Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.615 views

Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera?

Oleh:

Ifa Mufida, Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Sosial

 

KELUARGA adalah ujung tombak pencetak generasi pengisi peradaban.  Selain itu, keluarga adalah institusi terakhir yang diharapkan menjadi benteng bagi setiap anggota keluarga dari kerusakan moral yang ada di masyarakat. Dalam membangun keluarga, pastinya membutuhkan perencanaan agar tujuan mulia keluarga bisa terwujud. Saat ini, program Keluarga Berencana (KB) telah menjadi program unggulan demi mewujudkan kesejahteraan keluarga. Pertanyaannya, benarkah demikian?

Tema "Hari Keluarga, Hari Kita Semua" dan slogan " Cinta Keluarga, Cinta Terencana" telah terpilih menjadi tema dan slogan yang diusung tahun ini dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada tanggal 29 Juni. Peringatan Harganas kali ini dilaksanakan di Kalsel dengan menghadirkan tamu dari 33 propinsi dengan puncak seremoni pada tanggal 3 sampai 6 Juli.

Dalam web BKKBN (keluargaindonesia.id), dijelaskan bahwa tanggal 29 Juni dinyatakan sebagai tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Kemudian, hari itu dinyatakan sebagai hari kebangkitan keluarga Indonesia. Artinya, Harganas adalah tindak lanjut program KB yang tidak lain adalah upaya pembatasan angka kelahiran. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) jelang peringatan Harganas ke 26 ini.

"Ingat bumi kita ini stagnan, dia tidak berubah, tidak akan bertambah luas. Tanah yang ada dimanfaatkan oleh warga bumi dan semakin berkurang karena populasi manusia yang selalu bertambah. Salah satu upaya untuk meminimalkannya, dengan melaksanakan program Keluarga Berencana," Demikian keterangan gubernur Kalsel dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (4/2).

Dari pernyataan beliau, dapat ditarik sebuah premi bahwa sumber daya alam yang ada di bumi dianggap terbatas. Sedang pertambahan penduduk jika tidak ditekan berakibat tidak akan terpenuhi kebutuhan hidupnya, atau dengan kata lain tidak sejahtera. Pada faktanya sebagian besar kekayaan di bumi ini, justru dikuasai hanya oleh segelintir orang. Inilah ketimpangan yang terjadi, tidak meratanya pemanfaatan sumber daya alam menjadikan sebagian besar penduduk dunia berada di dalam ketidaksejahteraan.

Bermodal fakta banyaknya keluarga yang tidak sejahtera, sistem kapitalis justru menyodorkan pembatasan kelahiran sebagai solusi andalan. Tak sebatas dipromosikan bahkan cenderung dipaksakan. Hingga akhirnya, solusi ini tampak logis untuk diterima. Bahwa masalah ekonomi itu muncul akibat kelangkaan yang disebabkan ketidakseimbangan laju pertambahan manusia dan alat pemuas kebutuhannya. Karenanya pertumbuhan manusia harus dihambat sedemikian rupa, program KB-lah realisasinya.

Solusi lain yang ditawarkan adalah mendorong peningkatan produksi barang dan jasa agar bisa memenuhi kebutuhan manusia. Dan berdasarkan prinsip ekonomi maka agar produksi bisa tercapai dengan modal yang paling rendah adalah dengan memanfaatkan tenaga perempuan yang sejatinya dikenal sebagai pekerja murah. Maka dengan segala iming-iming yang cantik perempuan terus didorong untuk bisa memenuhi market produksi dengan promo kesetaraan gender. Inilah lingkaran setan yang dibuat sistem global saat ini untuk menekan penambahan penduduk dengan mengatasnamakan keluarga berencana, untuk meraih kesejahteraan.

Jika kita mau mengamati lebih  dalam faktanya justru tidak demikian. Dengan semakin banyaknya perempuan yang bekerja untuk mendorong roda perekonomian, justru melahirkan masalah baru yang tak ada habisnya. Bagaimana kita melihat banyak sekali anak yang tidak terurus bahkan tidak mendapatkan didikan yang optimal sehingga kerusakan remaja begitu luar biasa merebak. Angka perceraian juga sangat besar akibat jargon yang mengatasnamakan emansipasi hingga perempuan melupakan batas-batas hak dan kewajiban nya di dalam keluarga.

Dari sini bisa saya katakan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak akan terwujud dengan adanya program KB ataupun program emansipasi wanita. Justru ini menimbulkan banyak permasalahan baru yang merusak tatanan masyarakat. Sebaliknya, kita harusnya bisa memetik bahwa adanya kesejahteraan yang tidak merata jutru karena penerapan sistem kapitalisme-sekuler yang memfasilitasi orang-orang yang rakus dan membenci Islam.

Adapun Islam, sejak 14 abad silam pun telah memiliki perencanaan dalam membangun keluarga. Bahkan, dimulai sejak pencarian pasangan hingga masa depan keluarga di dunia ini. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ath-Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Namun, syariat Islam justru menganjurkan untuk mengawali perencanaan sebuah keluarga dengan memilih calon pasangan yang subur. Sebab, kelak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam akan membanggakan jumlah umatnya di sisi Rabb-Nya (HR. An-Nasa'i). Sebab, Islam memandang masalah kesejahteraan keluarga sama sekali tidak ada hubungannya dengan banyak dan sedikitnya jumlah anak. Sesuai firman Allah, “Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (TQS. Huud: 6).

Dalam Islam, kemiskinan tidak disebabkan oleh kelangkaan melainkan akibat distribusi kekayaan yang tidak berjalan. Menumpuk pada segelintir orang. Fakta ini tak dapat diingkari. Liputan6.com tahun 2018 pernah merilis sebuah artikel yang memperkirakan tahun 2030 nanti, satu persen orang terkaya di dunia akan menguasai 64% kekayaan dunia.

Maka saat terjadi masalah ekonomi pada keluarga (tidak sejahtera), Islam tidak menyelesaikan dengan mengurangi kelahiran. Selain juga, tidak menyerahkan penyelesaiannya pada keluarga semata. Apalagi sampai memberdayakan perempuan. Masalah ekonomi dibebankan pada laki-laki sebagai kepala keluarga dan kepada penguasa sebagai kepala negara.

Negara akan membuka lapangan kerja dan usaha untuk para laki-laki. Juga, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kelancaran setiap usaha warga negaranya. Maka di dalam Islam, laki-laki yang wajib bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedang wanita, boleh berkiprah di dalam masyarakat dengan tanpa melupakan tugas utama di dalam rumah dan bukan mengatasnamakan tujuan ekonomi.

Syariat Islam juga akan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat semua, dan tidak boleh dikuasi oleh segelintir orang saja. Sebagaimana hadist nabi, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api" (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Demikianlah gambaran singkat bagaimana Islam mensejahterakan keluarga. Dalam catatan sejarah, peradaban Islam juga melahirkan pada ilmuwan muslim tangguh yang lahir dari keluarga muslim. Hanya saja, keluarga berencana versi Islam ini hanya akan terwujud dengan penerapan syariat Islam secara totalitas. Wallahu A'lam bi shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Menelan Hoax Pengobatan Covid

Menelan Hoax Pengobatan Covid

Ahad, 09 Aug 2020 08:46

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Ahad, 09 Aug 2020 08:37

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Ahad, 09 Aug 2020 07:55

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Ahad, 09 Aug 2020 07:46

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Ahad, 09 Aug 2020 07:32

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Sabtu, 08 Aug 2020 23:24

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Sabtu, 08 Aug 2020 22:41

Ta’aruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Ta’aruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Sabtu, 08 Aug 2020 22:06

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Sabtu, 08 Aug 2020 21:52

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 21:45

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Sabtu, 08 Aug 2020 21:30

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

Sabtu, 08 Aug 2020 21:26

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 20:45

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Sabtu, 08 Aug 2020 20:22

Mundur... Mundur... Mundur...

Mundur... Mundur... Mundur...

Sabtu, 08 Aug 2020 19:19

Gerindra dan Nepotisme

Gerindra dan Nepotisme

Sabtu, 08 Aug 2020 16:17

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Sabtu, 08 Aug 2020 11:10

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Sabtu, 08 Aug 2020 06:36

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Sabtu, 08 Aug 2020 06:22

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Jum'at, 07 Aug 2020 21:48


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X