Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.194 views

Audrey, Potret Kelamnya Moral Remaja

Oleh:

Fida Hafiyyan Nudiya, S.Pt*

GERIMIS memabasahi hati ini. Dada rasanya sesak sekali saat suami memberi tahu saya semalam, tentang apa yang dilihatnya di sebuah portal berita online. Dunia remaja kini tercoreng lagi, apa kabar moral pelajar? Audrey, sungguh malang sekali nasibmu. Gadis-gadis biadab itu tega sekali menghancurkan masa depanmu.

Belum hilang dari ingatan ini, kasus yang menimpa Eno tahun 2016 lalu. Gadis malang yang menjadi korban kebiadaban pacarnya sendiri, ditusuk gagang cangkul pada organ intimnya. Kini nasib malang menimpa Audrey, seorang gadis berusia 14 tahun yang dikeroyok 12 siswi SMA di Pontianak. Pelakunya bukan laki-laki dewasa ataupun pacarnya, melainkan 12 orang gadis remaja. Saya mencoba menelusuri kronologi kejadiannya.

Pengeroyokan itu terjadi Jumat, 29 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB. Audrey yang berada di rumah dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya yang juga berusia remaja. Ada empat remaja perempuan sedang mengikuti saat itu. Tiba di rumah sepupu, korban lantas dibonceng saudaranya itu. Di tengah jalan Audrey dihampiri pelaku, meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi.

Korban pun tiba di belakang sebuah bangunan. Ada sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu. Seorang diantaranya langsung menyiramkan air ke tubuh Audrey dan menarik rambut, kemudian menendang korban. Meski Audrey terjatuh, pelaku meginjak perut Audrey dan membenturkan kepalanya ke jalan yang ada bebatuan, Audrey dan sepupunya sempat lari.

Audrey meregang sakit, ia sempoyongan menahan terjangan berutbi-tubi anak SMA itu. Mereka tertawa-tawa mendengar rintih perih Audrey. Sebagian menonton, sebagian memukul dan menyiksa Audrey. Mereka semakin gila. Audrey hanya menangus tanpa suara. Matanya tertutup rapat dengan buliran ar mata menderas. Nama ayah dan ibunya terus dipanggil, tak ada balas sahutan. Itu belum cukup. Kegilaan anak-anak SMA ini semakin liar dan ganas, rencana membunuh masa depan Audrey menyergap naluri binatang mereka.

Audrey dirangsek, roknya dipaksa turun. Celananya dipaksa buka. Salah satu dari mereka merogoh kemaluan Audrey, jari tangan salah satu dari anak SMA itu merusak keperawanan Audrey. Begitu keras, Audrey menjerit. Mereka tertawa puas. Audrey menggigil ketakutan. Suara jeritannya begitu menyayat. Tak seorangpun berbelas kasihan.

Meski mencoba kabur, Audrey dikejar pelaku. Saat Audrey turun dari sepeda motor, ia kemudian diperlihatkan isi chat dari aplikasi pesan instan. Tapi Audrey terus dianiaya, hingga ada warga yang melintas kemudian pelaku kabur. Mereka pulang dengan meninggalkan ancaman kepada Audrey “Awas kalau kau lapor!”. Begitu ancamannya. Saat diperiksa di kantor polisi, mereka justru membuat videogram di IG. Seolah tidak terjadi sesuatu. Mirisnya hukum yang ada juga tidak mampu menghukum mereka. Gadis-gadis sadis itu dibiarkan melenggang bebas dalam lindungan UU Perlindungan Anak. Padahal para remaja ini gadis dewasa, yang dalam Islam sudah dikenai taklif (beban) hukum.

Kasus Audrey bukanlah yang pertama, mungkin juga bukan yang terakhir. Dahulu ada Yuyun, siswi SMP yang diperkosa beramai-ramai oleh segerombolan remaja. Lalu dibunuh dan jasadnya dibuang ke jurang. Belum lagi kasus siswa memukuli guru, hingga menjadi kawanan anggota geng motor yang membegal orang lain. Ini baru segelintir kasus yang terjadi di dunia nyata. Di dunia maya, banyak remaja yang melakukan cyberbully. Kekerasan secara verbal atau tulisan di dunia maya begitu marak, sebagian besar pelakunya adalah remaja.

Mereka bersekolah, tetapi jiwanya mati. Banyak faktor yang menjadikan para remaja beringas seperti saat ini. Tidak dapat dipungkiri, banyak orangtua yang mengalami disfungsi. Tidak paham dan tidak fokus dalam mendidik anak, bahkan hanya berperan seperti mesin pencetak anak saja. Tanpa menjalankan perannya sebagai madrasatul ula (sekolah pertama dan utama) bagi anak-anaknya. Mereka mengira hanya dengan member makan, uang, pakaian, gadget, dan keperluan lainnya.

Tidak sedikit juga ayah yang mendidik anaknya dengan kekerasan dan uang. Para ibu juga banyak sekali yang belum menjadi figur teladan bagi anak-anaknya. Cuek dalam pendidikan anak, bahkan belum menjadi pendidik yang inspiratif dan menyenangkan bagi anak-anaknya. Tidak sedikit anak yang menganggap orangtua adalah sosok yang mengerikan di rumah. Alhasil ada yang melampiaskannya dengan mencari berbagai kesenangan dan eksistensi di luar.

Para remaja saat ini juga memiliki ‘panutan’ lain, yakni gadget dan social media yang setiap saat membersamai mereka. Jadilah anak-anak tumbuh dengan jiwa anti-sosial, pemarah, dan miskin empati. Mereka juga tidak mengenal sosok keteladanan dan kepahlawanan. Sehingga mereka lebih mengenal Dilan daripada Umar bin Khattab. Ketika ditanya siapa saja sahabat Nabi, mereka tidak tahu. Tetapi jika ditanya nama-nama artis, dengan lancer disebutkan dari lisan mereka.

Peran Negara juga sangat penting dalam membentuk generasi. Jangan hanya melakukan tindakan kuratif tapi minim preventif, tak cukup menjadi pemadam kebakaran saat api sudah berkobar-kobar melalap apa yang ada di sekitarnya. Para gadis sadis itu juga sudah dewasa, tak cukup hanya dilakukan mediasi atau dimasukan rumah rehabilitasi. Mereka juga layak dijatuhi hukuman jera, usia mereka sudah menginjak aqil baligh. Semoga kejadian ini bisa menjadi tamparan besar bagi para orantua dan Negara agar tak ada Audrey-Audrey lainnya, meski kita tak dapat menjamin. #JusticeForAudrey.* Pembina Komunitas Remaja Muslimah di Yogyakarta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Selasa, 23 Apr 2019 23:05

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Selasa, 23 Apr 2019 22:23

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Selasa, 23 Apr 2019 22:15

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Selasa, 23 Apr 2019 22:01

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Selasa, 23 Apr 2019 21:50

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Selasa, 23 Apr 2019 21:47

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Selasa, 23 Apr 2019 21:42

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Selasa, 23 Apr 2019 21:30

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Selasa, 23 Apr 2019 20:45

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Selasa, 23 Apr 2019 20:27

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Selasa, 23 Apr 2019 19:58

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Selasa, 23 Apr 2019 19:49

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Selasa, 23 Apr 2019 19:06

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Selasa, 23 Apr 2019 18:49

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Selasa, 23 Apr 2019 18:02

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Selasa, 23 Apr 2019 17:38

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Selasa, 23 Apr 2019 16:51

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

Selasa, 23 Apr 2019 15:49

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Selasa, 23 Apr 2019 15:07

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Selasa, 23 Apr 2019 14:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X