ini dinaungi oleh kehidupan yang serba sekuler, termasuk dalam hal pendidikan. Kita bisa membayangkan bagaimana kepemimpinan dalam rumah tangga begitu jauh dari aturan agama kita yaitu Islam.

Para suami yang tidak mampu bersikap ma’ruf kepada istrinya, bahkan rela menjualnya untuk ditukar dengan nilai dunia yang semu. Begitupun dengan fungsi seorang istri dan ibu dalam keluarga telah terpisah dari fungsi yang diinginkan oleh syari’at. Para Istri lebih mencari kebagiaan yang bersifat materi sebagai solusi dari masalah keluarga yang mereka hadapi, maka dengan mudah mereka menerima iming-iming kemandirian ekonomi disebabkan takut miskin. Bahkan para istri akhirnya melalaikan peran keistrian dan keibuannya saking menikmati pekerjaan baru sebagai wanita yang berdaya secara ekonomi.

Sungguh kelalaian ini berawal  dari hasil pendidikan yang mereka dapatkan sebelum berkeluarga. Di mana pendidikan kita saat ini hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas akal saja, namun kosong dari nilai ketaqwaan. Mengapa demikian? Sebab, landasan dari sistem pendidikan yang ada adalah sekulerisme (ide pemisahan aturan agama dari kehidupan).  Maka, nilai-nilai sekuler yang diemban oleh manusia akan terus tertancap selama pendidikan berbasis sekulerisme tidak segera dihapuskan. Padahal pendidikan merupakan kunci utama seseorang dalam membentuk pribadi-pribadi sholih dan bertanggungjawab.

Pendidikan berbasis Sekulerisme ini jugalah yang membuat keluarga di Barat tak menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Konsentrasi berkeluarga yang hanya ditujukan untuk meraih kesenangan dalam kehidupan perkawinan dari pada berpikir tentang tanggungjawab. Selain itu, fokus perhatian orang tua di Barat tidak lagi tertuju ke rumah, walaupun dengan alasan yang berbeda-beda. Dan merebaknya kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, sikis maupun seksual menyelimuti keluarga tiap harinya. Bahkan diperkirakan 3,2 juta anak-anak Amerika menyaksikan kekerasan rumah tangga setiap tahunnya (Jurnal Al Insan : Wanita dan Keluarga Citra Sebuah Peradaban, tahun 2006)

 

Sistem Pendidikan Islam, Melahirkan Manusia Bertaqwa

Untuk mencabut nilai-nilai sekuler yang telah menancap pada pendidikan kita saat ini adalah dengan mengganti dasar pendidikan kita dengan pendidikan berbasis Islam. Sebab pendidikan dalam Islam tak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia cerdas akal namun juga menjadi manusia-manusia bertaqwa. Secara, sistem pendidikan yang berbasiskan ideologi Islam berkehendak untuk membangun struktur masyarakat Islam dan disiapkan bagi tegaknya bangunan peradaban mulia yang lahir dari keluarga-keluarga bertaqwa.

Gambaran keluarga bertaqwa hasil dari penerapan sistem pendidikan Islam akan kita dapatkan dalam kehidupan Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam). Pada zaman ini, telah lahir para ulama dan para pemikir besar yang menjadi peletak pondasi peradaban dunia. Yang lahir dari seorang ibu dan ayah, dari keluarga yang sama-sama memiliki cita-cita memajukan agama dan umatnya. Kita mengenal Imam Bukhari, salah seorang dari ahli hadits terbesar sepanjang masa, terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama dan wara’. Ia lahir dari seorang ayah (Ismail) yang menjadi ulama besar ahli hadits, berilmu dan wara’.

Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata : “Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat”. Ibunya sangat tekun dan perhatian dalam mendidik beliau. Hingga, ibunya mengajak beliau dan kakak sulungnya, mengunjungi berbagai kota suci, untuk menemui para tokoh dan ulama, dalam rangka berguru ilmu hadits.

Sedangkan, Ibnu Sina, dalam posisinya sebagai orangtua, tidak menekankan pada kecerdasan intelektual semata. Ibnu Sina melihat tiga hal penting dalam Al Quran, dalam rangka perkembangan anak. Yakni pendidikan moral, pengembangan fisik dan perilakunya. Tiga hal ini akan menjadi bekal bagi sang anak dalam menjalani kehidupannya, demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallaahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Kamis, 18 Jul 2019 01:54

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

Kamis, 18 Jul 2019 00:31

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X