Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.834 views

ASN Dimata-matai, Agnez Mo Dipuji

 

Oleh:

Nuim Hidayat

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Depok

 

KEBIJAKAN pemerintah memata-matai Aparat Sipil Negara (ASN) yang radikal dianggap anggota DPR Fadli Zon sebagai kebijakan Islamofobia. Karena yang dituju dalam kebijakan itu adalah umat Islam. Mayoritas ASN adalah umat Islam.

Kegiatan mengawasi atau memata-matai ASN itu dituangkan pemerintah dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penanganan Radikalisme Dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan Pada Aparatur Sipil Negara. SKB ini diteken 6 Menteri, dan 5 Kepala Badan/Komisi yakni Menpan dan RB, Mendagri, Menkumham, Menteri Agama, Mendikbud, Menkominfo, Kepala BIN, Kepala BNPT, Kepala BKN, Kepala BPIP, Ketua Komisi ASN. Kegiatan memata-matai ASN radikal ini dapat dilaporkan pada website aduanasn.id.

Kebijakan untuk ASN itu berisi :

  1. Penyampaian pendapat baik lisan maupun tertulis dalam format teks, gambar, audio, atau video melalui media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;
  2. Penyampaian pendapat baik lisan maupun tertulis dalam format teks, gambar, audio, atau video melalui media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras dan antar golongan;
  3. Penyebarluasan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian sebagaimana pada angka 1) dan 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost dan sejenisnya);
  4. Pemberitaan yang menyesatkan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan;
  5. Penyebarluasan pemberitaan yang menyesatkan baik secara langsung maupun melalui media sosial;
  6. Penyelenggaraan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;
  7. Keikutsertaan pada kegiatan yang diyakini mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;
  8. Tanggapan atau dukungan sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana angka 1) dan 2) dengan memberikan likes, dislike, love, retweet atau comment di media sosial;
  9. Penggunaan atribut yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah
  10. Pelecehan terhadap simbol-simbol negara baik secara langsung maupun melalui media sosial;
  11. Perbuatan sebagaimana dimaksud pada angka 1) sampai 10) dilakukan secara sadar oleh ASN.

 

Harry Azhar Aziz, menyatakan bahwa kebijakan ini seperti tahun 1965. "Mekanisme ini rentan fitnah. Ini seperti zaman 1965, tuduhan yang membunuh kapasitas seseorang. Labelling." Sementara itu Rocky Gerung menyatakan bahwa kebijakan ini aneh. Ia mempertanyakan bagaimana jika ASN di luar jam kantor mengritik pemerintah atau ingin menggulingkan pemerintahan ini.

Bila Harry Azhar Aziz, Rocky Gerung dan Fadli Zon, mengecam kebijakan pemerintah ini, maka aktivis PDIP Budiman Sujatmiko mendukungnya. Budiman mengkhawatirkan gerakan radikal ini dapat mengganti NKRI.

Memang bila dicermati, kebijakan pemerintah ini aneh. Cermati poin satu demi satu.

Misalnya, menghina pemerintah termasuk radikal. Bagaimana membedakan menghina dan mengkritik pemerintah? Apakah ASN harus menjadi robot selama hidupnya tidak boleh mengritik kebijakan pemerintah yang salah, sementara ia di dalam tahu persis kebijakan pemerintah terhadap sesuatu itu salah.

Poin nomor 9 misalnya. Penggunaan atribut yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. Maksudnya apa? Menggunakan kaos yang bertuliskan kritik kepada pemerintah, masuk radikal? Poin nomor 8 juga aneh, masak cuma like atau retweet suatu tulisan berakibat hukum.

Melihat kebijakan ini maka ASN seperti robot. Persis seperti kebijakan awal Orde Baru yang mengharuskan ASN untuk masuk Partai Golkar. Mereka yang tidak masuk akan dikucilkan dan bisa dicopot dari ASN atau tidak naik pangkat.

Pemerintahan sekarang ini kelihatan takut kritik dan Islamofobia. Seolah-olah negara ini akan roboh karena banyak kaum Muslim yang ingin menerapkan syariat Islam di negeri ini. Seolah-olah syariat Islam ini akan menggantikan Pancasila. Padahal Pancasila menjamin pelaksanaan syariat Islam.

Mereka yang ingin negara ini menjadi Islami, meski dengan cara konstitusional, kini dicap sebagai pro khilafah dan radikal.

Ternyata pemerintah kini bukan hanya mengawasi ASN, Masjid pun kini diawasi. Sebagaimana yang diucapkan Wapres Makruf Amin baru-baru ini. Masjid yang dianggap radikal akan didata oleh pemerintah.

Senada dengan itu, pemerintah kini juga mendorong adanya sertifikasi dai. Lewat MUI, program penataran dai baru-baru ini dilakukan. Pemerintah bertujuan agar dai-dai yang berceramah di lembaga-lembaga pemerintah dipastikan tidak dai yang radikal.

Melihat gaya politik pemerintah saat ini, penulis terkenang dulu bagaimana Soekarno bertindak otoriter terhadap tokoh-tokoh Islam Masyumi dan PSI, karena dianggap tidak ikut dalam pemerintahan Nasakom atau pemerintahan yang progresif revolusioner. Kelompok pro Soekarno melabel mereka dengan Masyumi kepala batu, manikebu (mani kerbau) dan lain-lain.

Begitu pula penulis teringat kepada periode awal Orde Baru yang ‘memusuhi Islam’ dengan mengecap kaum Muslim yang fanatik sebagai kelompok ekstrim kanan. Tokoh-tokoh Islam terkemuka Masyumi dilarang untuk menjabat ketua partai Islam.

 

Istana Puji Agnez Monica

Ketika ASN yang beragama Islam dimata-matai, pemerintah menunjukkan dukungannya kepada artis liberal Agnez Mo. Ketika pernyataan Agnez bahwa dia tidak mempunyai darah Indonesia dikecam banyak kaum nasionalis, ‘pegawai istana’ Moeldoko dan Fadjroel Rachman memuji-mujinya. Bahkan Moeldoko pingin mengundang Agnez ke istana lagi.

Sementara, Fadjroel menyatakan ,”Menyimak dengan seksana wawancara @agnezmo isinya biasa aja, dia bercerita tentang asal usul dirinya, memuji keberagaman negeri tempat dia dilahirkan, dia membawa Indonesia dalam kancah musik internasional. Ayo berlomba-lomba memberikan sumbangsihmu untuk kejayaan Indonesia.”

Istana menutup mata terhadap penampilan Agnez yang sering nyanyi dengan pakaian setengah telanjang dan lagu-lagunya mengarah ke porno ketika berduet dan bermesraan dengan penyanyi-penyanyi laki bule.

Akhirnya, mau kemana dibawa negara Indonesia sekarang ini? Kita ikuti perkembangan. Wallahu azizun hakim. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Rabu, 12 Aug 2020 19:27

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Rabu, 12 Aug 2020 15:30

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 12 Aug 2020 15:17

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Rabu, 12 Aug 2020 14:45

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Rabu, 12 Aug 2020 14:00

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Rabu, 12 Aug 2020 13:21

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Rabu, 12 Aug 2020 12:59

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Rabu, 12 Aug 2020 09:00

Muslimah Menyikapi Tiktok

Muslimah Menyikapi Tiktok

Rabu, 12 Aug 2020 08:56

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Rabu, 12 Aug 2020 08:21

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Rabu, 12 Aug 2020 07:56

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Rabu, 12 Aug 2020 07:35

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X