Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.604 views

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Reuni 212 usai. Monas penuh, meski tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Pertama, acara diadakan di weekday, dan bukan pula hari jumat. Berbeda cerita jika reuni 212 diadakan hari sabtu atau minggu. Kedua, tak ada isu yang seksi. Isu Ahok sudah lewat. Pilkada dan pilpres juga selesai. Isu HRS dicekal dan penistaan agama Sukmawati gak nendang. Ketiga, acara hanya sampai jam 09.00. Coba kalau sampai jam 18.00? Mungkin akan beda.

Meski begitu, dari sisi jumlah, tak mengecewakan, juga tak memalukan. Kalau yang hadir sedikit, maka itu akan jadi lonceng kematian. 212 tinggal sejarah.

Masyarakat bertanya: setelah reuni, lalu mau apa? Umat sebesar itu mau dikemanain? Dibiarkan saja? Nunggu reuni tahun depan? Bubar!

Konsolidasi, Itu jawabannya. Tanpa konsolidasi terstruktur, umat akan kehilangan semangat dan solidaritasnya.

Konsolidasi dilakukan dengan pertama, silent meeting. Kedua, membuat event-event. Ketiga, membangun serta merawat isu/opini.

Bagaimana memulainya? Buat tim kecil yang kuat. Militan, solid, cerdas, terorganisir dan piawai mengolah kerumunan jadi kekuatan. Dalam dunia politik, orang menyebutnya dengan istilah think tank. Mereka mesti memiliki kemampuan untuk pertama, mengkonsolidasikan massa menjadi kekuatan yang solid. Kedua, memiliki gagasan dan ide yang terukur. Ketiga, mampu menformulasikan dan menarasikan gagasan itu sebagai  perawat gerakan sosial untuk jangka panjang.

Sebab itu, perlu SDM berkemampuan yang bekerja silent, terukur dan konsisten. Bukan orang-orang panggung, tapi tim yang memiliki kemampuan menjadi manager bagi pemimpin yang ada di panggung.

Cukup satu orang saja di panggung yang menjadi icon, simbol, orator dan agitator yang menentukan garis komando. Selebihnya adalah tim yang bekerja secara terorganisir.

Tim sudah ada. Pasti! Kalau gak ada, gak akan ada reuni dan ijtima' ulama. Tapi, sudahkah tim yang ada memenuhi kriteria dan syarat kemampuan untuk merubah kerumunan menjadi kekuatan umat jangka panjang? Terutama kekuatan politik dan ekonomi? Saya cuma nanya. Anda yang menjawab. Terserah apapun jawaban anda, tapi fakta dan sejarah tak pernah bisa berbohong.

Di dalam berbagai gerakan sosial, kelompok kecil itu selalu mengendalikan kelompok yang besar. Minoritas Yahudi menguasai ekonomi Madinah. Kerajaan Mughal di India dipimpin oleh minoritas muslim. Begitu juga Kordova di Spanyol. Kata kuncinya: solid, terorganisir, dan kerja terukur.

Indonesia mayoritas pribumi dan muslim, tapi secara politik dan ekonomi dikendalikan oleh minoritas. Potret ini menggambarkan peta siapa dikuasai siapa dan siapa dikendalikan siapa.

Mengapa bisa begitu? Karena minoritas itu solid, terorganisir rapi dan bekerja secara terukur (berbasis data dan terencana).

Secara teoritis, kerumunan massa dimanapun dan sampai kapanpun akan menjadi buih yang dikendalikan oleh tiupan angin yang diatur volumenya oleh kelompok minoritas.

Massa 212 adalah kerumunan. Jika hadir semua "mungkin" bisa 20 jutaan. Mungkin bisa juga 50 jutaan. Wuih... Namanya juga prediksi. Sah-sah saja. Apalagi jika isu dan momennya pas. Tapi, apakah mereka menjadi pengendali politik dan ekonomi? Tidak! Buktinya, pilpres kalah.

Soal kontroversi kalah atau dikalahkan, itu soal lain. Dejure, MK memutuskan kalah. Capresnya lepas dan berpindah ke lain hati. Habib Rizieqpun tak bisa pulang hingga hari ini. Terus, kapan pulangnya? Bergantung hasil negosiasi!

Secara ekonomi, 212 Mart belum ketahuan tanda-tandanya untuk bisa bersaing dengan mart-mart yang lain. Belum lagi bicara tentang siapa penguasa hutan dan tambang. Siapa penguasa tanah dan gedung. Siapa penguasa bisnis IT dan rumah sakit. Siapa yang mengendalikan peredaran uang di Indonesia. Jawabnya? Kaum minoritas!

Apa yang harus dilakukan oleh think tank 212? PR yang paling dekat adalah siapin calon peminpin. Fokus bagaimana merebut kekuasaan dengan memenangkan pertarungan di pilpres 2024, itu dulu. Ini penting karena menyangkut kebijakan negara, termasuk terkait nasib 212 dan seluruh lapisannya.

Tapi, bagaimana mau menang jika ijtima' ulama dilakukan menjelang pilpres? Ketinggalan kereta! Sementara kelompok-kelompok minoritas yang punya dana dan pengendali parpol sudah bekerja jauh lebih awal. Bukannya pengendali adalah pemodal dan assabiquunal awwalun?

Mendorong mobil mogok, katanya. Pastilah! Karena datang belakangan dan tak punya anggaran. Malah justru minta anggaran. Bagaimana menjadi pengendali? Itu namanya karyawan outsourcing pingin diperlakukan layaknya direktur. Ngayal! Jadi inget Yusril dan PBB saat gabung mendukung istana. Tapi, sudahlah...

Cara berpikir, sikap, kebiasaan dan pola pendekatan ini yang mesti perlu dirubah. Dan perubahan itu tak akan pernah terjadi jika tak ada think tank-nya. Tanpa think tank yang solid, terorganisir, cerdas, mampu berkerja silent, terukur dan konsisten, reuni 212 kedepan hanya akan menjadi parade pidato tahunan di panggung monas. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 9/12/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X