Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.377 views

Serahkan Wagub Ke Riza Patria, PKS Dapat Apa?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Di atas kertas, Riza Patria akan terpilih jadi Wagub DKI, dampingi Anies Baswedan. PDIP-Gerindra berkongsi. PDIP punya 25 suara, dan Gerindra punya 19 suara di DPRD. Total 44 suara. Hanya perlu tambahan sepuluh suara, menang! Jumlah kursi di DPRD DKI 106. Riza Patria butuh 54 suara. Jadi, hanya kurang 10 suara untuk menang. Bisa dari Demokrat yang punya 10 suara, atau gabungan dua partai. Relatif lebih mudah dibanding Nurmansyah Lubis yang hanya punya 16 suara dari PKS.

Jika ingin menang, Nurmansyah Lubis butuh tambahan 38 suara untuk sampai angka 54 suara. Namun, belanja 38 suara tidaklah mudah. Kecuali ada tawaran aduhai.

Ini bukan soal integritas dan kapasitas. Untuk menjadi kepala daerah, termasuk Wagub DKI, gak ada persyaratan integritas dan kapasitas. Apalagi pemilihnya adalah anggota DPRD. Kemampuan lobi, terutama kelihaian bertransaksi menentukan siapa yang akan jadi Wagub DKI.

Vit and proper test yang diusulkan PSI DKI untuk menguji kelayakan cawagub DKI sangat bagus sekali. Ini bisa menjadi wacana awal untuk menyuarakan pentingnya standar moral dan kompetensi bagi calon pejabat publik. Tak hanya untuk cawagub DKI, kedepan semua calon kepala daerah, caleg, calon DPD,  dan capres-cawapres mesti harus dijaring melalui vit and proper test, agar Indonesia kedepan memiliki pejabat publik yang berintegritas dan punya standar kompetensi. Bukan hanya sekedar mengandalkan  "elektabilitas" dan "isi tas" yang selama ini menandai proses demokrasi kita.

Tapi, publik gak yakin usul PSI diterima. Beberapa partai sudah menyatakan menolak. Lepas soal apakah PSI main-main dengan usul itu dan hanya mencari panggung sebagaimana strategi brandingnya yang selama ini ditekuni, tapi usul vit and proper test PSI layak diapresiasi.

Secara umum, partai politik, juga anggota dewan sangat pragmatis. Ini disebabkan salah satunya oleh faktor biaya politik yang begitu besar. Butuh balik modal, dan juga untuk "nyicil" persiapkan logistik pada pileg berikutnya. Dalam konteks pemilihan Wagub DKI ini, memang agak berat kalau kita berharap anggota DPRD peduli pada syarat integritas dan kapasitas. Apalagi gak ada basis undang-undangnya. Tatib? Akan dibuat sesuai kepentingan masing-masing pihak.

Dalam hal ini, partai politik dan anggota DPRD akan bersikap realistis. Dukung siapa yang potensi kemenangannya lebih besar. Riza Patria lebih besar peluangnya. Kecuali jika kompensasi calon dari PKS aduhai. Mungkinkah kader PKS siap melawan kemampuan logistik yang disiapkan oleh calon Gerindra? Yang bener aja! Sejumlah kader Gerindra punya akses logistik yang gak diragukan lagi. Sementara PKS masih sibuk dengan urusan halal-haram dan idealisme keumatan. Inilah kelebihan sekaligus kekurangan partai dakwah.

Kok bicara logistik? Nah, publik perlu sedikit cerdas. DKI punya APBD 87,95 triliun. 60 persen ekonomi berputar di DKI. Wagub adalah orang nomor dua dalam menentukan kebijakan. Dari aspek ini, banyak pihak berkepentingan. Tak hanya partai politik, tapi juga pengusaha yang berbisnis di ibu kota. Apakah kira-kira pemilihan cawagub DKI dibiarkan berjalan hanya di ruang gedung DPRD? Tidak ada pihak lain yang ikut menyuarakan kepentingannya? Tentu anda bisa berpikir lebih logis.

Apalagi sekian dari kebijakan Anies, sang gubernur, selama ini dianggap banyak mengganggu dan menghambat bisnis liar dari para mafia yang mengumpulkan kekayaannya di ibu kota. Reklamasi, Alexis, kelola apartemen dan sejumlah bisnis yang lain. Wagub bisa menjadi pintu segar untuk masuk dan mempengaruhi kebijakan. Kendati Anies dikenal sebagai pemimpin yang tak mudah berkompromi dengan para mafia itu.

Lalu, bagaimana nasib PKS? Mesti realistis. Bertarung hidup dan mati di DPRD, besar kemungkinan kalah. Keluar tenaga sia-sia. Menyerah? Boleh jadi begitu. Gak ada pilihan lain. Tapi harus dengan cerdas.

Sejak PKS terima dan tanda tangangani salah satu calon wagub dari Gerindra, publik menilai bahwa PKS telah menyerah. Maksudnya? Siap menyerahkan posisi wagub ke kader Gerindra. Tak ada pilihan lain. Demi memenuhi hak warga Jakarta untuk mendapatkan pelayanan dari hadirnya seorang wagub, katanya. Inilah salah satu kelebihan PKS, masih tetap memikirkan kepentingan rakyat dalam posisi "tersakiti" untuk kesekian kalinya. Terdzalimi, kata netizen.

Apa kompensasi yang akan didapat PKS? Gratis? Tentu akan dianggap bodoh jika menyerah dengan gratis. Terima kompensasi? PKS mesti hati-hati. Salah-salah akan dianggap telah menjual keringat umat. Dilematis! Memilih untuk dianggap bodoh, atau dituduh jual keringat umat. Di sinilah seninya berpolitik. Sekaligus ujian bagi PKS dalam menghadapi situasi dilematis ini.[PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 29/1/2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X