Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.566 views

Penanganan Jitu Pembunuh Berdarah Muda

 

Oleh:

Sri Lestari, ST, Pemerhati Sosial

 

BENAR-BENAR mengejutkan dan meremukkan hati. Pembunuhan yang biasanya dilakukan oleh pelaku yg sudah umuran, kini pembunuhan dilakukan oleh pelaku yang berdarah muda. Pembunuhan yang dilakukan benar-benar sadis dan diluar akal sehat.

Pembunuhan berencana dan sadis ini dilakukan oleh remaja berusia 15 tahun. Korban pembunuhan itu adalah balita tetangganya yang biasa bermain bersama dengan pelaku. Pembunuhan kali ini benar- benar mengejutan hati, karena pembunuhan yang dilakukan tanpa ada rasa penyesalan. Sebagaimana yang diungkapkan AKBP Susatyo Purnomo.

"Ini masih dalam pendalaman karena ini sedikit unik. Si pelaku ini dengan sadar diri dia menyatakan telah membunuh dan menyatakan tidak menyesalinya, bahkan merasa puas," kata Heru. (Tribun-Medan .com).

Pembunuh berdarah muda yang dilakukan dengan sadis memiliki motif yang unik. Pembunuh mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan karena menonton film.

“Kita coba introgasi. Dia melakukan karena itu ada keinginan untuk membunuh di mana dia pernah menonton flim seperti yang dilakukan sekarang ini, pelaku masih kita periksa intensif,” sebut Heru. ( Pojok 1).

Remaja merupakan sosok yang memiliki jiwa penasaran yang cukup tinggi dan dimasa remajalah mereka sebenarnya mencari jati diri. Tetapi sungguh disayangkan, tatkala mereka berada pada keadaan tersebut tanpa ada pendampingan maka ini akan berujung kepada hasil yang serampangan.

Ditambah lagi, bahwa diera digital saat ini sangat muda bagi siapa saja untuk menggenggam dunia. Film-film yang belum waktunya untuk ditonton sudah banyak bersliweran dan ikut andil membentuk kepribadian remaja. Selain itu, keretakan hubungan keluarga juga menjadi pemicu pembentukan kepribadian sosok remaja. Remaja akan mencari kesenangan sendiri untuk menghibur dirinya. Tentu semua ini dapat terjadi bukan semata-mata kelalaian sepihak, akan tetapi semua ini terjadi secara sistematik.

Permasalah sistemik ini harus benar-benar diselesaikan secara tuntas. Tatkala penyelesaiannya tidak tuntas maka berpotensi melahirkan permasalahan baru. Islam memiliki cara jitu dalam menjaga remaja, agar tidak menjadi predator berdarah muda.

Pertama: Pendidikan Usia Dini

Pendidikan usia dini sangat penting dilakukan. Pelaku utama adalah orang tua dan ligkungan rumah menjadi tempat belajar anak. Penanaman akidah sejak dini harus dilakukan oleh orang tua terutama ibu. Penanaman akidah sejak dini sangat penting, karena dengan akidah yang benar mampu menjadi ketahanan diri anak. Pemahaman mendasar dari mana, untuk apa dan akan kemana manusia harus dituntaskan secara benar kepada anak.

Hal demikian tampak pada sosok Abdullah bin Zubair, misalnya, yang dikenal sebagai ksatria pemberani tidak lepas dari didikan orang tuanya, Zubair bin al-Awwam dan Asma’ binti Abu Bakar. Abdullah bin Zubair sudah diajak berperang oleh ayahnya saat usianya masih 8 tahun. Dia dibonceng di belakang ayahnya di atas kuda yang sama.

Kedua: Mewujudkan Kehidupan yang Bersih

Dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan nafsiyah yang mantap maka pemuda akan terjauhkan dari kehidupan hura-hura, dugem dan kehidupan hedonistik lainnya. Ketika mereka dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup mereka akan mampu menghadapi tanpa sters apalagi menjamah miras dan narkoba.

Kehidupan yang bersih diwujudkan dengan pemisahan kehidupan pria dan wanita. Tidak ada ikhtilath, khalwat, menarik perhatian lawan jenis, apalagi pacaran hingga perzinaan. Kehormatan pria dan wanita, serta kesucian hati mereka pun terjaga. Karena kehidupan mereka seperti itu, maka produktivitas generasi muda akan luar biasa. Bersama masyarakat remaja harus disajikan dengan tayangan dan tontonan yang juga bersih.

Ketiga: Membuat Remaja Sibuk dalam Ketaatan

Berbagai tayangan, tontonan atau acara yang bisa menyibukkan masyarakat dalam kebatilan harus dihentikan. Agar masyarakat khususnya generasi muda tidak terperosok dalam kesia-siaan, maka mereka harus disibukkan dengan ketaatan. Baik membaca, mendengar atau menghafal Alquran, hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama’, atau berdakwah di tengah-tengah umat dengan mengajar di masjid, kantor, tempat keramaian, dan sebagainya. Mereka juga bisa menyibukkan diri dengan melakukan perjalanan mencari ilmu.

Pendek kata, mereka harus benar-benar menyibukkan diri dalam ketaatan. Hanya dengan cara seperti itu, mereka tidak akan sibuk melakukan maksiat. Dengan menyibukkan diri dalam ketaatan, waktu, umur, ilmu, harta dan apapun yang mereka miliki menjadi berkah. Sebagaimana Imam an-Nawawi dalam usia 20 tahunan bisa menghasilkan berjilid-jilid kitab. Bahkan, Imam Ahmad, bisa mengumpulkan dan hafal lebih dari satu juta hadits. Imam Bukhari juga begitu.

Keempat: Diberlakukan Hukuman Yang Tegas dan Jera

Islam telah menjamin satu kepastian hukum dalam hal penjagaan jiwa manusia. Dalam Islam pembunuhan merupakan tidak kriminal paling besar. Tidak halal darah seorang muslim, tidak halal membunuh seorang muslim, pembunuhan adalah haram.

Hukuman bagi pembunuhan di sengaja adalah qishash. Qishash adalah sebanding , yakni membunuh si pembunuh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurarirah bahwa Nabi saw, bersabda :

"Barangsiapa yang terbunuh, maka walinya memiliki dua hak, bisa meminta tebusan (diyat), atau membunuh si pelakunya". Rasulullah SAW juga bersabda “pembunuhan yang disengaja wajib kena qishash kecuali diampuni wali terbunuh".

Islam juga mengatur bahwa penjatuhan hukuman ini tidaklah semena-mena. Karena qishash dijatuhkan atas izin dan merupakan hak dari ahli waris yang ditinggalkan atau walinya. Jika wali korban memaafkan si pelaku maka hukuman ini tidak di jatuhkan. Si pelaku cukup membayar diyat (denda). Yaitu 30 unta dewasa, 30 unta muda dan 40 unta yang sedang bunting (HR.Tirmidzi).

Sungguh di dalam penerapan syariat Islam terdapat keadilan luar biasa. Di mana tiap-tiap jiwa wajib dilindungi dengan sistem hukum yang tegas dan jelas. Penerapan hukum pidana Islam akan menjadi penebus dosa si pelaku. Dan hukuman pidananya pun akan menjadi keadilan bagi keluarga korban. Dimana hak mereka untuk meminta balasan atas kematian korban atau memaafkannya. Tentu dengan adanya pembayaran denda yang jumlahnya tidak sedikit. Dan dengan adanya Uqubat ini pula, orang-orang akan berpikir milyaran kali untuk menghilangkan nyawa orang lain. Apapun alasannya kecuali dengan alasan yang Allah SWT syariatkan.

Penanganan jitu ini dapat terlaksana dengan sempurna tatkala ada sistem kehidupan yang Islam. Karena pelaku yang berkontribusi tidak hanya keluarga dan masyarakat, akan tetapi negara sangat memiliki peran besar dalam mewujudkannya dan membentuk kepribadian remaja agar tidak menjadi predator berdarah muda.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Senin, 23 Nov 2020 15:30

HOW DEMOCRACIES DIE

HOW DEMOCRACIES DIE

Senin, 23 Nov 2020 14:31

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Senin, 23 Nov 2020 14:21

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Senin, 23 Nov 2020 13:45

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Senin, 23 Nov 2020 08:17

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Senin, 23 Nov 2020 07:40

Sultra Gelar MTQ Virtual

Sultra Gelar MTQ Virtual

Ahad, 22 Nov 2020 23:54

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Ahad, 22 Nov 2020 23:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X