Senin, 6 Muharram 1448 H / 22 Juni 2026 06:01 wib
136 views
Koalisi Daiyah dan KPIPA Gelar Multaqa Daiyah Nasional untuk Palestina
Jakarta (Voa-Islam.com)--Koalisi Daiyah untuk Al-Quds dan Palestina (KDIQP) bersama Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) menggelar Multaqa Daiyah Nasional untuk Palestina di Jakarta, Ahad (22/6). Acara ini diikuti oleh perwakilan 10 ormas muslimah nasional. Kegiatan juga dihadiri daiyah Nasional yang datang dari berbagai utusan wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Malang, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Acara yang mengangkat tema "Suara Daiyah, Harapan untuk Palestina" bertujuan untuk mendapatkan masukan-masukan dari para daiyah yang disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD).
"Multaqa Daiyah hari ini menghasilkan rekomendasi yang akan dimasukkan ke dalam program. Selanjutnya kita akan bentuk forum daiyah dan melaksanakan pertemuan secara rutin, baik secara daring maupun luring," ujar Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani.
Nurjanah mengatakan bahwa tema-tema Palestina perlu dimasukkan dalam kajian Majelis-Majelis Taklim (MT) dengan memperhatikan situasi. Di tengah masyarakat ada beragam MT, seperti masyarakat menengah ke bawah, ibu-ibu sosialita, MT perkantoran, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan segmen MT ketika memasukkan tema Palestina agar mudah dipahami.
Ketua panitia, Erika Suryani, menyebut pihaknya berharap acara ini akan memberi secercah harapan bagi Palestina. "Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kita peduli dan berkontribusi dalam upaya menyelamatkan saudara yang sedang tertindas. Kami berharap, suara da'i menjadi corong yang akan memberi masukan untuk kita bergerak bagi Palestina," ucapnya.
Multaqa Daiyah Nasional ini menghadirkan Wakil Ketua Ikatan Ulama Muslim Sedunia (IUMS), Dr Salim Segaf Al Jufri sebagai keynote speaker. Ia mengapresiasi kegiatan yang pertama kali dilaksanakan secara nasional. Salim mendorong para daiyah merumuskan timeline untuk kemerdekaan Palestina.
"Permasalahan Palestina yang mendasar adalah bagaimana mereka meraih kemerdekaan. Ini yang paling penting. Seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 45, salah satu tujuan negara Indonesia adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Maka, kewajiban kita untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina," ujarnya.
Salim menyebut tiga peran suara daiyah, yaitu suara kebenaran yang tidak diam terhadap kezaliman, suara persatuan umat dengan menguatkan ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah, serta suara harapan yang menumbuhkan optimisme.
Selanjutnya, acara diisi dengan empat topik bahasan. Pertama, Militansi Pimpinan dan Masyarakat Zionis dalam Upaya Menghancurkan Masjid Al Aqsa
oleh Mohammad Novel Ariyadi. Kedua, Kedudukan Masjid Al Aqsa dan Peran Umat
oleh Dr Saiful Bahri. Ketiga, Peran Daiyah dalam Membela Palestina oleh Eva Muzlifah. Terakhir, Kondisi Palestina Terkini oleh Nurjanah Hulwani.
Di akhir acara, Multaqo Daiyah Nasional untuk Palestina 2026 mengeluarkan rekomendasi yang menyepakati bahwa edukasi Palestina di Majelis Taklim perlu disusun secara bertahap, memperhatikan karakter dan segmen jamaah, serta mengembangkan tema yang relevan dengan kebutuhan umat. Butir-butir rekomendasi adalah sebagai berikut:
1. Melakukan penguatan kapasitas para ustadzah/daiyah terkait kepalestinaan melalui pembekalan materi dasar secara rutin.
2. Membentuk bidang/divisi khusus kepalestinaan di setiap ormas dan lembaga Muslimah
3. Menyusun bahan ajar Palestina dan mengadakan TFT (Training for Trainer) untuk semua lembaga dan organisasi oleh KDIQP dan KPIPA
4. Menyusun bahan ajar yang disusun berdasarkan prioritas, yakni materi dasar, materi khusus (sesuai segmen dan bahasa jamaah) dan dilengkapi dengan materi-materi update terkait kondisi Palestina
5. Menyusun materi Palestina yang dikaitkan dengan keteladanan tema yang dekat dengan jamaah, khususnya isu keluarga, perempuan, anak, dan remaja.
6. Melaksanakan kajian tentang kepalestinaan secara rutin
7. Melakukan kunjungan audiensi ke Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. *[Ratna Rose/Voa-Islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!