Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.146 views

Liberalisasi Tata Nilai Islam Dibalik Rencana Penghapusan Kewajiban Sertifikat Halal

 

BELUM lama ini opini liar "No Hijab Day" sebagai bentuk liberalisasi pakaian muslimah buah kebebasan berekspresi yang digencarkan kaum liberalis senantiasa terus mengotak-atik ajaran Islam demi memuaskan kedangkalan nalarnya. Dan tak hanya berhenti disitu seperti yang kini tengah terjadi ada upaya liberalisasi dalam tata nilai Islam dibalik rencana penghapusan kewajiban sertifikat halal. Dimana sertifikasi halal pada produk UMKM akan dihapus yakni tidak dibebankan kepada pelaku UMKM namun dibatasi cukup di tingkat produsen dengan mengabaikan jaminan halal ditingkat produksi dan distribusi dengan alasan menggenjot produktivitas dan kemudahan.

Jelas hal ini menimbulkan kekecewaan berbagai pihak termasuk masyarakat Indonesia yang secara sosiologis mayoritas muslim. Seperti dilansir (detiknews, selasa 21/1/20) MUI Jabar Sayangkan Draf Omnibus Law Hapus Kewajiban Sertifikat Halal. Sekretaris umum MUI Jabar Rafani Achyar menyatakan kekecewaannya " soal produk halal itu bukan hanya MUI, tetapi sudah ada undang-undang tentang Badan Jaminan Produk Halal (JPH). Menurutnya sertifikat halal diberikan agar masyarakat khususnya umat muslim tidak terjebak pada makanan yang mengandung unsur haram sesuai ajaran Islam.

Nada keberatan pun terlontar dari Sekjen MUI Anwar Abbas dilansir (detiknews, selasa 21/1/20), beliau mengatakan bahwa apa saja yang kita buat apakah itu dalam bidang politik dan atau ekonomi dia tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama dan bahkan ia harus mendukung bagi tegaknya ajaran agama itu sendiri, terutama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk negeri ini. Anwar menilai rencana penghapusan ini menandakan ketidakhadiran negara dimana pemerintah tidak lagi hadir untuk membela hak-hak rakyatnya. Karena jelas mengabaikan dan tidak lagi menghormati kepentingan umat Islam.

Oleh karenanya sangat berbahaya jika pemikiran liberal ini terus dikembangkan untuk menghapus sertifikat halal dalam kehidupan ekonomi dan bisnis, bahkan disegala aspek kehidupan. Islam mengatur 3 hubungan yakni antara manusia dengan penciptanya, dengan sesama dan hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri dimana ketiganya adalah merupakan bagian dari batasan Islam itu sendiri dan wajib terikat dengan hukum syara dengan standar hukum perbuatan yaitu halal dan haram. Umat muslim meyakini akan adanya hisab dari setiap pilihan yang dikakukan dalam setiap aktivitasnya termasuk dalam hal memilih makanan yang jelas kehalalan dan thayyibannya.

Ketika konsep halal dan thayyiban ini mulai diganggu, dimanakah peran pemerintah untuk melindungi hak-hak rakyatnya? Sebenarnya kearah mana regulasi terkait hal ini yang jelas bersebrangan dengan akidah umat muslim. Jaminan halal adalah regulasi yang lahir karena desakan publik semata jelas tidak sejalan dengan misi negara sekuler sehingga rawan dimanipulasi demi tercapainya kepentingan materialistik. Mengingat sistem kapitalisme yang diterapkan di Indonesia maka suatu hal yang wajar jika berbagai regulasi dibuat oleh pemerintah hakikatnya untuk menjaga kepentingan pemilik modal tidak berbasis kepentingan rakyat. Apakah hapus jaminan halal demi genjot pendapatan negara, ataukah ada misi lain sebagai bentuk liberalisasi tata nilai Islam itu sendiri?

Sejak awal kaum liberalis senantiasa menentang ajaran Islam dengan 3 prinsip yang diusungnya yakni kebebasan, individualisme dan rasionalisme. Rezim sekuler telah gagal melindungi hak publik dalam memberikan jaminan halal. Waspada akan bahaya konsep liberal yang senantiasa mengotak-atik tata nilai Islam apa yang dihalalkan dan diharamkan Allah SWT sebagai manivestasi penyerang akidah dalam meracuni pemahaman umat.

Pentingnya peran dan kewenangan negara dalam membuat aturan hingga menetapkan sanksi atas pelanggaran hukum syara yaitu dengan menerapkan syariat Islam secara kaaffah sebagai bentuk penjagaan iman dan ketaatan warga negara agar umat tak lagi teracuni dengan pemikiran asing yang menyesatkan.

Semoga umat semakin cerdas dan benar-benar paham dengan ajaran Islam yang seutuhnya sehingga dapat dimanivestasikan dalam bentuk pola pikir dan sikapnya sesuai tuntunan ajaran Islam, bukan berasal dari ajaran barat yang disifati dengan label Islam liberal, Islam moderat dan label lainnya yang sejatinya tidak mewakili Islam itu sendiri.*

Witta Saptarini S.E

Guru tinggal di Bandung, Jawa Barat

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X