Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.109 views

Label Coronajihad: Teror Fobia Islam di Tengah Wabah

 

Oleh:

Isma Nur Diana S.Pd

Anggota Tim Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

DI TENGAH pandemi Covid-19, umat Islam di berbagai negeri menjadi korban tindakan diskriminasi dan kebencian warga non-Muslim. Di India, kampanye kebencian terhadap Muslim dilakukan dengan label ‘Coronajihad’, yang mencakup pernyataan seperti: ‘Membersihkan India dari Muslim’ dan ‘Operator epidemi Covid-19.'Label ini menggambarkan Muslim sebagai penyebab di balik coronavirus. 

Menurut data yang dibagikan kepada TIME oleh Equality Labs, sebuah kelompok hak asasi manusia digital. trending topik di Twitter dengan tagar #coronajihad telah muncul hampir 300.000 kali dan berpotensi dilihat oleh 165 juta orang di twitter. 

Amir Ali, asisten profesor ilmu politik di Universitas Jawaharlal Nehru di Delhi, mengatakan: “Otoritas India telah menghubungkan beberapa kasus Covid-19 dengan kelompok  Muslim yang mengadakan konferensi tahunannya di Delhi pada awal Maret. Para pejabat kesehatan pun berlomba melacak siapa saja yang berhubungan dengan para peserta. Ketakutan akan Coronavirus dan ketegangan agama sudah puncaknya di India dan tidak butuh waktu lama bagi kedua kekuatan tersebut untuk berbaur.” 

Beredar video-video yang mengklaimanggota kelompok Muslim meludahi polisi, dengan cepat menjadi viral di media sosial. Hal ini memperburuk suasana yang sudah berbahaya bagi umat Islam. ‘Fobia Islam telah dialihkan ke masalah Coronavirus.’  

Beredar pula unggahan video melalui Facebook, YouTube dan Twitter mengenai seorang pedagang yang sengaja meludahi makanan yang sedang dia bungkus. Unggahan video menyebutkan aksi tersebut dengan judul “Corona Jihad.” Padahal unggahan tersebut sudah pernah tayang di YouTube pada 26 April 2019 dan sudah pernah dibahas pada 1 Mei 2019 dalam artikel laman feedme.com.my. Ini membuktikan bahwa video Facebook itu tidak ada kaitannya dengan Virus Corona, bahkan pada April 2019 Virus Corona belum terjadi.

Klarifikasi pun banyak dilakukan untuk membongkar kebohongan berita yang beredar, salah satunya di akun YouTube “the quint” dengan pemandu seorang remaja India yang menyebutkan: “Internet penuh dengan berita bohong, terkait dengan pandemi corona virus.” Ada sejumlah pesan dan postingan yang menebar kebencian terhadap Islam yang menggunankan beberapa klaim dari video lama yang dibuat jauh sebelum pandemi ini terjadi dan tidak terkait dengan penyebaran Virus Corona ini. 

Satu di antara video yang viral adalah komunitas Muslim menyebarkan virus Corona dengan menjilati sendok makanan sebelum makanan itu disajikan. Padahal video ini dibuat Juli 2018, lama sebelum pandemi Covid-19 ini merebak. Fakta berikutnya adalah komunitas Muslim di video tersebut adalah Komunitas Dawoodi Bohras yang sedang melakukan ritual menjilati alat makan yang telah digunakan, sebagai bagian dari keyakinan mereka untuk tidak menyisakan sedikit pun makanan, hal ini juga merupakan tradisi kehidupan mereka.

Meskipun artikel yang menghina Islam dibagikan oleh ribuan akun online. Pemerintah tidak mengambil tindakan apa pun terhadap mereka.Mengapa demikian? Ya, tentu saja, fobia Islam/rasa takut  atau kebencian terhadap Islam adalah upaya besar dari negara-negara Barat dan antek-anteknya untuk mencegah bangkitnya kekuatan Islam dalam bentuk institusi kenegaraan dalam kancah Internasional. Fobia Islam telah menjadi halusinasi yang dipelihara sebagai bukti ketakutan yang tidak bisa dipungkiri.

Berbagai upaya dilakukan Barat untuk mendiskriditkan Islam, baik ajarannya atau pun pemeluknya. Tujuannya berupaya menanamkan persepsi bahwa Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, lebih rendah dibanding budaya Barat dan lebih berupa ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama.

Munculnya kesadaran umat akan Islam sebagai din yang mengatur kehidupan dunia secara kaffah di negeri-negeri Muslim, telah menjadi "teror" bagi Barat dan antek anteknya. Karena akan membangkitkan Islam sebagai kekuatan politik yang meminggirkan kezaliman dan keserakahan mereka.

Narasi Barat dan antek-anteknya atas nama perang melawan terorisme, radikalisme dan ekstrimisme dengan target memerangi Islam dan umat Islam terus menerus dikampanyekan para penguasa Barat untuk membenarkan tindakan kejam mereka. Ini dilakukan di belahan dunia yang minoritas Muslim, bahkan di negara yang mayoritas Muslim pun narasi ini kencang didengungkan. Rezim komunis Cina melakukan tindakan keji terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur, rezim Hindu menyerang umat Islam di India, rezim Budha menindas umat Islam di Arakan, Myanmar.

Kebencian terhadap Islam ditegaskan lagi dalam bentuk kebijakan-kebijakan fobia Islam di Barat yang dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim demokrasi, seperti Prancis. Negara ini melarang pemakaian hijab dan menghukum pemakainya.

Bahkan pandemi Covid-19 yang mendunia ini pun, mereka mengupayakan untuk menisbatkan kesalahannya kepada umat Islam dengan label #coronajihad. Maka, label Coronajihad merupakan teror fobia Islam di tengah wabah. Tujuannya untuk menggambarkan Muslim sebagai penyebab di balik pandemi ini.

Sayangnya upaya ini tidak berhasil membuat umat takut terhadap Islam. Bahkan fakta menunjukkan teror fobia Islam di Barat telah menyebabkan semakin banyak orang Barat yang tertarik pada Islam dan memeluk Islam secara berbondong-bondong setelah mereka mencari tahu kebenarannya. Islam sebagai ajaran Ilahiyah yang mampu menghantarkan kepada rahmatan lil alamin. Sejatinya Barat menyadari bahwa masyarakat sedang bergerak ke arah Islam.

Bagaimana sikap kita? Umat Islam harus senantiasa mendalami fakta dari fobia Islam ini. Membongkar makar jahatnya dan membuka tabir siapa pelaku dari penyebar fitnah keji terhadap Islam ini. Kita pun harus menjelaskan bagaimana Islam dan solusi tuntasnya yang cemerlang dalam setiap permasalahan kehidupan.

Umat Islam pun harus semakin jelas memperlihatkan identitas keislamannya. Menangkal virus fobia Islam hanya bisa dilakukan dengan menampakkan kebenaran, keindahan, kemuliaan dan kesempurnaan ajaran Islam.  Islam sebagai ideologi yang akan menjadi kompas dan solusi paripurna dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan.

Kita bisa berkaca pada masa awal Rasulullah dan para sahabatnya mendakwahkan Islam. Rasul dan para sahabatnya juga tidak luput dari serangan kebencian yang dilakukan oleh kaum Kafir Makkah. Para musuh Islam tidak akan pernah berhenti menebarkan ketakutan pada sesuatu yang sesungguhnya tak beralasan.

Dengan meneladani Rasulullah SAW, umat Muslim hendaknya menyadari bahwa ini adalah ujian untuk mengukur seberapa tabah dan kuat umat Islam menggenggam akidahnya. Sebagai umat beriman kita juga tentu memahami sepenuhnya, bahwa visi seorang Muslim bukan hanya dunia, tetapi juga menggapai ridha-Nya untuk jalan keselamatan akhirat. Karenanya para pejuang agama Allah, tidak perlu gentar dengan fitnah orang-orang yang benci kepada Islam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Senin, 25 May 2020 21:14

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Senin, 25 May 2020 20:45

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Senin, 25 May 2020 20:36

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Senin, 25 May 2020 20:18

Pemerintah Afghanistan Bebaskan Sekitar 100 Tahanan Taliban Menyusul Gencatan Senjata Idul Fitri

Pemerintah Afghanistan Bebaskan Sekitar 100 Tahanan Taliban Menyusul Gencatan Senjata Idul Fitri

Senin, 25 May 2020 20:15

Ratusan Tentara Bayaran Rusia Ditarik Mundur dari Tripoli Setelah Kekalahan Pasukan Haftar

Ratusan Tentara Bayaran Rusia Ditarik Mundur dari Tripoli Setelah Kekalahan Pasukan Haftar

Senin, 25 May 2020 19:46

Pesan Idul Fitri Haedar Nashir: Tak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai

Pesan Idul Fitri Haedar Nashir: Tak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai

Senin, 25 May 2020 17:25

Cegah Penularan Covid-19, Senator Berharap Masyarakat Tak Silaturrahmi Idul Fitri Secara Fisik

Cegah Penularan Covid-19, Senator Berharap Masyarakat Tak Silaturrahmi Idul Fitri Secara Fisik

Senin, 25 May 2020 09:54

Penerapan Nilai Kefitrian Menuju New Normal

Penerapan Nilai Kefitrian Menuju New Normal

Senin, 25 May 2020 08:59

[Hoax] Surat Rapid Test kepada Ulama Modus Operandi PKI

[Hoax] Surat Rapid Test kepada Ulama Modus Operandi PKI

Senin, 25 May 2020 06:39

Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Ahad, 24 May 2020 22:00

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 21:45

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Ahad, 24 May 2020 21:34

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 09:35

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

Ahad, 24 May 2020 08:51

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

Ahad, 24 May 2020 07:44


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X