Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.876 views

Selamatkan Para Bayi dengan Terapkan Aturan Islam

 

Oleh:

N. Vera Khairunnisa

 

BAGI sebagian perempuan, memiliki buah hati merupakan hal yang sangat didambakan. Ketika hamil, mereka selalu mengelus perut dan berharap bayinya baik-baik saja. Setelah bayi itu lahir, kegembiraan menyelimuti hati mereka, dan mampu menghapus segala sakit yang dirasakan ketika melahirkan. Itu semua berangkat dari naluri seorang ibu.

Namun sayang sekali, ada sebagian ibu yang kehilangan nalurinya. Merekalah para ibu yang senantiasa merasakan putus asa dan lemah. Baik dalam menghadapi kehamilan, maupun melahirkan. Akibatnya, bayi mungil  yang tak berdosa kerap menjadi korban.

Seperti yang terjadi di Purwakarta. Seorang bayi perempuan berusia lima bulan dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya sendiri. Beruntung, kondisi bayi masih bisa diselamatkan. Ditemukan dalam kondisi yang sangat kritis, ia mengalami hipotermia. Akibatnya, bayi malang itu harus mendapatkan perawatan di RSUD Bayi Asih.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Kiarapedes Purwakarta, Iptu Toto Herman Permana. Ia mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa saat usia kandungannya sekitar tujuh bulan.

"Diduga ibu korban mengubur anaknya sendiri di belakang rumah, saat suaminya tidak ada karena sedang kerja ke kebun. Ibu bayi mengalami depresi," kata Toto.

Kasus ini menambah daftar panjang para ibu yang tega berlaku keji terhadap anak-anak mereka. Dua bulan lalu, di Lombok ada seorang ibu yang dengan bengis menggorok leher anaknya menggunakan parang.

Mengapa seorang Ibu, yang seharusnya menjadi pelindung buat anak-anaknya, justru malah menjadi penjahat yang mengantarkan anaknya menuju kematian?

Biasanya, masyarakat dan pemerintahan menyimpulkan bahwa semua ini terjadi akibat stress atau depresi. Seperti kasus yang terjadi di Purwakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta meminta para bidan desa untuk semakin proaktif memantau perkembangan setiap ibu hamil dan pascamelahirkan. Ini ditujukan untuk mencegah dampak buruk dari baby blues syndrome yang wajar terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Hal ini karena diketahui, sang ibu, W (35), diduga mengalami psikis kejiwaan selepas melahirkan.

Benarkah kesimpulan ini?

Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Penyebabnya bisa banyak. Intinya, orang yang depresi adalah orang yang putus asa dan lemah dalam menghadapi beratnya ujian hidup.

Hari ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kondisi ekonomi yang teramat sulit. Harga-harga yang kian mahal semakin membuat masyarakat berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, sehingga masyarakat banyak yang pengangguran.

Pengamat Ekonomi Imaduddin Abdullah mengungkapkan, ekonomi menjadi pemicu timbulnya stress di masyarakat, terutama di Indonesia. Dalam sejumlah kasus, Imaduddin menyatakan, faktor ekonomi bisa menjadi alasan seseorang bunuh diri atau berperilaku kriminal. (www. republika. co. id, 14/04/2017)

Masyarakat yang sudah bekerja pun, tidak sedikit yang harus menarik napas dalam-dalam, karena imbalan yang diterima tidak sepadan dengan kerja keras yang sudah dilakukan. Seperti para petani misalnya. Mereka harus mengelus dada ketika keringat mereka dibayar dengan upah rendah.

Seorang ibu hamil yang merupakan istri petani pun harus mempersiapkan segala kebutuhannya untuk melahirkan. Padahal hari ini, biaya lahiran dan segala keperluan terhitung mahal. Setelah bayi lahir, tugas dan kewajibannya kian bertambah. Sementara tidak ada yang bisa membantu, karena suami pun sibuk mencari nafkah. Dua hal tersebut adalah sebagian penyebab seorang ibu stres pasca melahirkan.

Semua kesulitan ekonomi ini diakibatkan oleh kebijakan ekonomi liberal yang diterapkan di negeri ini dengan aturan yang menguntungkan para pemilik modal, dan merugikan rakyat miskin.

Di sisi lain, Indonesia juga menerapkan sistem pendidikan yang berbasis sekulerisme. Sebuah paham yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Akibatnya, keimanan masyarakat jadi lemah. Sehingga, kondisi hidup yang sulit bisa menyebabkan mereka melakukan kejahatan.

Saatnya Kembali Pada Aturan Islam

Semua problem ini tidak akan terjadi jika pemerintah menerapkan sistem ekonomi Islam. SDA Indonesia yang melimpah, akan sangat mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Para ibu-ibu yang hamil dan menyusui, juga ibu-ibu yang lemah dan miskin, akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sebab dalam Islam, pemimpin bertanggung jawab terhadap seluruh rakyat. Dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Catatan sejarah telah memberikan bukti tentang hal ini.

Misalnya saja pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab (634 - 644 M), ia biasa berpatroli keliling Madinah setiap malamnya. Satu malam pernah Umar bersama Ummu Kultsum, istrinya, membantu persalinan seorang ibu, sembari Umar menemani suaminya, hingga lahirlah bayi ibu tersebut. Begitu kagetnya sang suami mengetahui bahwa yang menemani dan membantunya adalah Amirul Mu’minin. Pada malam lain, Umar mendapati ada anak-anak yang menangis kelaparan, lalu ibunya berpura-pura memasak, padahal hanya mendidihkan air, berharap agar anaknya yang kelaparan menunggu dan tertidur. Melihat itu, Khalifah Umar bersegera mengambil sekarung gandum yang beliau bawa sendiri dan diberikan kepada ibu tersebut. (Al-Bidayah wa an-Nihayah, 7/153-154).

Umar bin Khattab radhiallahu‘anhu menetapkan santunan dari Baitul Mal bagi anak-anak yang telah selesai masa penyapihannya (menyusui). Yakni usia di atas dua tahun. Mengetahui kebijakan demikian, para ibu mempercepat masa penyapihan anak-anaknya. Mereka ingin segera mendapat santunan pemerintah, demi meringankan beban rumah tangga. Umar terkejut melihat respon ibu-ibu itu. Lalu ia bertekad, meninggalkan tempat tidur. Kemudian ia haramkan matanya untuk terlelap. Dan hampir-hampir orang yang shalat mendengar jelas suara Umar ketika membaca Alquran (dalam shalat). Suara tangisnya meninggi terpengaruh dengan ayat yang ia baca. Seusai shalat, Umar mengeluarkan kebijakan, santunan diberikan kepada setiap anak sejak mereka dilahirkan. Ia tempuh kebijakan ini demi menjaga dan melindungi anak-anak. Dan juga menyenangkan hati para ibu yang sedang menyusui (Thabaqat Ibnu Said, (III: 298); ar-Riyadh an-Nadhirah, (II: 389); dan ath-Thifl fi asy-Syari’ah al-Islamiyah).

MasyaAllah. Betapa mulia hati Umar. Tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin tak diragukan lagi. Semua ini dilakukan Umar karena kecintaan ia terhadap Allah dan Rasulnya. Dan karena takutnya Umar terhadap ancaman siksa dari Allah swt. Sebab jika ada rakyatnya yang kesulitan, sementara dia lalai akan hal itu, maka dia harus siap mempertanggungjawabkannya kelak di hari akhir.

Selain penerapan sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan juga merupakan hal mendasar yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah. Sistem pendidikan dalam Islam berbasis akidah Islam. Bertujuan membetuk kepribadian Islam. Tercapainya tujuan pendidikan ini akan mencegah terjadinya berbagai tindakan kriminal atau kemaksiatan.

Output yang dihasilkan dari sistem pendidikan Islam, bisa kita lihat pada generasi para sahabat dan masa setelahnya. Sesulit atau seberat apapun masalah yang dihadapi, tidak akan membuat mereka lupa diri. Sebab hati mereka selalu dipenuhi keimanan dan ketakwaan. Mereka lah generasi yang memiliki hati yang bening dan pikiran yang jernih.

Para ayahnya merupakan ayah yang bertanggung jawab dan petarung di kancah dunia. Para ibunya merupakan sosok yang tangguh, termasuk orang yang mampu mencetak generasi unggul dan takwa. Bukan para ibu berhati keruh yang tega menghilangkan nyawa seperti yang terjadi hari ini.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya tindakan kriminalitas, jalan satu-satunya adalah dengan menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan mampu menyejahterakan rakyat, juga dengan menerapkan sistem pendidikan Islam, yang akan melahirkan generasi bermental kuat.

Hanya saja, penerapan sistem ekonomi dan sistem pendidikan Islam, hanya bisa dilakukan oleh sebuah negara yang berbasis ideologi Islam, yakni khilafah. Semoga khilafah segera tegak, agar para bayi tidak lagi jadi korban kebiadaban para ibu yang lemah iman. Aamiin. Wallahua'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Jum'at, 19 Jul 2019 15:00

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Jum'at, 19 Jul 2019 14:10

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Jum'at, 19 Jul 2019 14:05

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Jum'at, 19 Jul 2019 13:54

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Jum'at, 19 Jul 2019 13:37

Kapal Perang AS Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz

Kapal Perang AS Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz

Jum'at, 19 Jul 2019 13:31

PBB: Booming Kejahatan Transnasional Pengaruhi Destabilisasi di Asia Tenggara

PBB: Booming Kejahatan Transnasional Pengaruhi Destabilisasi di Asia Tenggara

Jum'at, 19 Jul 2019 13:30

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Jum'at, 19 Jul 2019 13:02

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Jum'at, 19 Jul 2019 09:34

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Jum'at, 19 Jul 2019 08:17

Bisnis yang Membunuh

Bisnis yang Membunuh

Jum'at, 19 Jul 2019 07:32

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Jum'at, 19 Jul 2019 07:20

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jum'at, 19 Jul 2019 06:40

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Jum'at, 19 Jul 2019 05:45

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Jum'at, 19 Jul 2019 04:46

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Jum'at, 19 Jul 2019 03:49

Sepele Makanan

Sepele Makanan

Jum'at, 19 Jul 2019 02:37

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 19/07/2019 13:02

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut