Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.360 views

Lockdown dan Syariat Islam

 

Oleh:

Keni Rahayu, S. Pd

Guru dan aktivis dakwah

 

COVID-19 sedang mengalami masa jaya. Seluruh dunia membicarakannya. Banyak yang berupaya sungguh-sungguh menjauhi, namun tak sedikit pula yang menganggapnya remeh.

Jika Malaysia dan Filipina telah mengkarantina sekitar setengah dari 107 juta penduduknya (Suara.com 18/3/2020), berbeda dengan Indonesia. Setelah turun instruksi social distance dari Presiden Indonesia, warga +62 dengan santuy menghabiskan waktu libur dengan berlibur ke pantai. Pantai Carita dan Anyer di Pandeglang, Banten dibanjiri wisatawan yang mayoritas dari Jakarta dan Tangerang (iNews.id, 15/3/2020).

Lockdown, salah satu upaya menghindari penyebaran virus Corona. Lockdown diindikasikan dengan isolasi secara sistematis. Diinstruksikan oleh pemerintah, namun pemerintah tetap memberikan fasilitas kepada seluruh rakyat baik dari segi kesehatan maupun asupan makanan.

Sejatinya, lockdown adalah ajaran Islam. Sebagaimana hadis berikut:

"Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim)

Bagi orang awam, larangan keluar dari wilayah berwabah terkesan kejam. Bagaimana mungkin melarang orang keluar dari daerah yang terkena virus? Mengapa tidak dianjurkan menyelamatkan diri? Bukankah itu namanya bunuh diri?

Ternyata, ada kealpaan paham di sini. Hikmah yang besar terjadi ketika kita memahami dan mengamalkan hadis ini. Di antaranya, Rasul tahu ketika penghuni negeri berwabah keluar dari tempatnya dampaknya akan sangat besar dan merugikan. Siapa tau, orang yang hendak melarikan diri mengemban virus. Akibatnya warga di daerah lain bisa tertular. Hal ini lebih bahaya lagi. Kemudian yang tak kalah penting, realisasi lockdown bukan secara individu, melainkan butuh negara sebagai pelaksananya.

Banyak hal yang perlu digarisbawahi terkait perintah lockdown. Ketika ada perintah lockdown, pemerintah punya tanggung jawab besar untuk menjaga rakyatnya. Pertama, pemberian vaksin, atau obat-obatan dalam rangka menjaga daya tahan tubuh warga lain yang masih sehat (di wilayah wabah) secara terjangkau.

Kedua, negara punya kewajiban menjamin makanan warganya. Tanpa kondisi wabah, negara sudah berkewajiban menjamin kesehatan dan kebutuhan pangan warganya, apalagi dalam kondisi demikian. Negara memutar otak bagaimana caranya semua warga terjamin,  mendapat pangan secara merata.  Baik dari segi teknis, kuantitas,  maupun kualitas gizinya.

Ketiga, negara berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan wabah yang telah menjangkiti warganya. Obat dan perawatan diupayakan penuh untuk menyembuhkan warga negara. Jangan ada satu nyawa pun melayang.

Keempat, dalam menjaga ketertiban dalam negeri (setelah terkena wabah) perlu ada upaya sistematis dalam rangka membentuk pemahaman warga dalam negeri, baik yang sudah terkena wabah maupun masih  sehat. Negara wajib melakukan sosialisasi terkait wabah, pencegahan, dan pertolongan pertama jika terkena wabah. Semua warga harus mendapat sosialisasinya. Tujuannya adalah mencegah hoax agar warga tidak bias memahami dan menerima informasi.

Kelima, ada hukum yang tegas bagi pelanggar lockdown. Siapa saja yang keluar rumah tanpa tujuan penting dengan isyarat adanya izin dari negara, mereka akan dihukum sesuai aturan yang telah ditentukan. Hal ini sebagai bukti konsistensi penguasa melakukan locksdown.

Keenam, harus ada pencegahan masuknya warga di luar daerah terjangkit. Baik antardaerah, apalagi dari luar negeri. Percuma saja jika lockdown dilakukan tapi masih menerima wisatawan asing atas nama ekonomi.

Semua perlakuan ini butuh biaya besar. Perlu kesungguhan hati dan kesadaran penguasa memang. Tentu hal ini akan sukar dilakukan bagi negara sekuler, tatkala materi jadi standar untung rugi. Terlebih negara tersebut adalah negara dependen. Lockdown adalah keputusan yang amat sulit.

Sebagaimana kita lihat Indonesia hari ini. Presiden belum mengambil langkah lockdown menjadi sebuah solusi di Indonesia. Karena beliau menduga, ada kemungkinan chaos ketika seruan lockdown dikumandangkan. Padahal, chaos akan terjadi hanya jika negara abai dalam kewajibannya menjamin kebutuhan rakyat. Sebaliknya, chaos tidak mungkin terjadi apabila negara hadir memenuhi berbagai macam kewajiban terhadap rakyatnya. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Senin, 21 Jun 2021 17:45

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Senin, 21 Jun 2021 15:35

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Senin, 21 Jun 2021 15:16

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Senin, 21 Jun 2021 12:00

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Senin, 21 Jun 2021 10:44

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53


MUI

Must Read!
X