Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.902 views

Mau Pancasila atau Komunisme PKI?

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

SAYA akan tulis singkat saja soal pilihan ideologi kita. Supaya mudah dipahami. Agar pilihan itu tidak abu-abu. Agar kita semua tidak ragu-ragu.

Pertama. Dengan segala macam insiden masa lalu, ternyata hari ini umat Islam telah memahami sepenuhnya status Pancasila sebagai landasan falsafah dalam berbangsa dan bernegara. Insiden masa lalu itu tidak perlu kita uraikan di sini.

Mengapa tak perlu? Karena insiden-insiden itu tidak mewakili sikap mayoritas umat Islam. Terus, berbagai insiden masa lalu itu menyimpan jejak-jejak rekayasa. Ada konspirasi jahat untuk memojokkan umat Islam dari waktu ke waktu.

Intinya adalah bahwa sebagian elemen umat, waktu itu, masih berayun seperti pendulum. Ibarat proses “soul-searching” yang belum selesai. Proses pencarian landasan ideologi yang belum tuntas pada masa itu.

Sekarang, pendulum ideologi itu telah berhenti di satu titik yang stabil. Titik itu adalah Pancasila. Semua penumpang kapal besar Indonesia, dengan keberagaman yang sifatnya eksternal dan internal, kultural dan spiritual, kini rela dan senang beridentik dengan Pancasila. Alhamdulillah.

Kedua. Ada ideologi komunisme yang dianut, disuburkan, dan kemudian dipemer-berontakkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Setidaknya ada tiga kali pemberontakan PKI. Satu kali di era kolonial (1926) dan dua kali di era pasca-kemerdekaan (1948 dan 1965). Menurut para sejarawan lain, pemberontakan itu sudah lima kali berlangsung.

Soal berapa kali, tidak begitu relevan. Yang teramat penting dicatat adalah bahwa penghadang terbesar pemberontakan komunisme itu adalah umat Islam.

Ketiga. Dalam beberapa hari ini, tokoh senior kubu Jokowi, yaitu Hendropriyono, mengeluarkan pernyataan yang provokatif bahwa pilpres kali ini adalah pertarungan antara ideologi Pancasila dan Khilafah. Tentunya sangat mudah dibaca bahwa yang dia maksud Pancasila itu adalah Jokowi; dan yang dimaksudkan Khilafah itu adalah Prabowo Subianto (PS).

Dalam stetmen tegas di acara debat keempat capres malam tadi (30/3/2019), Prabowo mengatakan Pancasila sudah final. Semua elemen umat Islam juga tidak ada masalah dengan Pancasila. Sehingga, pernyataan provokatif Hendropriyono sama sekali tidak relevan.

Lantas pertarungan apa yang relevan untuk dikaitkan dengan pilpres 17 April?

Jawabannya: pertarungan antara Pancasila dan Komunisme. Ada bukti kuat. Sejak beberapa tahun belakangan ini, simbol-simbol komunisme dimunculkan kembali di ruang publik. Baik simbol itu berupa logo maupun narasi.

Kaus T-shirt dengan gambar “palu-arit” dipamerkan di sejumlah tempat. Logo ini juga muncul dalam bentuk grafiti di mana-mana. Kemdian, narasi komunisme juga bangkit. Ada yang medesakkan agar pemerintah membuat permintaan maaf resmi atas peristiwa pemberontakan PKI 1965. Dengan tujuan agar PKI disebut sebagai korban, bukan pelaku.

Itulah sebabnya pilpres ini lebih pantas disebut sebagai pertarungan antara Pancasila dan Komunisme. Ini diperkuat oleh fakta-fakta bawha pengajur komunisme itu, yaitu hantu PKI, masih berusaha menghidupkan ideologi yang sangat tidak suka pada orang yang beragama, khususnya umat Islam.

Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti. Ini semua fakta sejarah dan fakta “on going” (yang masih hidup).

Seperti kita lihat sendiri, figur-figur PKI atau yang terkait dengan PKI mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari salah satu blok politik besar. Dukungan inilah yang mebuat mereka semakin yakin untuk bangkit kembali.

Inilah yang sewajarnya dirisaukan dan diangkat oleh Pak Hendro dalam perspektif pilpres 2019 ini. Bukan khilafah.

Pernyataan itu seharusnya berbunyi: “Mau Pancasila atau Komunisme PKI?”

*Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Selasa, 23 Apr 2019 23:05

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Selasa, 23 Apr 2019 22:23

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Selasa, 23 Apr 2019 22:15

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Selasa, 23 Apr 2019 22:01

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Selasa, 23 Apr 2019 21:50

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Selasa, 23 Apr 2019 21:47

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Selasa, 23 Apr 2019 21:42

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Selasa, 23 Apr 2019 21:30

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Selasa, 23 Apr 2019 20:45

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Selasa, 23 Apr 2019 20:27

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Selasa, 23 Apr 2019 19:58

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Selasa, 23 Apr 2019 19:49

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Selasa, 23 Apr 2019 19:06

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Selasa, 23 Apr 2019 18:49

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Selasa, 23 Apr 2019 18:02

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Selasa, 23 Apr 2019 17:38

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Selasa, 23 Apr 2019 16:51

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

Selasa, 23 Apr 2019 15:49

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Selasa, 23 Apr 2019 15:07

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Selasa, 23 Apr 2019 14:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X