Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.408 views

Herd Immunity Gagal pada Negara Adidaya, Masihkah Ikuti?

 

Oleh:

 

Revina Dewi , S.Tr.Kes, Praktisi Kesehatan 

 

DESAKAN herd immunity lantang disuarakan dari seorang penasihat senior sekaligus ketua pemodelan pandemi pemerintah Inggris, Graham Medley. Beliau mengemukakan urgensitas penerapan herd immunity guna mengatasi wabah Covid - 19 karena menganggap bahwa pemerintah Inggris tidak memiliki strategi jalan keluar yang jelas.

Selain itu pemberlakuan lockdown yang berkepanjangan akan memberikan pengaruh ekonomi yang lebih menyengsarakan ketimbang virus itu sendiri, terutama bagi orang orang yang bergantung pada upah harian (5/4). Klaim solusi alami "herd immunity" menyeruak menyusul lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona meskipun telah diberlakukan berbagai upaya seperti karantina wilayah (lockdown) dan physical distancing di berbagai Negara.


Lalu sebenarnya apa itu herd immunity dan bagaimana konsekuensinya ?


Herd Immunity dan Kegagalan Barat

Dilansir dari kompas.com (4/4) yang mengutip Aljazeera(3/4) , Herd Immunity adalah suatu kondisi dimana cukup banyak orang dalam suatu kelompok atau populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi virus sehingga dapat efektif menghentikan penyebaran penyakit dan pada akhirnya virus akan hilang dengan sendirinya. Kekebalan tersebut bisa berasal dari vaksinasi atau orang yang menderita penyakit tersebut.

Para ahli memperkirakan untuk menghentikan penyebaran virus corona dibutuhkan sebanyak 40-70 persen dari populasi perlu kebal. Sementara herd immunity juga bisa dihentikan dengam vaksinasi, namun proses pengembangan vaksin membutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

Alhasil, penerapan herd immunity di beberapa negara adidaya seperti Britania Raya ( Inggris ) dan Belanda telah terbukti gagal. Pemerintah kedua negara membiarkan tempat publik tetap dibuka untuk umum. Namun kebijakan itu dibatalkan oleh Inggris (16/3) , dipicu oleh hasil analisis ahli imunologi ICL bahwa 30% pasien positif corona di Italia memerlukan perawatan intensif dan hal tersebut dapat mengguncang sistem kesehatan disana. Sedangkan pembatalan oleh pemerintah Belanda dikarenakan pembludakan jumlah pasien positif corona. Hingga saat ini, per 20 April tercatat 32.655 kasus terkonfimasi , dan 3.684 meninggal dunia, sedangkan di Britania Raya terdapat 120.067 kasus terkonfirmasi dan 16.060 dinyatakan meninggal. 

 

Masihkah Menjadi Pengikut Sistem Kapitalis?

Diterapkannya kebijakan herd immunity pada negara sekelas Britania Raya dan Belanda dengan pertimbangan kegoncangan ekonomi akibat Covid-19 lebih menyengsarakan ketimbang pandemi itu sendiri, dengan kesadaran yang utuh bahwa akan merelakan nyawa rakyatnya dengan dalih demi terbentunya sistem imun secara alamiah, tentu menjadi bukti yang nyata bahwa para pengemban ideologi kapitalisme lebih menganggap materi lebih berharga dari sekedar nyawa manusia. 

Berbeda dengan sistem kapitalisme, dalam Islam sangat memuliakan nyawa seseorang , terutama nyawa kaum  muslim, Allah swt berfirman, " Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja , maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah Murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya" (QS. An-Nisa' [4] : 39). 

Oleh karenanya di dalam Islam pun telah dijelaskan bagaimana mekanisme penanganan wabah , seperti pada masa khilafah yang berhasil menyelesaikan wabah Amwas pada wilayah Syam (639 M) , wabah Black Death di Granada (Abad 14) , dan wabah smallpox (Abad 196 M) pada masa pemerintahan Khilafah Utsmania. Ketiga wabah tersebut termasuk dalam wabah yang paling mematikan namun berhasil diselesaikan dengan tepat, cepat dan akurat dengan cara:

  1. Dilakukan lockdown di wilayah wabah , sehingga perekonomian pada wilayah yang tidak terjangkiti wabah masih bisa berjalan dan kebutuhan masyarakat di area lockdown akan ditanggung sepenuhnya oleh Negara karena menjadi kewajiban periayah umat.
  2. Mencari mekanisme penyakit dan pencegahan secara cepat dan tepat
  3. Pengembangan dan produksi vaksinasi secara cepat dan tepat tanpa dikersialisasi karena kesehatan adalah salah satu hak rakyat.

Semua ini bisa dilakukan dengan sistem ekonomi dan perpolitikan stabil serta mandiri seperti pemerintah dengan kepemimpinan Islam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Hizbut Tahrir Inggris Menawarkan Solusi Pembebasan Al-Aqsa

Hizbut Tahrir Inggris Menawarkan Solusi Pembebasan Al-Aqsa

Ahad, 16 May 2021 23:40

Untung Jutaan dari Desain Animasi ala Canva Pro. Premium Member Start Rp.99 ribu

Untung Jutaan dari Desain Animasi ala Canva Pro. Premium Member Start Rp.99 ribu

Ahad, 16 May 2021 23:03

Rashida Tlaib: Israel Bom Media Internasional Agar Dunia Tidak Dapat Melihat Kejahatan Perang Mereka

Rashida Tlaib: Israel Bom Media Internasional Agar Dunia Tidak Dapat Melihat Kejahatan Perang Mereka

Ahad, 16 May 2021 22:29

Pertempuran Antara Taliban Dan Pasukan Afghan Berlanjut Setelah Gencatan Senjata 3 Hari Berakhir

Pertempuran Antara Taliban Dan Pasukan Afghan Berlanjut Setelah Gencatan Senjata 3 Hari Berakhir

Ahad, 16 May 2021 22:00

Sudah 181 Orang Yang Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Sejak 10 Mei, 52 Di Antaranya Anak-anak

Sudah 181 Orang Yang Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Sejak 10 Mei, 52 Di Antaranya Anak-anak

Ahad, 16 May 2021 21:30

Israel Bombardir Kantor Media, Forjim: Langgar Konvensi Jenewa 1949

Israel Bombardir Kantor Media, Forjim: Langgar Konvensi Jenewa 1949

Ahad, 16 May 2021 10:27

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Ahad, 16 May 2021 06:55

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Ahad, 16 May 2021 06:28

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Ahad, 16 May 2021 06:18

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Sabtu, 15 May 2021 23:33

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

Sabtu, 15 May 2021 23:22

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

Sabtu, 15 May 2021 23:20

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Sabtu, 15 May 2021 22:06

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Sabtu, 15 May 2021 21:05

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Sabtu, 15 May 2021 20:48

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Sabtu, 15 May 2021 15:55

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Sabtu, 15 May 2021 08:54

Istiqamah Setelah Ramadhan

Istiqamah Setelah Ramadhan

Sabtu, 15 May 2021 08:46

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Sabtu, 15 May 2021 08:27

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Jum'at, 14 May 2021 20:35


MUI

Must Read!
X