Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.440 views

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

 

Oleh:

Nawfa Andini

Revowriter Karawang

 

MENARIK tentang apa yang menjadi pokok pembahasan Kabinet Indonesia Maju (KIM). Isu ini mencuat ke ranah publik. Meroket. Hingga menjadi tema pembahasan yang seksi untuk dikuliti. Deradikalisasi. Istilah yang tak asing lagi untuk didengar masyarakat luas yang melek sosial media. Yang tak melek sosial media? Tema seksi yang menjadi pembahasan utama mereka tetap sama, yakni soal memenuhi kebutuhan perut yang kian mencekik.

Kita tahu, apa yang menjadi semangat kerja dari Kabinet Indonesia Maju yang baru ini ada agenda yang menjadi perhatian bersama yakni tentang isu menangkal deradikalisasi. Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tegas mengintruksikan soal penanganan tangkal radikalisme. Terbukti dari beberapa pernyataan para tokoh menteri semakin menderaskan isu deradikalisasi ini. Pun demikian, kabarnya Kementerian Dalam Negeri akan membentuk pengawas radikalisme hingga ke tingkat kecamatan. Lantas seberapa urgensinya isu deradikalisasi ini? Dibanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kian menyiksa rakyat? Kenaikan BPJS? Juga kenaikan tarif dasar listrik yang kian memusingkan rakyat? Atau isu degradasi moral yang membuat miris? Yang hampir tak pernah disinggung oleh para pemegang tungku kekuasaan?

Yang menjadi perhatian publik, justru meroketnya pernyataan-pernyataan nyentrik para menteri terkait isu deradikalisasi ini. Soal Menteri Agama yang melarang ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang karena bisa jadi terindikasi radikalisme. Begitupun dengan pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD terkait anak SD yang sudah memahami arti mahrom, dikatakan sebagai virus jahat dan adanya indikasi munculnya benih-benih radikalisme atau deradikalisasi pada anak. Lantas apa sejatinya deradikalisasi atau radikalisme itu sendiri? Apa yang menjadi patokan dan batasan dari radikalisme itu? Jika faktanya narasi-narasi tadi mengarah pada ajaran agama tertentu? Apalagi jika bukan Islam dan ajarannya yang tertuduh.

Sebagai anak bangsa, kita perlu kritis terhadap isu-isu sensitif yang berkembang. Karenanya isu ini akan berbuah  menjadi opini umum jika terus menerus di blown up.  Tentunya, berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang masyarakat. Perlu adanya pengkajian tentang apa kolerasinya antara identitas dan ciri kebangsaan Indonesia dengan istilah deradikalisasi itu sendiri. Sebab apa? Sebab dari istilahnya saja sungguh tidak familiar dalam benak masyarakat Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin pada acara Fakta - TVone yang dipublikasikan pada tanggal 4/11/2019,  bahwa kata 'deradikalisasi' bukan identitas dan cara Indonesia.

Menelisik lebih dalam dari pernyataan tokoh besar Muhammadiyah, Din Syamsudin dalam acara Fakta di TV One yang dipublikasikan 4 November 2019 dengan tema 'Melawan Radikalisme, Siapa yang Radikal?', "Deradikalisasi seingat saya itu proposal keinginan Presiden Jos Bush waktu datang kedua kalinya di Bogor setelah di Bali, dan mengundang tokoh Islam. Ketua Umum Nahdatul Ulama (NU) Alm. Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi tidak berkenan hadir. Saya pun kemudian ikut serta juga tidak mau hadir. Namun didatangi ya saya kira intel ya. Yang ngajak-ngajak diskusi dan mereka menawarkan program deradikalisasi. Yang kedua ingin menghapus kurikulum agama atau menyesuaikan kurikulum agama di madrasah dan pesantren. Waktu itu kita tolak. Maka saya meyakini bahwa deradiklisasi sebenarnya program luar. Bukan identitas Indonesia dan cara Indonesia. Istilahnya sendiri 'deradikalisasi' gak akan mau yang dituduh radikal akan ikut. Karena dia sudah dituduh sebagai objek." Tegas Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin.

Isu semakin berkembang dengan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan mengganti istilah radikalisme ini menjadi frasa 'manipulator agama'. Seperti yang dilansir CNN.com, "Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme," kata Jokowi.

Hal itu Jokowi sampaikan saat membuka rapat terbatas dengan topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Kamis (31/10).

Jokowi lantas melempar wacana untuk merubah istilah gerakan radikalisme. Dia menyebut frasa 'manipulator agama' mungkin bisa menjadi pengganti dari 'gerakan radikalisme'.

"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," ujarnya.

Uraian yang disampaikan Din Syamsudin semakin memperjelas arah isu deradikalisasi ini. Seiring dengan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan sebuah frasa pengganti radikalisme itu sendiri menjadi 'manipulator agama'. Secara konteks frasa dari manipulator agama, tentunya akan menambah keruwetan dalam benak masyarakat. Tidak jelas. Apakah nama baru 'manipulator agama' ini agar lebih di terima sebagai identitas dan cara indonesia dibanding dengan kata 'radikalisasi' itu sendiri?

Umat mulai melek. Umat mulai sadar. Bahwa sejatinya isu radikalisme ini adalah alat untuk membungkam geliat kebangkitan umat Islam. Untuk membungkam dakwah Islam. Untuk membungkam para aktivis Islam yang memperjuangkan syariah Islam. Sejatinya, semakin deras perlawanan para penghadang dakwah. Percayalah, fajar kemenangan itu semakin dekat. Pertanyaannya, apakah kita puas hanya sebatas menjadi penonton?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Ahad, 29 Mar 2020 02:51

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 22:00

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Sabtu, 28 Mar 2020 21:50

Corona dan Problematika Mudik

Corona dan Problematika Mudik

Sabtu, 28 Mar 2020 21:09

Fraksi PKS Tagih Janji Jokowi Tangguhkan Cicilan Rakyat Kecil

Fraksi PKS Tagih Janji Jokowi Tangguhkan Cicilan Rakyat Kecil

Sabtu, 28 Mar 2020 20:51

Pertempuran Kembali Berkobar di Libya Meski Ancaman Virus Mematikan Cina

Pertempuran Kembali Berkobar di Libya Meski Ancaman Virus Mematikan Cina

Sabtu, 28 Mar 2020 19:45

Turki Karantina Selusin Wilayah Dalam Rangka Memerangi Virus Corona

Turki Karantina Selusin Wilayah Dalam Rangka Memerangi Virus Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 19:25

Pasukan Tempur Mulai Melawan Jokowi

Pasukan Tempur Mulai Melawan Jokowi

Sabtu, 28 Mar 2020 18:43

Ombudsman: Pejabat Negara yang Undang Liputan Media Saat Darurat Corona Maladministrasi

Ombudsman: Pejabat Negara yang Undang Liputan Media Saat Darurat Corona Maladministrasi

Sabtu, 28 Mar 2020 17:50

Update 28 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1155 Positif, 59 Sembuh, 102 Meninggal

Update 28 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1155 Positif, 59 Sembuh, 102 Meninggal

Sabtu, 28 Mar 2020 16:48

Kematian Corona di Indonesia Tertinggi di Dunia, Komisi XI: Awalnya Ada yang Jumawa dan Remehkan

Kematian Corona di Indonesia Tertinggi di Dunia, Komisi XI: Awalnya Ada yang Jumawa dan Remehkan

Sabtu, 28 Mar 2020 15:42

PKS Minta PLN Siaga Selama Darurat Corona

PKS Minta PLN Siaga Selama Darurat Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 14:50

Lebih 375 Masjid dan Fasilitas Shalat di Inggris Ditutup Menyusul Penyebaran Wabah Virus Corona

Lebih 375 Masjid dan Fasilitas Shalat di Inggris Ditutup Menyusul Penyebaran Wabah Virus Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 13:30

Presiden Lempar Handuk?

Presiden Lempar Handuk?

Sabtu, 28 Mar 2020 13:19

Kebijakan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Kebijakan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 28 Mar 2020 12:40

Tuhan itu Peduli dan Tidak Tidur

Tuhan itu Peduli dan Tidak Tidur

Sabtu, 28 Mar 2020 11:41

Pemerintah Buka Rekening Donasi untuk Corona, Legislator: Lucu, Jadi Terbalik-balik

Pemerintah Buka Rekening Donasi untuk Corona, Legislator: Lucu, Jadi Terbalik-balik

Sabtu, 28 Mar 2020 10:21

Fatwa Lengkap MUI Tentang Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Corona

Fatwa Lengkap MUI Tentang Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 09:59

Corona Kembalikan Perempuan pada Fitrahnya sebagai Ibu

Corona Kembalikan Perempuan pada Fitrahnya sebagai Ibu

Sabtu, 28 Mar 2020 08:42

Ikuti Jejak Anies, Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Banyumas Hibahkan Hotel untuk Tenaga Kesehatan

Ikuti Jejak Anies, Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Banyumas Hibahkan Hotel untuk Tenaga Kesehatan

Sabtu, 28 Mar 2020 07:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 28/03/2020 06:46

Lawan Covid-19, Perkuat Iman dan Imun