Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.885 views

‘Amm Al-Wufud (Tahun Delegasi): Puncak Kemenangan dalam Sirah Nabi

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Segala sesuatu butuh proses untuk sampai ke puncak. Tidak terkecuali perjuangan nabi kita. Peristiwa Hudaibiyah, penaklukan Khaibar, penaklukan Makkah dan perang Hunain-Thaif hanyalah rangkaian demi rangkaian peristiwa demi menuju puncak.

Dalam sirah nabi kita, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ‘ammul wufud atau sanatul wufud ialah puncak kemenangan Islam. Tahun di mana suku-suku dari seantero jazirah Arab berbondong-bondong masuk Islam. Tentu ini kemenangan yang lebih besar daripada sekedar peperangan mengalahkan musuh, lantaran yang menjadi tujuan dari perkara wahyu ilahi adalah manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, serta mentauhidkanNya semata.

Sejenak kita tengok tahun 9 hijriyah, tahun berbunga-bunga bagi perkembangan Islam. Kantung-kantung paganisme Arab dijinakan, kekuatan Romawi -militer terkuat di bumi- ditaklukan, tipu daya kaum munafiq Madinah jua terbenam. Tahun 9 hijriyah boleh dibilang tahun Islam membumbung tinggi, kendati kita tidak boleh melupakan juga rangkaian peristiwa-peristiwa sebelumnya, sejak perjanjian Hudaibiyah sampai memasuki tahun 9.
Arti penting kemenangan-kemenangan pada tahun 9 H bukan hanya kemenangan gemilang: dikalahkannya kekuatan Romawi di utara Arab. Islam menang mengalahkan Romawi tanpa bertempur di perang Tabuk. Narasinya tidak hanya: citra Romawi sebagai bangsa yang memiliki balatentara terbaik di muka bumi pun musnah ketika kaum Muslimin bisa memenangkan citra tanpa peperangan. Akan tetapi jangan lupa juga: bangsa Arab adalah bangsa yang tidak memaafkan rasa pengecut, lantaran mereka gemar berperang satu sama lain sejak masa jahiliyah. Setelah Makkah menjadi bagian dari wilayah Islam, kini kekuatan terkuat muka bumi pun mundur tak berani menghadapi kegagahan para shahabat radhiyallahu ’anhum yang cuma punya 30 ribu prajurit.

Saat kaum Muslimin memamerkan kekuatannya di Tabuk, Romawi mundur dan menghentikan niatnya untuk memerangi kaum Muslimin di Madinah. Citra positif kaum Muslimin ini menjadi sebab berbondong-bondongnya bangsa Arab masuk Islam. Bahkan sebagian suku Judzam dan Bakr yang dikenal loyalis Romawi pun turut serta mengirimkan delegasinya, kendati sebelum ini pun sebagian suku-suku Kristen Arab di Utara juga telah ada yang memilih Islam sebagai imannya.

Kemenangan kaum Muslimin pasca perang Tabuk di tahun 9 hijriyah adalah kemenangan bargaining Islam. Kemenangan citra umat. Tapi itu belum cukup, Islam masih bisa lebih membumbung tinggi. Islam harus menuju puncak kejayaannya dalam konteks siroh nabawiyah. Menaklukan hati bangsa Arab menerima iman Islam, yang ditandai berbondong-bondongnya mereka menerima Islam.

Fathan Mubina yang menjadi topik utama dan pertama surat Al-Fath yang turun sesaat setelah perjanjian Hudaibiyah mengejewantah dalam maknanya yang berlapis-lapis. Fathan Mubina bisa mewujud dalam bentuk apa pun pencapaian umat Islam. Oleh karena itu wajar jika masalah penafsiran Fathan Mubina saja para ulama generasi salaf pun berbeda pendapat, kalau tidak perjanjian Hudaibiyah, ya Kemenangan Khaibar, ya Fathul Makkah, atau serangkaian peristiwa-peristiwa tersebut. Tanda besarnya: agama Allah tersyiarkan lebih luas lagi dan lebih kuat lagi. Ada satu hal yang harus dipahami, bahwa Fathan Mubina di masa Rasulullah mencapai puncaknya di masa ‘ammul wufud.

Jika bangsa Arab setelah itu sebagian murtad karena adanya gerakan nabi palsu seperti Aswad Al-Ansi dan Musailimah Al-Kadzdzab, itu karena keimanan yang belum tertancap dalam jiwa mereka. Selain itu, mereka pun keliru dalam memandang arti kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Buktinya sebagian dari mereka yang selamat, tidak terbunuh dalam perang riddah (termasuk Yamamah) ujungnya kembali kepada Islam. Kembali berjamaah dalam kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifatu Rasulillah.

Sejarawan Ibnu Ishaq menuturkan bahwa pengutusan delegasi suku-suku Arab kepada Nabi merupakan hasil dari jerih payah sebelumnya: “Seusai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menaklukan Makkah, dan selesai dari Perang Tabuk, orang-orang Tsaqif memeluk Islam dan berbaiat, datanglah utusan-utusan Arab dari segala penjuru arah kepada beliau,” demikian penuturan Ibnu Ishaq yang diriwayatkan dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, h. 725.

Maka itulah tahun 9 dikenal dengan tahun delegasi. Para delegasi dan utusan berbondong-bondong mewakili kaumnya untuk bersyahadat di hadapan sang Nabi, juga menegakkan janji setia loyal dengan kepemimpinan Madinah. Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya mengisahkan, “Abu Ubaidah bercerita kepadaku bahwa hal tersebut terjadi pada tahun 9 H dan bahwa sesungguhnya tahun itu disebut dengan sanatul wufud (tahun utusan).” Dalam tradisi keilmuwan Islam kadang juga disebut “’ammul wufud.”

Ibnu Ishaq sendiri memang menggambarkan jika bangsa Arab menanti hasil siapa yang menang dari adu kekuatan Quraisy dan kaum Muslimin. Bagi alam pikiran mereka, suku Quraisy adalah suku terkuat dan paling dihormati. Suku yang mengurus Baitullah, memiliki nasab paling mulia ke Nabi Ismail bin Ibrahim, serta penduduk tetap Tanah Haram Al-Mukarramah. Agama mereka adalah agama yang diridhai oleh Rabbul Ka’bah. Ini yang ada dalam benak bangsa Arab. Saat Nabi menaklukan Makkah, otomatis kantung-kantung paganisme pun bertekuk lutut, jadilah bangsa Arab berbondong-bondong masuk Islam tidak lama setelah tersiar kabar Islam menaklukan kota Makkah.

Ketika Islam menjadi agama di Makkah. Seluruh bangsa Arab pun mengikuti.
Rangkaian peristiwa ini lebih dipertegas lagi dengan menangnya mereka melawan bangsa Romawi di Tabuk.

Puncaknya bangsa Arab mengirim delegasinya masing-masing dan beriman. Di hadapan Rasulullah tanah Arab membersihkan wajah kusut peradaban jahiliyah dengan cahaya Islam. Benarlah kata Umar bin Khathtab, “Tidak ada sesuatu yang telah sempurna melainkan akan berkurang” dan perkataannya ini dibenarkan langsung oleh baginda Nabi. Nabi sendiri pernah menyatakan bahwa, “Setiap perkara ada sanamnya (puncaknya)”(HR Tirmidzi, Thabrani, Ibnu Hibban).

Puncak dari proses rangkaian perjuangan sejarah Nabi adalah ‘ammul wufud, sehingga diturunkannya surat an-nashr (surat puncak kemenangan Islam) pun pada peristiwa ini. Tengoklah ucapan Ibnu ‘Abbas, bahwa surat itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diberitahukan Allah Ta'ala kepadanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dianggap telah selesai tugasnya.

Pantas saja jika Umar bin Khaththab sampai menangis ketika tahu bahwa tugas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah selesai. Lalu, kapan puncak kemenangan Islam di generasi kita? Wallahu a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

* Ilham Martasyabana, penggiat Sirah Nabawiyah.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Jihad Fie Sabilillah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X