Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.999 views

Ketika Harga Test Swab Tidak Bersahabat

 

Oleh:

Alimah Izaura || Tinggal di Bogor, Jawa Barat

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  menetapkan batas maksimal harga tes usap atau swab mandiri sebesar Rp900 ribu (CNN Indonesia, 02/10/2020).

Sebelumnya, sejumlah pihak mendorong agar pemerintah menetapkan harga tes swab mandiri. Harga di berbagai rumah sakit saat ini variatif, tergantung paket dan lokasinya. Namun, rata-rata harganya berada di atas Rp 1 juta. Semakin cepat hasilnya keluar, semakin mahal lagi.

Pada kesempatan lain, Ketua DPR Puan Maharani menyebut standardisasi harga tes swab itu akan mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri, mengurangi beban negara, sekaligus memudahkan penelusuran kontak.

Penyebab mahalnya  biaya tes swab PCR karena teknis pemeriksaan melalui dua tahapan, yaitu  ekstraksi dan PCR itu sendiri. Reagen-nya mahal, alat-alatnya mahal, harus di lab dengan standar minimal BSL-2, SDMnya harus terlatih, dan risiko kerja yang tinggi (Kompas.com, 1/10/2020). Di sisi lain, mahalnya PCR karena alat-alat dan bahan  yang dibutuhkan masih impor. 

Secara teknis memang tidak bisa dinafikan, untuk pemeriksaan sampel lendir hidung atau tenggorokan tersebut, dibutuhkan bahan dan peralatan serta SDM terlatih yang bekerja di bawah risiko. Akan tetapi, karena bahan dan peralatan diimpor, menyebabkan harga test swab tidak terkontrol. Belum lagi  profit tetap menjadi menjadi pertimbangan utama bagi rumah sakit swasta.

Jika ditelisik lebih dalam, per Juni 2020 yang lalu, pemerintah melalui Kementerian keuangan telah menaikkan anggaran  penanganan Covid-19 menjadi menjadi Rp 677,2 triliun dari sebelumnya Rp 405,1 triliun (Kompas.com, 04/06/2020).

Akan tetapi, porsi anggaran untuk penanganan bidang kesehatan hanya Rp 87,55 triliun atau 13%-nya saja, sisanya untuk pemulihan ekonomi.

Anggaran itu pun digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti belanja penanganan Covid-19, tenaga medis, santunan kematian, bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional, pembiayaan gugus tugas, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan.

Belum diketahui secara pasti berapa anggaran untuk test swab di berbagai fasilitas kesehatan yang diselenggarakan pemerintah.

Minimnya anggaran untuk kesehatan seolah kontradiktif dengan sikap Presiden Jokowi yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Jika pemerintah memang betul-betul serius, tentu bidang kesehatan akan mendapatkan kue lebih besar dalam postur anggaran.

Harga test swab sebesar Rp 900 ribu sejatinya masih terbilang cukup mahal, apalagi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Andai saja seluruh anggaran tersebut di atas digunakan 100% untuk kesehatan, tentu akan mempercepat penanganan pandemi.   

Solusi sistemik dari masalah di atas dapat antara lain, pertama secara filosofi negara perlu mengubah mindset yang memandang rakyat sebagai beban menjadi rakyat adalah warga negara yang memiliki hak hidup sehingga harus dilindungi. 

Bukankah dalam pembukaan UUD 45 disebutkan pemerintah negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia serta pada pasal 28A UUD 45 disebutkan setiap orang  berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya?

Kedua, secara ekonomi negara harus mengutamakan postur anggaran untuk penanganan pandemi daripada bidang lainnya. Jika kas negara sedang kosong, maka negara wajib segera mengadakannya bahkan dengan melibatkan seluruh rakyat. 

Dengan anggaran yang cukup, negara dapat memberikan subsidi atau bahkan menggratiskan seluruh test swab baik di rumah sakit pemerintah atau swasta. 

Rumah sakit tidak kesulitan mendapatkan pasokan bahan dan alat untuk test PCR, tenaga kesehatan akan melaksanakan tugasnya dengan baik karena mendapatkan APD melimpah dan gaji yang tinggi. Fasilitas test PCR diperbanyak di seluruh Indonesia dengan kecepatan dan keakuratan hasilnya. 

Ketiga, negara perlu merancang riset untuk menemukan reagen sendiri sehingga tidak bergantung ke negara lain/impor. Seluruh perguruan tinggi dan lembaga penelitian dikerahkan selain untuk keperluan test swab juga untuk penemuan vaksin Covid 19. 

Sehingga wabah pandemi Covid 19 dapat cepat diatasi dengan tetap memohon pertolongan dari Zat Yang Maha Rahman.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Penista Ajaran Islam Apollinaris Darmawan Dituntut 6 Tahun Penjara

Penista Ajaran Islam Apollinaris Darmawan Dituntut 6 Tahun Penjara

Ahad, 29 Nov 2020 14:33

Haedar: Ulama MUI Menjadi Uswah Hasanah

Haedar: Ulama MUI Menjadi Uswah Hasanah

Ahad, 29 Nov 2020 13:43

DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

Ahad, 29 Nov 2020 11:10

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

Ahad, 29 Nov 2020 08:00

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Sabtu, 28 Nov 2020 22:25

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Sabtu, 28 Nov 2020 22:06

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Sabtu, 28 Nov 2020 21:56

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

Sabtu, 28 Nov 2020 20:47

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Sabtu, 28 Nov 2020 19:55

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Sabtu, 28 Nov 2020 19:17

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Sabtu, 28 Nov 2020 19:13

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Sabtu, 28 Nov 2020 17:15

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Sabtu, 28 Nov 2020 13:13

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sabtu, 28 Nov 2020 13:10

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Sabtu, 28 Nov 2020 12:05

Bulu Kucing Najis?

Bulu Kucing Najis?

Sabtu, 28 Nov 2020 11:15

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 28 Nov 2020 09:27

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Sabtu, 28 Nov 2020 08:59

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

Sabtu, 28 Nov 2020 07:53

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X