Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.967 views

Jaminan Kesehatan untuk Rakyat, Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Masyarakat nampaknya harus terus berlapang dada dengan segala kebijakan pemerintah yang semakin menyesakkan dada. Dengan melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini, di tengah kesulitan hidup yang terus mendera, masyarakat terpaksa menerima pernyataan bernada bujukan hingga yang bernada cacian dari petinggi negeri ini, demi kenaikan iuran BPJS kesehatan. Pernyataan bahwa kenaikan iuran dalam rangka peningkatan kualitas layanan hingga pernyataan yang menyakitkan hati masyarakat, dengan diberinya cap culas oleh menteri keuangan bagi para peserta BPJS yang mendaftar pada saat sakit dan pada saat sembuh tidak ingin membayar.

Kacaunya Sistem Jaminan Kesehatan Saat Ini

Semua pernyataan yang mereka ujarkan lahir dari satu prinsip, bahwa masyarakat harus menanggung segala hal yang menjadi beban badan Asuransi Kesehatan yang dibentuk oleh pemerintah ini. Defisitnya yang diperkirakan akan mencapai 28 triliun di tahun ini hingga insentif untuk cuti liburan bagi delapan orang direksinya dengan jumlah total 32,88 miliar pertahun di luar gaji bulanan masing-masing mereka sebesar 200 juta perbulan adalah tanggung jawab penuh peserta BPJS, bukan tanggung jawab negara (APBN). Apalagi biaya pelayanan kesehatan, untuk penyakit yang biasa-biasa saja hingga penyakit kronis semuanya adalah tanggung jawab peserta BPJS. Kalau tetap bertahan dengan besaran iuran yang sudah berjalan, maka masyarakat harus rela menerima pelayanan kesehatan 'ala kadar'nya.

Pernyataan UUD 1945 bahwa kesehatan adalah kewajiban negara dan menjadi hak asasi setiap warga negara ternyata dipraktekkan dengan mengikuti arahan lembaga dunia, PBB, dengan menerapkan Universal Coverage Health ( Cakupan Kesehatan Semesta) dengan menjadikan semua warga negara sebagai peserta asuransi kesehatan. UU no 40 tahun 2004 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) yang menjadi dasar dan pemgaturannya.

Jalan ini sudah ditempuh oleh negara-negara kapitalis yang menjadikan asuransi kesehatan sebagai pembiayaan pelayanan kesehatan warga negaranya. Bagi siapa yang kaya dan mampu membayar asuransi pada kelas terbaik, dia akan mendapatkan pelayanan terbaik. Sebaliknya, bagi si miskin, dia harus menerima layanan sesuai dengan kelas asuransi yang mampu dia bayar. Dan bagi yang tidak mampu membayar asuransi iuran tiap bulannya, maka rasakan akibatnya. Sampai di sini, bisa kita pahami, kesehatan yang kadang pada kondisi harus bertaruh nyawa, hanya dihargai besaran iuran yang dibayar setiap bulannya.

Tidak bisa dipungkiri kenyataan bahwa hanya negara yang mampu menyediakan layanan kesehatan. Negaralah yang mampu mendirikan rumah sakit dengan semua fasiltasnya. Negaralah yang mampu mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia sebagai dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, dan yang lainnya, sebagai tenaga kerja yang siap mengabdi melayani masyarakat. Negara pula yang mampu membiayai semua kebutuhan untuk pelayanan kesehatan ini dari harta yang dimilikinya dan kepemilikan umum yang dikelola oleh negara.

Sayangnya, untuk negara yang telah berkhidmat kepada sistem ekonomi kapitalis, apalagi sekarang dengan kondisinya yang semakin liberal, menutup jalan negara untuk memiliki kekayaan. Sementara, kekayaan negeri ini yang melimpah ruah tengah dinikmati oleh pengusaha-pengusaha besar dari luar maupun dalam neger. Bukan sekedar untuk membayar asuransi kesehatan mereka tetapi juga mereka pakai untuk membeli lagi gunung kita, pulau kita, laut kita.

Negara menggratiskan layanan kesehatan

Pelayanan kesehatan yang maksimal dan berkualitas sekaligus gratis sejatinya bukanlah mimpi. Islam pada masa kejayaannya memulai pelayanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan gratis bagi masyarakat. Dirintis sejak masa kepemimpinan Rasulullah, kemudian berkembang di masa kekhilafahan Umayah dan Abbasiyah. Rumah sakit pertama di dunia didirikan oleh Khalifah Al Walid, di era Khilafah Umayyah.

Pada masa itu rumah sakit melayani masyarakat bukan karena besaran asuransi yang masyarakat bayarkan. Negara dengan kekayaan yang diperoleh dari jalan yang disyariatkan oleh Allah, mampu membiayai pelayanan kesehatan warga negaranya secara gratis. Seorang pelancong muslim, Ibnu Djubair menceritakan dalam catatan perjalanannya di Baghdad pada tahun 1184, ketika menjumpai Birmistan (nama rumah sakit pada saat itu)  dengan bangunan yang lebih mirip istana raja. Perlengkapan di dalamnya juga sama dengan perlengkapan yang dipakai oleh raja. Padahal yang menjadi pasiennya adalah semua kalangan, pejabat negara juga rakyat jelata, orang miskin ataupun orang kaya.

Pembiayaan pelayanan kesehatan pada masa itu, selain bersumber dari pendapatan negara, juga didukung oleh harta wakaf para pejabat dan orang kaya. Karena menumpuk harta bukan tujuan hidup para pejabat dan orang kaya pada masa kejayaan Islam ini. Sebaliknya, mereka berlomba dalam beramal jariyah, menafkahkan hartanya sebagai waqof berharap pahala yang tidak terputus meskipun mereka telah tiada. Maka seorang pejabat negara di masa Khalifah al Muqtadir rela memberikan hartanya sebesar 680.000 dinar dari 700.000 dinar kekayaannya.

Dan janganlah membayangkan bahwa pada masa itu khilafah memiliki warga negara yang malas dan hanya ongkang-ongkang kaki, karena tidak bertanggung jawab atas biaya kesehatannya. Bahkan yang tercatat dalam sejarah,  warga negara khilafah selalu bersemangat menghabiskan masa sehat mereka dengan hal yang bermanfaat untuk umat. Beribadah, berjual beli, mencari ilmu, mengajarkan ilmu, berdakwah, berjihad, dan hal lainnya yang lahir dari prinsip hidup mereka, yaitu mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Pada masa itu, selain manisnya hidup benar-benar bisa dinikmati karena terpenuhinya kebutuhan, ketenangan hidup juga diraih karena ketaatan kepada syariat Allah SWT. Kita sebagai umat akhir zaman, adakah merindukan hal yang sama saat ketundukan syariat hanya pada aturanNya? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Alumni ITB: Sebegitu Besarkah Rahasia Jokowi di Tangan Ahok?

Alumni ITB: Sebegitu Besarkah Rahasia Jokowi di Tangan Ahok?

Sabtu, 23 Nov 2019 06:57

Empat Mitos Sertifikasi Halal

Empat Mitos Sertifikasi Halal

Jum'at, 22 Nov 2019 22:44

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

Jum'at, 22 Nov 2019 22:40

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Jum'at, 22 Nov 2019 22:20

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 22 Nov 2019 22:00

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Jum'at, 22 Nov 2019 21:31

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

Jum'at, 22 Nov 2019 21:30

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

Jum'at, 22 Nov 2019 20:12

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Jum'at, 22 Nov 2019 19:19

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 22/11/2019 12:18

Suara untuk Anak-anak Gaza