Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.144 views

Jaminan Kesehatan untuk Rakyat, Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Masyarakat nampaknya harus terus berlapang dada dengan segala kebijakan pemerintah yang semakin menyesakkan dada. Dengan melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini, di tengah kesulitan hidup yang terus mendera, masyarakat terpaksa menerima pernyataan bernada bujukan hingga yang bernada cacian dari petinggi negeri ini, demi kenaikan iuran BPJS kesehatan. Pernyataan bahwa kenaikan iuran dalam rangka peningkatan kualitas layanan hingga pernyataan yang menyakitkan hati masyarakat, dengan diberinya cap culas oleh menteri keuangan bagi para peserta BPJS yang mendaftar pada saat sakit dan pada saat sembuh tidak ingin membayar.

Kacaunya Sistem Jaminan Kesehatan Saat Ini

Semua pernyataan yang mereka ujarkan lahir dari satu prinsip, bahwa masyarakat harus menanggung segala hal yang menjadi beban badan Asuransi Kesehatan yang dibentuk oleh pemerintah ini. Defisitnya yang diperkirakan akan mencapai 28 triliun di tahun ini hingga insentif untuk cuti liburan bagi delapan orang direksinya dengan jumlah total 32,88 miliar pertahun di luar gaji bulanan masing-masing mereka sebesar 200 juta perbulan adalah tanggung jawab penuh peserta BPJS, bukan tanggung jawab negara (APBN). Apalagi biaya pelayanan kesehatan, untuk penyakit yang biasa-biasa saja hingga penyakit kronis semuanya adalah tanggung jawab peserta BPJS. Kalau tetap bertahan dengan besaran iuran yang sudah berjalan, maka masyarakat harus rela menerima pelayanan kesehatan 'ala kadar'nya.

Pernyataan UUD 1945 bahwa kesehatan adalah kewajiban negara dan menjadi hak asasi setiap warga negara ternyata dipraktekkan dengan mengikuti arahan lembaga dunia, PBB, dengan menerapkan Universal Coverage Health ( Cakupan Kesehatan Semesta) dengan menjadikan semua warga negara sebagai peserta asuransi kesehatan. UU no 40 tahun 2004 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) yang menjadi dasar dan pemgaturannya.

Jalan ini sudah ditempuh oleh negara-negara kapitalis yang menjadikan asuransi kesehatan sebagai pembiayaan pelayanan kesehatan warga negaranya. Bagi siapa yang kaya dan mampu membayar asuransi pada kelas terbaik, dia akan mendapatkan pelayanan terbaik. Sebaliknya, bagi si miskin, dia harus menerima layanan sesuai dengan kelas asuransi yang mampu dia bayar. Dan bagi yang tidak mampu membayar asuransi iuran tiap bulannya, maka rasakan akibatnya. Sampai di sini, bisa kita pahami, kesehatan yang kadang pada kondisi harus bertaruh nyawa, hanya dihargai besaran iuran yang dibayar setiap bulannya.

Tidak bisa dipungkiri kenyataan bahwa hanya negara yang mampu menyediakan layanan kesehatan. Negaralah yang mampu mendirikan rumah sakit dengan semua fasiltasnya. Negaralah yang mampu mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia sebagai dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, dan yang lainnya, sebagai tenaga kerja yang siap mengabdi melayani masyarakat. Negara pula yang mampu membiayai semua kebutuhan untuk pelayanan kesehatan ini dari harta yang dimilikinya dan kepemilikan umum yang dikelola oleh negara.

Sayangnya, untuk negara yang telah berkhidmat kepada sistem ekonomi kapitalis, apalagi sekarang dengan kondisinya yang semakin liberal, menutup jalan negara untuk memiliki kekayaan. Sementara, kekayaan negeri ini yang melimpah ruah tengah dinikmati oleh pengusaha-pengusaha besar dari luar maupun dalam neger. Bukan sekedar untuk membayar asuransi kesehatan mereka tetapi juga mereka pakai untuk membeli lagi gunung kita, pulau kita, laut kita.

Negara menggratiskan layanan kesehatan

Pelayanan kesehatan yang maksimal dan berkualitas sekaligus gratis sejatinya bukanlah mimpi. Islam pada masa kejayaannya memulai pelayanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan gratis bagi masyarakat. Dirintis sejak masa kepemimpinan Rasulullah, kemudian berkembang di masa kekhilafahan Umayah dan Abbasiyah. Rumah sakit pertama di dunia didirikan oleh Khalifah Al Walid, di era Khilafah Umayyah.

Pada masa itu rumah sakit melayani masyarakat bukan karena besaran asuransi yang masyarakat bayarkan. Negara dengan kekayaan yang diperoleh dari jalan yang disyariatkan oleh Allah, mampu membiayai pelayanan kesehatan warga negaranya secara gratis. Seorang pelancong muslim, Ibnu Djubair menceritakan dalam catatan perjalanannya di Baghdad pada tahun 1184, ketika menjumpai Birmistan (nama rumah sakit pada saat itu)  dengan bangunan yang lebih mirip istana raja. Perlengkapan di dalamnya juga sama dengan perlengkapan yang dipakai oleh raja. Padahal yang menjadi pasiennya adalah semua kalangan, pejabat negara juga rakyat jelata, orang miskin ataupun orang kaya.

Pembiayaan pelayanan kesehatan pada masa itu, selain bersumber dari pendapatan negara, juga didukung oleh harta wakaf para pejabat dan orang kaya. Karena menumpuk harta bukan tujuan hidup para pejabat dan orang kaya pada masa kejayaan Islam ini. Sebaliknya, mereka berlomba dalam beramal jariyah, menafkahkan hartanya sebagai waqof berharap pahala yang tidak terputus meskipun mereka telah tiada. Maka seorang pejabat negara di masa Khalifah al Muqtadir rela memberikan hartanya sebesar 680.000 dinar dari 700.000 dinar kekayaannya.

Dan janganlah membayangkan bahwa pada masa itu khilafah memiliki warga negara yang malas dan hanya ongkang-ongkang kaki, karena tidak bertanggung jawab atas biaya kesehatannya. Bahkan yang tercatat dalam sejarah,  warga negara khilafah selalu bersemangat menghabiskan masa sehat mereka dengan hal yang bermanfaat untuk umat. Beribadah, berjual beli, mencari ilmu, mengajarkan ilmu, berdakwah, berjihad, dan hal lainnya yang lahir dari prinsip hidup mereka, yaitu mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Pada masa itu, selain manisnya hidup benar-benar bisa dinikmati karena terpenuhinya kebutuhan, ketenangan hidup juga diraih karena ketaatan kepada syariat Allah SWT. Kita sebagai umat akhir zaman, adakah merindukan hal yang sama saat ketundukan syariat hanya pada aturanNya? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Rabu, 18 Sep 2019 17:47

Ada Elite yang Sengaja Menjinakkan KPK karena Tersandung Dugaan Korupsi

Ada Elite yang Sengaja Menjinakkan KPK karena Tersandung Dugaan Korupsi

Rabu, 18 Sep 2019 17:09

AS dan Bahrain Bahas Masalah Keamanan di Tengah Ketegangan dengan Iran

AS dan Bahrain Bahas Masalah Keamanan di Tengah Ketegangan dengan Iran

Rabu, 18 Sep 2019 16:13


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X