Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.055 views

Selamatkan Para Bayi dengan Terapkan Aturan Islam

 

Oleh:

N. Vera Khairunnisa

 

BAGI sebagian perempuan, memiliki buah hati merupakan hal yang sangat didambakan. Ketika hamil, mereka selalu mengelus perut dan berharap bayinya baik-baik saja. Setelah bayi itu lahir, kegembiraan menyelimuti hati mereka, dan mampu menghapus segala sakit yang dirasakan ketika melahirkan. Itu semua berangkat dari naluri seorang ibu.

Namun sayang sekali, ada sebagian ibu yang kehilangan nalurinya. Merekalah para ibu yang senantiasa merasakan putus asa dan lemah. Baik dalam menghadapi kehamilan, maupun melahirkan. Akibatnya, bayi mungil  yang tak berdosa kerap menjadi korban.

Seperti yang terjadi di Purwakarta. Seorang bayi perempuan berusia lima bulan dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya sendiri. Beruntung, kondisi bayi masih bisa diselamatkan. Ditemukan dalam kondisi yang sangat kritis, ia mengalami hipotermia. Akibatnya, bayi malang itu harus mendapatkan perawatan di RSUD Bayi Asih.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Kiarapedes Purwakarta, Iptu Toto Herman Permana. Ia mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa saat usia kandungannya sekitar tujuh bulan.

"Diduga ibu korban mengubur anaknya sendiri di belakang rumah, saat suaminya tidak ada karena sedang kerja ke kebun. Ibu bayi mengalami depresi," kata Toto.

Kasus ini menambah daftar panjang para ibu yang tega berlaku keji terhadap anak-anak mereka. Dua bulan lalu, di Lombok ada seorang ibu yang dengan bengis menggorok leher anaknya menggunakan parang.

Mengapa seorang Ibu, yang seharusnya menjadi pelindung buat anak-anaknya, justru malah menjadi penjahat yang mengantarkan anaknya menuju kematian?

Biasanya, masyarakat dan pemerintahan menyimpulkan bahwa semua ini terjadi akibat stress atau depresi. Seperti kasus yang terjadi di Purwakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta meminta para bidan desa untuk semakin proaktif memantau perkembangan setiap ibu hamil dan pascamelahirkan. Ini ditujukan untuk mencegah dampak buruk dari baby blues syndrome yang wajar terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Hal ini karena diketahui, sang ibu, W (35), diduga mengalami psikis kejiwaan selepas melahirkan.

Benarkah kesimpulan ini?

Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Penyebabnya bisa banyak. Intinya, orang yang depresi adalah orang yang putus asa dan lemah dalam menghadapi beratnya ujian hidup.

Hari ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kondisi ekonomi yang teramat sulit. Harga-harga yang kian mahal semakin membuat masyarakat berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, sehingga masyarakat banyak yang pengangguran.

Pengamat Ekonomi Imaduddin Abdullah mengungkapkan, ekonomi menjadi pemicu timbulnya stress di masyarakat, terutama di Indonesia. Dalam sejumlah kasus, Imaduddin menyatakan, faktor ekonomi bisa menjadi alasan seseorang bunuh diri atau berperilaku kriminal. (www. republika. co. id, 14/04/2017)

Masyarakat yang sudah bekerja pun, tidak sedikit yang harus menarik napas dalam-dalam, karena imbalan yang diterima tidak sepadan dengan kerja keras yang sudah dilakukan. Seperti para petani misalnya. Mereka harus mengelus dada ketika keringat mereka dibayar dengan upah rendah.

Seorang ibu hamil yang merupakan istri petani pun harus mempersiapkan segala kebutuhannya untuk melahirkan. Padahal hari ini, biaya lahiran dan segala keperluan terhitung mahal. Setelah bayi lahir, tugas dan kewajibannya kian bertambah. Sementara tidak ada yang bisa membantu, karena suami pun sibuk mencari nafkah. Dua hal tersebut adalah sebagian penyebab seorang ibu stres pasca melahirkan.

Semua kesulitan ekonomi ini diakibatkan oleh kebijakan ekonomi liberal yang diterapkan di negeri ini dengan aturan yang menguntungkan para pemilik modal, dan merugikan rakyat miskin.

Di sisi lain, Indonesia juga menerapkan sistem pendidikan yang berbasis sekulerisme. Sebuah paham yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Akibatnya, keimanan masyarakat jadi lemah. Sehingga, kondisi hidup yang sulit bisa menyebabkan mereka melakukan kejahatan.

Saatnya Kembali Pada Aturan Islam

Semua problem ini tidak akan terjadi jika pemerintah menerapkan sistem ekonomi Islam. SDA Indonesia yang melimpah, akan sangat mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Para ibu-ibu yang hamil dan menyusui, juga ibu-ibu yang lemah dan miskin, akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sebab dalam Islam, pemimpin bertanggung jawab terhadap seluruh rakyat. Dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Catatan sejarah telah memberikan bukti tentang hal ini.

Misalnya saja pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab (634 - 644 M), ia biasa berpatroli keliling Madinah setiap malamnya. Satu malam pernah Umar bersama Ummu Kultsum, istrinya, membantu persalinan seorang ibu, sembari Umar menemani suaminya, hingga lahirlah bayi ibu tersebut. Begitu kagetnya sang suami mengetahui bahwa yang menemani dan membantunya adalah Amirul Mu’minin. Pada malam lain, Umar mendapati ada anak-anak yang menangis kelaparan, lalu ibunya berpura-pura memasak, padahal hanya mendidihkan air, berharap agar anaknya yang kelaparan menunggu dan tertidur. Melihat itu, Khalifah Umar bersegera mengambil sekarung gandum yang beliau bawa sendiri dan diberikan kepada ibu tersebut. (Al-Bidayah wa an-Nihayah, 7/153-154).

Umar bin Khattab radhiallahu‘anhu menetapkan santunan dari Baitul Mal bagi anak-anak yang telah selesai masa penyapihannya (menyusui). Yakni usia di atas dua tahun. Mengetahui kebijakan demikian, para ibu mempercepat masa penyapihan anak-anaknya. Mereka ingin segera mendapat santunan pemerintah, demi meringankan beban rumah tangga. Umar terkejut melihat respon ibu-ibu itu. Lalu ia bertekad, meninggalkan tempat tidur. Kemudian ia haramkan matanya untuk terlelap. Dan hampir-hampir orang yang shalat mendengar jelas suara Umar ketika membaca Alquran (dalam shalat). Suara tangisnya meninggi terpengaruh dengan ayat yang ia baca. Seusai shalat, Umar mengeluarkan kebijakan, santunan diberikan kepada setiap anak sejak mereka dilahirkan. Ia tempuh kebijakan ini demi menjaga dan melindungi anak-anak. Dan juga menyenangkan hati para ibu yang sedang menyusui (Thabaqat Ibnu Said, (III: 298); ar-Riyadh an-Nadhirah, (II: 389); dan ath-Thifl fi asy-Syari’ah al-Islamiyah).

MasyaAllah. Betapa mulia hati Umar. Tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin tak diragukan lagi. Semua ini dilakukan Umar karena kecintaan ia terhadap Allah dan Rasulnya. Dan karena takutnya Umar terhadap ancaman siksa dari Allah swt. Sebab jika ada rakyatnya yang kesulitan, sementara dia lalai akan hal itu, maka dia harus siap mempertanggungjawabkannya kelak di hari akhir.

Selain penerapan sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan juga merupakan hal mendasar yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah. Sistem pendidikan dalam Islam berbasis akidah Islam. Bertujuan membetuk kepribadian Islam. Tercapainya tujuan pendidikan ini akan mencegah terjadinya berbagai tindakan kriminal atau kemaksiatan.

Output yang dihasilkan dari sistem pendidikan Islam, bisa kita lihat pada generasi para sahabat dan masa setelahnya. Sesulit atau seberat apapun masalah yang dihadapi, tidak akan membuat mereka lupa diri. Sebab hati mereka selalu dipenuhi keimanan dan ketakwaan. Mereka lah generasi yang memiliki hati yang bening dan pikiran yang jernih.

Para ayahnya merupakan ayah yang bertanggung jawab dan petarung di kancah dunia. Para ibunya merupakan sosok yang tangguh, termasuk orang yang mampu mencetak generasi unggul dan takwa. Bukan para ibu berhati keruh yang tega menghilangkan nyawa seperti yang terjadi hari ini.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya tindakan kriminalitas, jalan satu-satunya adalah dengan menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan mampu menyejahterakan rakyat, juga dengan menerapkan sistem pendidikan Islam, yang akan melahirkan generasi bermental kuat.

Hanya saja, penerapan sistem ekonomi dan sistem pendidikan Islam, hanya bisa dilakukan oleh sebuah negara yang berbasis ideologi Islam, yakni khilafah. Semoga khilafah segera tegak, agar para bayi tidak lagi jadi korban kebiadaban para ibu yang lemah iman. Aamiin. Wallahua'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X