Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.977 views

Keluarga Bahagia, Keluarga Dalam Bangunan Taqwa

 

Oleh:

Yulida Hasanah

Muballighot tinggal di Jember, Jawa Timur

 

“Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, begitulah bunyi dari tagline Hari Keluarga Nasional ke-26 tahun 2019 ini. Tentu saja, hal ini mengingatkan saya pada kondisi keluarga di Indonesia, dimana masalah keluarga merupakan tanggungjawab kolektif dalam tatanan kehidupan sosial. Sebab, keluarga merupakan pilar pertama berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Jika kondisi keluarga saat ini memprihatinkan, maka bisa dipastikan kondisi masyarakat kita juga ikut memprihatinkan.

Seperti beberapa hari yang lalu, di kabupaten Malang Jawa Timur, seorang suami tega menjajakan tubuh istrinya sendiri untuk memenuhi fantasi seksual lelaki hidung belang dan tentunya untuk meraup keuntungan materi juga.(Suara.com). Penjualan istri oleh swaminya sendiri tak hanya terjadi di Malang, namun juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. 

Peristiwa ini, menjadi masalah baru yang dihadapi keluarga di Indonesia. Dan semakin memperburuk kondisi keluarga dengan berbagai problem tak berkesudahan yang dihadapi saat ini. Seperti kasus perceraian yang tinggi, kasus KDRT, dan kasus pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri masih menjadi noda hitam yang menjadi bomerang tercapainya keluarga bahagia.

Masalah-masalah yang terjadi dalam keluarga di atas sebagian besar menjadikan perempuan sebagai korban, hal inilah yang menjadi perhatian penting bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di neger ini. Menurutnya, pemberdayaan perempuan akan mampu memberikan kebebasan kaum perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, dan harapannya akan mampu membentuk ketahanan dalam keluarga.

Jadi masalah yang terjadi dalam keluarga Indonesia saat ini sebatas dilihat dari aspek materiilnya, yaitu karena para perempuan yang mandiri ekonominya akan mampu mendapatkan hak-haknya dalam keluarga, termasuk mampu mencegah dari persoalan keluarga seperti yang telah dibahas di atas.

Namun, fakta yang terjadi saat ini tak sesuai dengan yang diharapkan. Kemandirian ekonomi bagi perempuan tidak melulu mampu mensolusi masalah yang dihadapi oleh keluarga. Yang terjadi malah semakin tahun, keluarga Indonesia semakin terpuruk. Angka perceraian semakin tinggi tiap tahunnya, begitupun kasus KDRT, pemerkosaan, bahkan kasus menjual istri sendiri sebagai budak seks menjadi masalah baru yang merenggut kebahagiaan keluarga itu sendiri.

Lalu, adakah masalah mendasar yang melatarbelakangi problem keluarga menuju keluarga bahagia hari ini selain persoalan ekonomi?

 

Pendidikan Sekuleristik, Menjauhkan Keluarga dari Taqwa

Jika kembali pada hal mendasar yang melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang melanda keluarga saat ini. Maka kita mampu melihat secara jeli, bahwa keluarga hari ini dinaungi oleh kehidupan yang serba sekuler, termasuk dalam hal pendidikan. Kita bisa membayangkan bagaimana kepemimpinan dalam rumah tangga begitu jauh dari aturan agama kita yaitu Islam.

Para suami yang tidak mampu bersikap ma’ruf kepada istrinya, bahkan rela menjualnya untuk ditukar dengan nilai dunia yang semu. Begitupun dengan fungsi seorang istri dan ibu dalam keluarga telah terpisah dari fungsi yang diinginkan oleh syari’at. Para Istri lebih mencari kebagiaan yang bersifat materi sebagai solusi dari masalah keluarga yang mereka hadapi, maka dengan mudah mereka menerima iming-iming kemandirian ekonomi disebabkan takut miskin. Bahkan para istri akhirnya melalaikan peran keistrian dan keibuannya saking menikmati pekerjaan baru sebagai wanita yang berdaya secara ekonomi.

Sungguh kelalaian ini berawal  dari hasil pendidikan yang mereka dapatkan sebelum berkeluarga. Di mana pendidikan kita saat ini hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas akal saja, namun kosong dari nilai ketaqwaan. Mengapa demikian? Sebab, landasan dari sistem pendidikan yang ada adalah sekulerisme (ide pemisahan aturan agama dari kehidupan).  Maka, nilai-nilai sekuler yang diemban oleh manusia akan terus tertancap selama pendidikan berbasis sekulerisme tidak segera dihapuskan. Padahal pendidikan merupakan kunci utama seseorang dalam membentuk pribadi-pribadi sholih dan bertanggungjawab.

Pendidikan berbasis Sekulerisme ini jugalah yang membuat keluarga di Barat tak menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Konsentrasi berkeluarga yang hanya ditujukan untuk meraih kesenangan dalam kehidupan perkawinan dari pada berpikir tentang tanggungjawab. Selain itu, fokus perhatian orang tua di Barat tidak lagi tertuju ke rumah, walaupun dengan alasan yang berbeda-beda. Dan merebaknya kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, sikis maupun seksual menyelimuti keluarga tiap harinya. Bahkan diperkirakan 3,2 juta anak-anak Amerika menyaksikan kekerasan rumah tangga setiap tahunnya (Jurnal Al Insan : Wanita dan Keluarga Citra Sebuah Peradaban, tahun 2006)

 

Sistem Pendidikan Islam, Melahirkan Manusia Bertaqwa

Untuk mencabut nilai-nilai sekuler yang telah menancap pada pendidikan kita saat ini adalah dengan mengganti dasar pendidikan kita dengan pendidikan berbasis Islam. Sebab pendidikan dalam Islam tak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia cerdas akal namun juga menjadi manusia-manusia bertaqwa. Secara, sistem pendidikan yang berbasiskan ideologi Islam berkehendak untuk membangun struktur masyarakat Islam dan disiapkan bagi tegaknya bangunan peradaban mulia yang lahir dari keluarga-keluarga bertaqwa.

Gambaran keluarga bertaqwa hasil dari penerapan sistem pendidikan Islam akan kita dapatkan dalam kehidupan Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam). Pada zaman ini, telah lahir para ulama dan para pemikir besar yang menjadi peletak pondasi peradaban dunia. Yang lahir dari seorang ibu dan ayah, dari keluarga yang sama-sama memiliki cita-cita memajukan agama dan umatnya. Kita mengenal Imam Bukhari, salah seorang dari ahli hadits terbesar sepanjang masa, terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama dan wara’. Ia lahir dari seorang ayah (Ismail) yang menjadi ulama besar ahli hadits, berilmu dan wara’.

Diceritakan, bahwa ketika menjelang wafatnya, ia berkata : “Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat”. Ibunya sangat tekun dan perhatian dalam mendidik beliau. Hingga, ibunya mengajak beliau dan kakak sulungnya, mengunjungi berbagai kota suci, untuk menemui para tokoh dan ulama, dalam rangka berguru ilmu hadits.

Sedangkan, Ibnu Sina, dalam posisinya sebagai orangtua, tidak menekankan pada kecerdasan intelektual semata. Ibnu Sina melihat tiga hal penting dalam Al Quran, dalam rangka perkembangan anak. Yakni pendidikan moral, pengembangan fisik dan perilakunya. Tiga hal ini akan menjadi bekal bagi sang anak dalam menjalani kehidupannya, demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallaahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X