Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.027 views

Lockdown dan Syariat Islam

 

Oleh:

Keni Rahayu, S. Pd

Guru dan aktivis dakwah

 

COVID-19 sedang mengalami masa jaya. Seluruh dunia membicarakannya. Banyak yang berupaya sungguh-sungguh menjauhi, namun tak sedikit pula yang menganggapnya remeh.

Jika Malaysia dan Filipina telah mengkarantina sekitar setengah dari 107 juta penduduknya (Suara.com 18/3/2020), berbeda dengan Indonesia. Setelah turun instruksi social distance dari Presiden Indonesia, warga +62 dengan santuy menghabiskan waktu libur dengan berlibur ke pantai. Pantai Carita dan Anyer di Pandeglang, Banten dibanjiri wisatawan yang mayoritas dari Jakarta dan Tangerang (iNews.id, 15/3/2020).

Lockdown, salah satu upaya menghindari penyebaran virus Corona. Lockdown diindikasikan dengan isolasi secara sistematis. Diinstruksikan oleh pemerintah, namun pemerintah tetap memberikan fasilitas kepada seluruh rakyat baik dari segi kesehatan maupun asupan makanan.

Sejatinya, lockdown adalah ajaran Islam. Sebagaimana hadis berikut:

"Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim)

Bagi orang awam, larangan keluar dari wilayah berwabah terkesan kejam. Bagaimana mungkin melarang orang keluar dari daerah yang terkena virus? Mengapa tidak dianjurkan menyelamatkan diri? Bukankah itu namanya bunuh diri?

Ternyata, ada kealpaan paham di sini. Hikmah yang besar terjadi ketika kita memahami dan mengamalkan hadis ini. Di antaranya, Rasul tahu ketika penghuni negeri berwabah keluar dari tempatnya dampaknya akan sangat besar dan merugikan. Siapa tau, orang yang hendak melarikan diri mengemban virus. Akibatnya warga di daerah lain bisa tertular. Hal ini lebih bahaya lagi. Kemudian yang tak kalah penting, realisasi lockdown bukan secara individu, melainkan butuh negara sebagai pelaksananya.

Banyak hal yang perlu digarisbawahi terkait perintah lockdown. Ketika ada perintah lockdown, pemerintah punya tanggung jawab besar untuk menjaga rakyatnya. Pertama, pemberian vaksin, atau obat-obatan dalam rangka menjaga daya tahan tubuh warga lain yang masih sehat (di wilayah wabah) secara terjangkau.

Kedua, negara punya kewajiban menjamin makanan warganya. Tanpa kondisi wabah, negara sudah berkewajiban menjamin kesehatan dan kebutuhan pangan warganya, apalagi dalam kondisi demikian. Negara memutar otak bagaimana caranya semua warga terjamin,  mendapat pangan secara merata.  Baik dari segi teknis, kuantitas,  maupun kualitas gizinya.

Ketiga, negara berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan wabah yang telah menjangkiti warganya. Obat dan perawatan diupayakan penuh untuk menyembuhkan warga negara. Jangan ada satu nyawa pun melayang.

Keempat, dalam menjaga ketertiban dalam negeri (setelah terkena wabah) perlu ada upaya sistematis dalam rangka membentuk pemahaman warga dalam negeri, baik yang sudah terkena wabah maupun masih  sehat. Negara wajib melakukan sosialisasi terkait wabah, pencegahan, dan pertolongan pertama jika terkena wabah. Semua warga harus mendapat sosialisasinya. Tujuannya adalah mencegah hoax agar warga tidak bias memahami dan menerima informasi.

Kelima, ada hukum yang tegas bagi pelanggar lockdown. Siapa saja yang keluar rumah tanpa tujuan penting dengan isyarat adanya izin dari negara, mereka akan dihukum sesuai aturan yang telah ditentukan. Hal ini sebagai bukti konsistensi penguasa melakukan locksdown.

Keenam, harus ada pencegahan masuknya warga di luar daerah terjangkit. Baik antardaerah, apalagi dari luar negeri. Percuma saja jika lockdown dilakukan tapi masih menerima wisatawan asing atas nama ekonomi.

Semua perlakuan ini butuh biaya besar. Perlu kesungguhan hati dan kesadaran penguasa memang. Tentu hal ini akan sukar dilakukan bagi negara sekuler, tatkala materi jadi standar untung rugi. Terlebih negara tersebut adalah negara dependen. Lockdown adalah keputusan yang amat sulit.

Sebagaimana kita lihat Indonesia hari ini. Presiden belum mengambil langkah lockdown menjadi sebuah solusi di Indonesia. Karena beliau menduga, ada kemungkinan chaos ketika seruan lockdown dikumandangkan. Padahal, chaos akan terjadi hanya jika negara abai dalam kewajibannya menjamin kebutuhan rakyat. Sebaliknya, chaos tidak mungkin terjadi apabila negara hadir memenuhi berbagai macam kewajiban terhadap rakyatnya. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Haedar: Ulama MUI Menjadi Uswah Hasanah

Haedar: Ulama MUI Menjadi Uswah Hasanah

Ahad, 29 Nov 2020 13:43

DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

Ahad, 29 Nov 2020 11:10

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

Ahad, 29 Nov 2020 08:00

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Sabtu, 28 Nov 2020 22:25

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Sabtu, 28 Nov 2020 22:06

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Sabtu, 28 Nov 2020 21:56

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

Sabtu, 28 Nov 2020 20:47

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Sabtu, 28 Nov 2020 19:55

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Sabtu, 28 Nov 2020 19:17

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Sabtu, 28 Nov 2020 19:13

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Sabtu, 28 Nov 2020 17:15

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Sabtu, 28 Nov 2020 13:13

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sabtu, 28 Nov 2020 13:10

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Sabtu, 28 Nov 2020 12:05

Bulu Kucing Najis?

Bulu Kucing Najis?

Sabtu, 28 Nov 2020 11:15

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 28 Nov 2020 09:27

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Sabtu, 28 Nov 2020 08:59

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

Sabtu, 28 Nov 2020 07:53

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X