Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.817 views

Rencana Pindah Ibukota di Tengah Wabah, Realistiskah?

 

Oleh: Yuliana

Di tengah kesulitan dunia termasuk Indonesia menghadapi serangan virus Covid-19 (Corona), hampir seluruh pemimpin dunia kewalahan dan berpikir keras menghadapi penyebaran virus Covid-19 yang telah menelan ribuan nyawa tersebut tidak terkecuali China yang merupakan negara pertama penyebar virus Covid-19. Akan tetapi lain halnya dengan negara yang baru berkembang Indonesia, pemimpin dan para jajarannya malah sibuk memikirkan proyek pemindahan ibukota yang tidak tahu untuk siapa.  Anehnya, pemerintah malah membuka rekening khusus untuk menampung donasi dari pelaku usaha guna membantu penanganan wabah virus corona.  

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemindahan Ibukota tetap berjalan. Bahkan kementerian terkait sudah melakukan komunikasi dengan beberapa investor untuk pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur.  

Pemerintah semakin memperlihatkan watak aslinya sebagai "pengusaha" di dalam sistem kapitalisme. Pemerintah tidak bertindak sebagai pengayom yang seharusnya fokus mereka mengurusi urusan rakyat dan menangani penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas dan memakan banyak korban.  Entah apa yang ada di balik proyek pemindahan ibu kota ini, yang jelas dalam sistem kapitalisme sudah menjadi hal yang lumrah ketika keuntungan pemilik modal lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat.

Indonesia menganut sistem demokrasi di mana semuanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Nyatanya memang semuanya "dari rakyat". Selama ini rakyat pasrah saja dibebani berbagai kenaikan harga pokok akibat pencabutan berbagai subsidi. Pajak pun naik dalam beberapa sektor yang artinya rakyat dipaksa untuk mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak sebanding dengan pemasukan.

"Oleh rakyat",  pernyataan ini juga tidak salah karena saat ini justru rakyatlah yang secara mandiri menangani penyebaran virus Covid-19 sampai turun ke jalan membantu mereka yang terdampak sangat parah secara ekonomi dan kesehatan. Akan tetapi semboyan "untuk rakyat" nyatanya tidak berlaku, yang ada adalah "untuk konglomerat". Bagaimana tidak, opsi pemindahan ibukota tetap akan dilanjutkan di tengah kesulitan rakyat Indonesia menghadapi virus Covid-19 dan keterpurukan perekonomian.

Dalam menghadapi kesulitan ini, seharusnya pemerintah hadir untuk rakyat. Lakukan yang seharusnya dilakukan, bukan hanya beretorika saling mengeluarkan statement seolah menjadi solusi padahal hanya ilusi. Ini semua tidak menyelesaikan masalah dan hanya menunjukkan bahwa pemerintah "gagap" dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 ini. Hal ini terlihat dari berubah-ubahnya kebijakan pemerintah yang bersikukuh tidak mau menerapkan "lockdown" yang diatur dalam undang-undang karantina no. 6 tahun 2018.

Dalam undang-undang tersebut disebutkan dalam Pasal 8 UU 6/2018 bahwa setiap orang juga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina. Hal ini tentunya dinilai oleh pemerintah sebagai beban bagi APBN. Untuk itu pemerintah lebih memilih kebijakan "darurat sipil" yang kemudian diralat menjadi "Pembatasan Sosial Berskala Besar" atau PSBB. Artinya pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menanggung biaya hidup rakyatnya selama karantina. 

Lalu ketika rakyat susah seperti sekarang harus mengadu kepada siapa? Berbagai kampanye disosialisasikan untuk "di rumah saja" tapi kondisi rakyat susah tidak dipedulikan dan kebutuhan pokok rakyat diabaikan.

Pemimpin Islam Menyikapi Wabah

Hal ini berbanding terbalik dengan masa kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah saw dan para khalifah, dimana pemimpin memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Mereka tidak akan tidur sebelum rakyatnya kenyang. Rasululloh saw hadir di tengah rakyat pada saat terjadi wabah Tha'un, Rasululloh saw langsung mengambil kebijakan karantina seperti yang dikenal sekarang sebagai "lockdown".

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda : "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Ketika kebijakan karantina tersebut dilakukan oleh Rasululloh saw, Rasul pun menanggung semua kebutuhan rakyatnya selama masa karantina. Rakyat diberi ketenangan dan kenyamanan selama masa karantina. Baitul mal dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga tercipta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat dalam menghadapi penyebaran wabah tersebut. Dalam Islam satu nyawa manusia itu sangat berharga sehingga sebagai pemimpin dalam Islam harus semaksimal mungkin bisa menjaga keselamatan setiap jiwa manusia.

Dari dua kepemimpinan di atas, jelas terlihat pemimpin mana yang berpihak dan mengayomi rakyatnya. Sungguh tak masuk akal, rakyat sekarat diserang wabah pemimpin ngotot pindah ibukota. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Senin, 10 Aug 2020 20:15

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

Senin, 10 Aug 2020 18:59

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Senin, 10 Aug 2020 18:48

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Ahad, 09 Aug 2020 21:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 08/08/2020 23:24

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?