Rabu, 10 Rabiul Akhir 1448 H / 23 September 2026 19:45 wib
91 views
Adakah Waktu dan Tempat Khusus untuk Mendoakan Orang Tua yang Telah Wafat?
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Amma ba'du.
Mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia merupakan salah satu bentuk birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) yang tetap dapat dilakukan setelah mereka wafat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)
Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan doa anak bagi orang tuanya yang telah meninggal.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim bahwa hadits tersebut menunjukkan sampainya pahala doa kepada orang yang telah meninggal. Beliau juga menyebut hal itu sebagai perkara yang telah disepakati para ulama.
Ibnu Abil 'Izz Al-Hanafi rahimahullah juga menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal dapat memperoleh manfaat dari amal yang dilakukan orang lain berdasarkan dalil Al-Qur'an, Sunnah, ijmak, dan qiyas yang sahih.
Tidak Ada Waktu Khusus
Lalu, apakah mendoakan orang tua yang telah wafat harus dilakukan pada waktu tertentu?
Tidak ada ketentuan bahwa doa untuk orang tua yang telah meninggal hanya dilakukan pada waktu tertentu.
Seorang anak dapat mendoakan orang tuanya kapan saja dan sesuai kesempatan yang ada.
Ketika tiba-tiba teringat kepada ayah atau ibu yang telah wafat, muncul rasa rindu, lalu kita memanjatkan doa untuknya, maka hal itu termasuk bentuk bakti kepada orang tua.
Karena itu, tidak perlu menunggu hari atau waktu tertentu untuk mendoakan mereka.
Bagaimana Jika Berkumpul dan Berdoa Bersama?
Bagaimana jika beberapa anggota keluarga sedang berkumpul, kemudian teringat kepada orang tua yang telah wafat dan mereka bersama-sama mendoakannya?
Jika hal itu terjadi secara spontan dan sesekali, maka tidak mengapa.
Demikian pula jika salah seorang berdoa kemudian anggota keluarga lainnya mengaminkan doanya.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan menjadikan kegiatan tersebut sebagai ritual atau kebiasaan tetap yang dikhususkan pada waktu tertentu, padahal tidak ada tuntunan syariat yang menetapkannya.
Misalnya, sengaja menetapkan pertemuan rutin setiap pekan atau setiap bulan dengan tujuan khusus berkumpul untuk mendoakan orang tua yang telah wafat, lalu menganggap bentuk tersebut sebagai amalan yang memiliki tuntunan khusus.
Hal seperti ini sebaiknya ditinggalkan.
Jangan Mengubah Doa Menjadi Ritual Rutin
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya tentang sekelompok orang yang berkumpul untuk berdoa kepada Allah Ta'ala sambil mengangkat tangan.
Beliau menjawab bahwa beliau tidak memakruhkannya selama mereka tidak sengaja menjadikan berkumpul sebagai tujuan, kecuali jika mereka terlalu sering melakukannya.
Ishaq bin Rahawaih menjelaskan bahwa maksudnya adalah jangan sampai kegiatan tersebut berubah menjadi kebiasaan tetap yang terus-menerus dilakukan dan menjadi ciri khusus mereka.
Keterangan ini dinukil dalam Masā'il al-Kausaj no. 3499 dan Al-Ādāb asy-Syar'iyyah (2/102).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menjelaskan:
الِاجْتِمَاعُ عَلَى الْقِرَاءَةِ وَالذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ: حَسَنٌ مُسْتَحَبٌّ إِذَا لَمْ يُتَّخَذْ ذَلِكَ عَادَةً رَاتِبَةً كَالِاجْتِمَاعَاتِ الْمَشْرُوعَةِ، وَلَا اقْتَرَنَ بِهِ بِدْعَةٌ مُنْكَرَةٌ
“Berkumpul untuk membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa adalah suatu perbuatan yang baik dan dianjurkan, selama tidak dijadikan sebagai kebiasaan yang dilakukan secara rutin seperti pertemuan-pertemuan yang disyariatkan, dan selama tidak disertai dengan suatu bid'ah yang mungkar." (Majmū' al-Fatāwā: 22/523).
Intinya
Mendoakan orang tua yang telah wafat adalah amal saleh dan bentuk bakti yang tidak dibatasi waktu dan tempat tertentu. Boleh mendoakan mereka kapan saja. Tidak harus di tempat tertentu. Ketika teringat, segera doakan.
Berkumpul dan berdoa bersama sesekali karena suatu keadaan tidak mengapa. Namun, tidak perlu menetapkan waktu, tempat, atau pertemuan rutin khusus untuk mendoakan mereka seolah-olah hal itu merupakan tuntunan khusus dari syariat.
Justru, kesempatan untuk berbakti kepada orang tua yang telah tiada masih terbuka luas. Setiap kali mengingat mereka, panjatkan doa untuk mereka.
Semoga Allah mengampuni dosa kedua orang tua kita, merahmati mereka, melapangkan kuburnya, dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!