Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.146 views

Audrey, Potret Kelamnya Moral Remaja

Oleh:

Fida Hafiyyan Nudiya, S.Pt*

GERIMIS memabasahi hati ini. Dada rasanya sesak sekali saat suami memberi tahu saya semalam, tentang apa yang dilihatnya di sebuah portal berita online. Dunia remaja kini tercoreng lagi, apa kabar moral pelajar? Audrey, sungguh malang sekali nasibmu. Gadis-gadis biadab itu tega sekali menghancurkan masa depanmu.

Belum hilang dari ingatan ini, kasus yang menimpa Eno tahun 2016 lalu. Gadis malang yang menjadi korban kebiadaban pacarnya sendiri, ditusuk gagang cangkul pada organ intimnya. Kini nasib malang menimpa Audrey, seorang gadis berusia 14 tahun yang dikeroyok 12 siswi SMA di Pontianak. Pelakunya bukan laki-laki dewasa ataupun pacarnya, melainkan 12 orang gadis remaja. Saya mencoba menelusuri kronologi kejadiannya.

Pengeroyokan itu terjadi Jumat, 29 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB. Audrey yang berada di rumah dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya yang juga berusia remaja. Ada empat remaja perempuan sedang mengikuti saat itu. Tiba di rumah sepupu, korban lantas dibonceng saudaranya itu. Di tengah jalan Audrey dihampiri pelaku, meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi.

Korban pun tiba di belakang sebuah bangunan. Ada sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu. Seorang diantaranya langsung menyiramkan air ke tubuh Audrey dan menarik rambut, kemudian menendang korban. Meski Audrey terjatuh, pelaku meginjak perut Audrey dan membenturkan kepalanya ke jalan yang ada bebatuan, Audrey dan sepupunya sempat lari.

Audrey meregang sakit, ia sempoyongan menahan terjangan berutbi-tubi anak SMA itu. Mereka tertawa-tawa mendengar rintih perih Audrey. Sebagian menonton, sebagian memukul dan menyiksa Audrey. Mereka semakin gila. Audrey hanya menangus tanpa suara. Matanya tertutup rapat dengan buliran ar mata menderas. Nama ayah dan ibunya terus dipanggil, tak ada balas sahutan. Itu belum cukup. Kegilaan anak-anak SMA ini semakin liar dan ganas, rencana membunuh masa depan Audrey menyergap naluri binatang mereka.

Audrey dirangsek, roknya dipaksa turun. Celananya dipaksa buka. Salah satu dari mereka merogoh kemaluan Audrey, jari tangan salah satu dari anak SMA itu merusak keperawanan Audrey. Begitu keras, Audrey menjerit. Mereka tertawa puas. Audrey menggigil ketakutan. Suara jeritannya begitu menyayat. Tak seorangpun berbelas kasihan.

Meski mencoba kabur, Audrey dikejar pelaku. Saat Audrey turun dari sepeda motor, ia kemudian diperlihatkan isi chat dari aplikasi pesan instan. Tapi Audrey terus dianiaya, hingga ada warga yang melintas kemudian pelaku kabur. Mereka pulang dengan meninggalkan ancaman kepada Audrey “Awas kalau kau lapor!”. Begitu ancamannya. Saat diperiksa di kantor polisi, mereka justru membuat videogram di IG. Seolah tidak terjadi sesuatu. Mirisnya hukum yang ada juga tidak mampu menghukum mereka. Gadis-gadis sadis itu dibiarkan melenggang bebas dalam lindungan UU Perlindungan Anak. Padahal para remaja ini gadis dewasa, yang dalam Islam sudah dikenai taklif (beban) hukum.

Kasus Audrey bukanlah yang pertama, mungkin juga bukan yang terakhir. Dahulu ada Yuyun, siswi SMP yang diperkosa beramai-ramai oleh segerombolan remaja. Lalu dibunuh dan jasadnya dibuang ke jurang. Belum lagi kasus siswa memukuli guru, hingga menjadi kawanan anggota geng motor yang membegal orang lain. Ini baru segelintir kasus yang terjadi di dunia nyata. Di dunia maya, banyak remaja yang melakukan cyberbully. Kekerasan secara verbal atau tulisan di dunia maya begitu marak, sebagian besar pelakunya adalah remaja.

Mereka bersekolah, tetapi jiwanya mati. Banyak faktor yang menjadikan para remaja beringas seperti saat ini. Tidak dapat dipungkiri, banyak orangtua yang mengalami disfungsi. Tidak paham dan tidak fokus dalam mendidik anak, bahkan hanya berperan seperti mesin pencetak anak saja. Tanpa menjalankan perannya sebagai madrasatul ula (sekolah pertama dan utama) bagi anak-anaknya. Mereka mengira hanya dengan member makan, uang, pakaian, gadget, dan keperluan lainnya.

Tidak sedikit juga ayah yang mendidik anaknya dengan kekerasan dan uang. Para ibu juga banyak sekali yang belum menjadi figur teladan bagi anak-anaknya. Cuek dalam pendidikan anak, bahkan belum menjadi pendidik yang inspiratif dan menyenangkan bagi anak-anaknya. Tidak sedikit anak yang menganggap orangtua adalah sosok yang mengerikan di rumah. Alhasil ada yang melampiaskannya dengan mencari berbagai kesenangan dan eksistensi di luar.

Para remaja saat ini juga memiliki ‘panutan’ lain, yakni gadget dan social media yang setiap saat membersamai mereka. Jadilah anak-anak tumbuh dengan jiwa anti-sosial, pemarah, dan miskin empati. Mereka juga tidak mengenal sosok keteladanan dan kepahlawanan. Sehingga mereka lebih mengenal Dilan daripada Umar bin Khattab. Ketika ditanya siapa saja sahabat Nabi, mereka tidak tahu. Tetapi jika ditanya nama-nama artis, dengan lancer disebutkan dari lisan mereka.

Peran Negara juga sangat penting dalam membentuk generasi. Jangan hanya melakukan tindakan kuratif tapi minim preventif, tak cukup menjadi pemadam kebakaran saat api sudah berkobar-kobar melalap apa yang ada di sekitarnya. Para gadis sadis itu juga sudah dewasa, tak cukup hanya dilakukan mediasi atau dimasukan rumah rehabilitasi. Mereka juga layak dijatuhi hukuman jera, usia mereka sudah menginjak aqil baligh. Semoga kejadian ini bisa menjadi tamparan besar bagi para orantua dan Negara agar tak ada Audrey-Audrey lainnya, meski kita tak dapat menjamin. #JusticeForAudrey.* Pembina Komunitas Remaja Muslimah di Yogyakarta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Senin, 27 Jan 2020 06:05

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Senin, 27 Jan 2020 05:45

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Ahad, 26 Jan 2020 22:00

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Ahad, 26 Jan 2020 20:00

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Ahad, 26 Jan 2020 19:06

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Ahad, 26 Jan 2020 16:37

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

Ahad, 26 Jan 2020 15:40

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Ahad, 26 Jan 2020 13:00

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 11:30

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Ahad, 26 Jan 2020 11:15

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Ahad, 26 Jan 2020 11:01

Korupsi dan Demokrasi

Korupsi dan Demokrasi

Ahad, 26 Jan 2020 10:58

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 10:32

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Ahad, 26 Jan 2020 09:37

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Sabtu, 25 Jan 2020 23:59

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Sabtu, 25 Jan 2020 22:45

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Sabtu, 25 Jan 2020 22:15

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Sabtu, 25 Jan 2020 22:06

Uyghur Vs Hantu Corona China

Uyghur Vs Hantu Corona China

Sabtu, 25 Jan 2020 21:20

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 25/01/2020 21:20

Uyghur Vs Hantu Corona China