Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.107 views

Fenomena Gunung Es, Pelecehan Perempuan dan Anak

 

Oleh:

Badar || Mahasiswi dan Pemerhati Masyarakat

 

BULAN Maret dianggap sebagai bulannya kaum perempuan. Kaum feminis dan penggerak gender menjadikannya sebagai harinya perempuan. Berbagai agenda mereka luncurkan untuk menolak berbagai kekerasan pada perempuan. Menurut mereka kekerasan pada perempuan harus diselesaikan dengan menyetarakan kedudukan perempuan seperti laki-laki.

Gerakan yang mereka usung yakni ialah kesetaraan gender. Apakah gerakan ini bisa menyelesaikan permasalahan perempuan?

Berdasarkan catatan tahunan (CATAHU) yang diluncurkan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) kekerasan terhadap perempuan meningkat hampir 800% (yaitu 792%). Artinya di Indonesia kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat hampir 8 kali lipat dalam kurun waktu 12 tahun. Yang lebih memprihatinkan lagi ialahkekerasan terhadap anak perempuan (KTAP) melonjak sebanyak 2.341 kasus, tahun sebelumnya sebanyak 1.417. Kenaikan dari tahun sebelumnya terjadi sebanyak 65%  dan paling banyak adalah kasus inses dan ditambah lagi dengan kasus kekerasan seksual (571 kasus).

Kasus ini seperti fenomena gunung es. Karena ini hanya segelintir kasus yang tercatat dan masih banyak lagi kasus-kasus yang masih tersimpan rapat dalam benak perempuan yang belum dilaporkan. Sebenarnya perjuangan kaum perempuan yang dipelopori kaum feminis ini sudah lama. Yaknisejak Indonesia menjadi salah satu Negara yang meratifikasi CEDAW (Convention on Elimination of all froms Discrimination Againsts Women) pada tahun 1995. Hal ini tampaknya kasus kekerasan pada perempuan tidak mengalami penurunan namun justru tambah memprihatinkan.

Sebenarnya permasalahannya adalah kurang tepatnya solusi yang mereka tawarkan. Karena menurut mereka permasalahan ini terjadi akibat tidak setaranya laki-laki dan perempuan yaitu laki-laki lebih ekspresif dalam meluapkan nalurinya. Sedangkan perempuan cenderung menjadi orang yang lemah dan terbatas. Misalnya tidak boleh bekerja yang berat-berat, harus menutup aurat, hanya mengurus rumah tangga.

Hal inilah yang membuat mereka merasa bahwasnya mereka tidak bebas dan selalu menjadi korban.Disisi lain tuntutan yang mereka usung tidak mendasar keakar permasalahannya. Misalnya pelaku kekerasan dihukum seberat-beratnya dan mereka meminta kebebasan dalam berekspresi.

Dari sini dapat kita lihat adanya kontradiktif yaitu disatu sisi mereka ingin dihargai dan disisi lainnya mereka menginginkan kebebasan. Sementara dalam masyarakat faktor-faktor yang mendorong laki-laki melakukan hal yang tidak senonoh kepada perempuan ataupun anak-anak adalah difasilitasinya dengan beredarnya tontonan yang tidak mendidik, minuman keras, obat-obat terlarang dan susahnya mereka untuk menundukan pandangan karena aurat wanita yang terbuka bisa ditemui dimana-mana seolah meminta mereka untuk melakukan hal yang tidak diinginkan.

Dari sini dapat kita amati bahwasanya solusi yang diusung kaum feminis ini adalah berasal dari pemikiran atau ide sekuler yang mana mereka menuntut kebebasan individu. Namun, ketika terjadi sesuatu maka harus ada pihak yang dituntut.Inilah sebenarnya ciri khas pemikiran Sekuler yang mana mereka menginginkan kebebasan. Baik laki-laki ataupun perempuan bebas melakukan apa saja. Namun apabila terjadi sesuatu barulah mereka mencari solusinya. Artinya, ketika terjadi permasalahan maka barulah mereka mencari solusinya. Dan solusinyapun bukanlah solusi yang mendasar tetapi hanya mencari pada permasalahan yang tampak saja.

Secara tidak sadar permasalahan yang timbul sebenarnya ialah dari ide kebebasan tadi, yaitu ketika mereka menginginakan bebas dalam segala hal namun melupakan dampak yang akan ditimbulkan akibat dari ide tersebut. Berbeda memang dengan Islam yang mana sang Pencipta menurunkan aturan atas dasar kebutuhan makhluknya. Karena sang pencipta lebih mengetahui apa dan bagaimana ciptaannya. Sehingga dia memberikan aturan yang sesuai dengan porsinya masing-masing.

Bagaimana laki-laki dan perempuan sesuai dengan kebutuhan dan nalurinya. Dapat kita lihat bagaimana Islam memerintahkan baik laki-kaki ataupun perempuan untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Artinya perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan aturan bahwasanya dia harus menutup auratnya agar dia dikenal dan tidak diganggu, sedangkan laki-laki diperintahkan untuk menjaga pandangannya.

Kemudian Islam juga memberikan aturan bahwasanya interaksi antara laki-laki dan perempuan dibatasi hanya pada perkara yang penting saja. Misalnya jual-beli, kesehatan, pendidikan dan persaksian. Artinya, kalau dalam urusan jual-beli, kesehatan, pendidikan dan persaksian maka silahkan laki-laki dan perempuan untuk berinteraksi. Tetapi apabila diluar dari empat hal ini, maka laki-laki dan perempuan tidak boleh berinteraksi. Misalnya bercanda atau membicarakan hal yang tidak penting lainnya.

Disisi lain, wanita dimubahkan untuk bekerja. Artinya bukan berarti mereka tidak boleh bekerja. Hanya saja, apabila suaminya mengizinkan dia bekerja dan dengan dia bekerja urusan rumah, kebutuhan suami dan anak bisa dipenuhi. Maka silakan dia bekerja. Namun, apabila suami tidak mengizinkan dia bekerja apalagi urusan rumah tangga, suami dan anak terbengkalai. Maka dia tidak boleh bekerja. Karena taat kepada suami adalah wajib sedangkan bekerja hukumnya mubah (boleh).

Beginilah aturan Islam dalam memuliakan wanita. Di dalam Islam wanita sangatlah berharga. Sesuatu yang berharga itu wajib dijaga. Karena, dari wanitalah generasi bangsa ditentukan.Sedangkan laki-laki dalam Islam adalah orang yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk keluarganya.Negara dalam Islam juga memiliki andil yang besar dalam menjaga keamanan rakyatnya.

Lapangan pekerjaan disediakan sebanyak-banyaknya untuk laki-laki menafkahi keluarganya. Bukan seperti sekarang yang mana lapangan pekerjaan lebih banyak memberikan peluang kepada wanita. Menurut mereka wanita lebih menarik baik dari ujung kaki hingga ujung rambut wanitapun tidak luput dieksploitasi.

Sadar ataupun tidak sebenarnya liberalisasi hanyalah menjebak perempuan untuk membudakkan dirinya sendiri. Sehingga mereka lupa akan kewajibannya sebagai ibu ataupun calon ibu yang akan menyumbangkan bibit peradaban dimasa yang akan datang. Karena mereka lebih sibuk bekerja dan melancarkan eksploitasi dirinya sendiri.`Jadi, kebebasan yang mereka usung bukanlah hal yang akan menguntungkan kaum perempuan.

Justru dengan kebebasan itu, mereka malah memancing bencana besar lainnya untuk menyerang mereka.Kembali lagi bahwanya ini semua tidak luput dari peran negara sebagai pelindung untuk rakyatnya. Maka, kembali kepada Islam sebagai aturan kehidupan ialah satu-satunya solusi untuk mengembalikan peran perempuan ataupun laki-laki kepada fitrahnya masing-masing.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Senin, 23 Nov 2020 15:30

HOW DEMOCRACIES DIE

HOW DEMOCRACIES DIE

Senin, 23 Nov 2020 14:31

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Senin, 23 Nov 2020 14:21

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Senin, 23 Nov 2020 13:45

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Senin, 23 Nov 2020 08:17

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Senin, 23 Nov 2020 07:40

Sultra Gelar MTQ Virtual

Sultra Gelar MTQ Virtual

Ahad, 22 Nov 2020 23:54

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Ahad, 22 Nov 2020 23:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X