Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.603 views

Ketika Kehalalan Obat Masih Menjadi Tanda Tanya

Oleh:

Ifa Mufida*

 

DUNIA kesehatan dengan segala keilmuannya sejatinya terus berkembang. Proses diagnosa dan terapi juga terus mengalami perkembangan seiring dengan banyaknya penelitian demi penelitian. Di sisi lain, kesehatan termasuk kebutuhan asasi seseorang secara khusus dan masyarakat secara umum yang harus terpenuhi dan dijamin. Namun, faktanya banyak kondisi yang menjadikan jaminan kesehatan tidak bisa optimal, bahkan cenderung apa adanya. Salah satu contoh adalah berkenaan dengan jaminan kehalalan obat yang beberapa waktu lalu kembali dipertanyakan.

Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof Sukoso, mengungkap bahwa 98 persen obat di Indonesia belum pasti halalnya. Hal ini yang mendorong BPJPH untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Tujuannya, tentu agar masyarakat yang beragama Islam bisa mendapat kepastian halal dalam mengkonsumsi obat-obatan (Republika.co.id / 26 Juni 2019).

Padahal pemberian obat-obatan ini sudah menjadi rutinitas dalam proses terapi di Indonesia. Peredaran obat-obatan tadi pun sudah mendapatkan perijinan dari pihak yang berwenang. Namun, ternyata kondisinya tak jauh berbeda dengan problematika vaksin yang seringkali terjadi kontroversi karena belum ada jaminan kehalalan. Bahkan kontroversi tersebut seringkali muncul baru setelah ada protes dari masyarakat. Seolah, pemerintah tidak mengupayakan jaminan kehalalannya sedari awal sebelum adanya peluncuran program. Terlebih pelaksanaan nya di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Sungguh Ironis!

Saling lempar tanggung jawab pun seolah menjadi fenomena lumrah di negeri ini. Negoti juga dengan kasus Kehalalan  obat ini. Ketika ada tuntutan kepada kementerian kesehatan tentang Kehalalan obat, maka dikatakan oleh Kemenkes bahwa hal ini bukan tanggung jawab instansi mereka. Menurut instansi ini, terkait total hampir 98 persen obat-obatan yang masih belum bisa dipastikan kehalalannya, ia kembali mengacu pada ketentuan PP No. 31 tahun 2019, dimana disebutkan sertifikasi halal untuk obat-obatan tidak dilakukan oleh Kemenkes RI, melainkan oleh lembaga yang berwenang. Di PP yang sama juga diatur bahwa penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi produk yang dikenakan kewajiban (termasuk obat), dilakukan secara bertahap. Ketentuan mengenai penahapan tersebut didelegasikan untuk diatur dalam Peraturan Menteri Agama, setelah berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait. Di dalamnya mengatur salah satunya adalah mengenai produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal (republika.co.id).

Mengenai polemik ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan hingga kini belum ada kewajiban untuk sertifikasi halal bagi obat. Bahkan menurut Kepala Sub Direktorat Pegawasan Produk BPOM, Moriana Hutabarat, pertimbangannya lebih kepada mengutamakan kepentingan kesehatan dari aspek halal. Menurut beliau juga, bahwa  rata-rata negara Islam di dunia, belum mewajibkan halal untuk obat (JawaPos.com).

BPOM juga menyerahkan kepada pemerintah berkenaan sertifikasi halal untuk obat dan vaksin. Apakah pemerintah memberikan kelonggaran dengan menggunakan bahan baku yang tidak halal demi mengutamakan kesehatan masyarakat atau justru sebaliknya. Sungguh ironis, negeri mayoritas muslim terus dipaksakan untuk menggunakan  obat-obatan yang tak terjamin halal dengan alasan darurat.

Beginilah wajah negara yang sekuler, yang tidak menjadikan syariat Allah SWT sebagai sumber tata kehidupan. Standar kehalalan barang konsumsi salah satunya obat sebagai kebutuhan mendasar masyarakat  justru tidak menjadi prioritas perhatian pemerintah. Bahkan pengaturannya harus diawali munculnya desakan dari masyarakat.

Hal ini sangat berbeda dengan pengaturan syariat Islam. Islam sebagai sebuah sistem unik yang diwahyukan Allah SWT telah menyediakan solusi kehidupan baik bagi individu dan masyarakat. Allah sebagai sang Khaliq, Sang Pencipta dari semua yang ada jelas lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Dengan pengetahuanNya yang tak terbatas, sistem-Nya akan dapat memberikan solusi untuk masalah manusia yang telah atau akan hadapi. Pemimpin dalam Islam bertanggung jawab untuk mengelola urusan-urusan rakyat. Nabi SAW bersabda: “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.” [Bukhari & Muslim].

Salah satu kebutuhan dasar masyarakat adalah bahwa negara harus menyediakan layanan kesehatan. Ketika Rasulullah SAW sebagai kepala negara di Madinah diberikan seorang dokter sebagai hadiah, lalu beliau tugaskan dokter tersebut untuk melayani umat Islam. Kenyataan bahwa Rasulullah SAW menerima hadiah dan dia tidak menggunakannya, bahkan dia menugaskan dokter itu kepada kaum muslimin. 

Hal ini adalah bukti bahwa kesehatan adalah salah satu kebutuhan umat Islam. Karena itu, negara berkewajiban untuk membelanjakan anggaran negara pada penyediaan sistem kesehatan gratis untuk semua orang. Maka Baitul-Mal harus menyusun anggaran untuk kesehatan. Jika dana yang tersedia tidak mencukupi, maka pajak  akan dikenakan pada umat Islam yang kaya untuk memenuhi defisit anggaran.

Berbeda dengan sistem kapitalis, sistem Islam memandang penyediaan kesehatan kepada warga negaranya dari perspektif manusia dan bukan aspek ekonomi. Ini berarti bahwa pemimpin negara Islam bertanggung jawab untuk menyediakan sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas untuk rakyat. Negara juga berkewajiban menjamin kehalalan barang konsumsi yang diproduksi dan beredar di tengah masyarakat.

Begitupula untuk obat-obatan, negara islam sebagai negara mandiri tak boleh tergantung pada industri farmasi negara asing yang tak mengenal halal-haram. Negara akan mensupport penuh penelitian farmasi agar dihasilkan obat-obatan yang tak lagi menggunakan ataupun terkontaminasi bahan haram dan syubhat. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat akan merasakan ketenangan dan ketentraman. Maka hanya dengan mewujudkan penerapan syariat islam dalam bingkai negara saja, jaminan kehalalan obat akan terwujud. Wallahu A'lam bi showab. *Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Sosial

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Senin, 16 Sep 2019 19:15

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Senin, 16 Sep 2019 18:57

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Senin, 16 Sep 2019 18:53

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Senin, 16 Sep 2019 18:30

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

Senin, 16 Sep 2019 18:12

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Senin, 16 Sep 2019 17:50

Tempo Tonjok Pinokio

Tempo Tonjok Pinokio

Senin, 16 Sep 2019 17:13

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

Senin, 16 Sep 2019 16:44

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Senin, 16 Sep 2019 15:15

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Senin, 16 Sep 2019 15:11

Selamat Jalan KPK...

Selamat Jalan KPK...

Senin, 16 Sep 2019 14:40

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Senin, 16 Sep 2019 14:30

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

Senin, 16 Sep 2019 14:15

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Senin, 16 Sep 2019 14:01

Shut Down KPK?

Shut Down KPK?

Senin, 16 Sep 2019 13:30

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Senin, 16 Sep 2019 10:45

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Senin, 16 Sep 2019 08:15

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X