Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.195 views

Mau Pancasila atau Komunisme PKI?

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

SAYA akan tulis singkat saja soal pilihan ideologi kita. Supaya mudah dipahami. Agar pilihan itu tidak abu-abu. Agar kita semua tidak ragu-ragu.

Pertama. Dengan segala macam insiden masa lalu, ternyata hari ini umat Islam telah memahami sepenuhnya status Pancasila sebagai landasan falsafah dalam berbangsa dan bernegara. Insiden masa lalu itu tidak perlu kita uraikan di sini.

Mengapa tak perlu? Karena insiden-insiden itu tidak mewakili sikap mayoritas umat Islam. Terus, berbagai insiden masa lalu itu menyimpan jejak-jejak rekayasa. Ada konspirasi jahat untuk memojokkan umat Islam dari waktu ke waktu.

Intinya adalah bahwa sebagian elemen umat, waktu itu, masih berayun seperti pendulum. Ibarat proses “soul-searching” yang belum selesai. Proses pencarian landasan ideologi yang belum tuntas pada masa itu.

Sekarang, pendulum ideologi itu telah berhenti di satu titik yang stabil. Titik itu adalah Pancasila. Semua penumpang kapal besar Indonesia, dengan keberagaman yang sifatnya eksternal dan internal, kultural dan spiritual, kini rela dan senang beridentik dengan Pancasila. Alhamdulillah.

Kedua. Ada ideologi komunisme yang dianut, disuburkan, dan kemudian dipemer-berontakkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Setidaknya ada tiga kali pemberontakan PKI. Satu kali di era kolonial (1926) dan dua kali di era pasca-kemerdekaan (1948 dan 1965). Menurut para sejarawan lain, pemberontakan itu sudah lima kali berlangsung.

Soal berapa kali, tidak begitu relevan. Yang teramat penting dicatat adalah bahwa penghadang terbesar pemberontakan komunisme itu adalah umat Islam.

Ketiga. Dalam beberapa hari ini, tokoh senior kubu Jokowi, yaitu Hendropriyono, mengeluarkan pernyataan yang provokatif bahwa pilpres kali ini adalah pertarungan antara ideologi Pancasila dan Khilafah. Tentunya sangat mudah dibaca bahwa yang dia maksud Pancasila itu adalah Jokowi; dan yang dimaksudkan Khilafah itu adalah Prabowo Subianto (PS).

Dalam stetmen tegas di acara debat keempat capres malam tadi (30/3/2019), Prabowo mengatakan Pancasila sudah final. Semua elemen umat Islam juga tidak ada masalah dengan Pancasila. Sehingga, pernyataan provokatif Hendropriyono sama sekali tidak relevan.

Lantas pertarungan apa yang relevan untuk dikaitkan dengan pilpres 17 April?

Jawabannya: pertarungan antara Pancasila dan Komunisme. Ada bukti kuat. Sejak beberapa tahun belakangan ini, simbol-simbol komunisme dimunculkan kembali di ruang publik. Baik simbol itu berupa logo maupun narasi.

Kaus T-shirt dengan gambar “palu-arit” dipamerkan di sejumlah tempat. Logo ini juga muncul dalam bentuk grafiti di mana-mana. Kemdian, narasi komunisme juga bangkit. Ada yang medesakkan agar pemerintah membuat permintaan maaf resmi atas peristiwa pemberontakan PKI 1965. Dengan tujuan agar PKI disebut sebagai korban, bukan pelaku.

Itulah sebabnya pilpres ini lebih pantas disebut sebagai pertarungan antara Pancasila dan Komunisme. Ini diperkuat oleh fakta-fakta bawha pengajur komunisme itu, yaitu hantu PKI, masih berusaha menghidupkan ideologi yang sangat tidak suka pada orang yang beragama, khususnya umat Islam.

Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti. Ini semua fakta sejarah dan fakta “on going” (yang masih hidup).

Seperti kita lihat sendiri, figur-figur PKI atau yang terkait dengan PKI mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari salah satu blok politik besar. Dukungan inilah yang mebuat mereka semakin yakin untuk bangkit kembali.

Inilah yang sewajarnya dirisaukan dan diangkat oleh Pak Hendro dalam perspektif pilpres 2019 ini. Bukan khilafah.

Pernyataan itu seharusnya berbunyi: “Mau Pancasila atau Komunisme PKI?”

*Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Kamis, 18 Jul 2019 01:54

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

Kamis, 18 Jul 2019 00:31

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X