Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.236 views

Jokowi Terlalu Perkasa

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ada lima pilar yang jadi kekuatan politik di Indonesia yaitu pertama, mahasiswa. Dalam sejarah, gerakan mahasiswalah yang paling efektif untuk menggagalkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat. Lebih dari itu, tahun 1966 mahasiswa pernah berhasil menjatuhkan presiden Soekarno. Tahun 1998 Soeharto juga jatuh oleh demonstrasi mahasiswa. Dan tahun 2002, Gus Dur dilengserkan oleh sidang MPR pasca demonstrasi mahasiswa.

Kedua, media. Media seperti seorang penyihir yang mampu menghipnotis pikiran rakyat. Mahasiswa adalah bagian dari rakyat. Entah berapa banyak "pejabat nakal"  yang pernah jadi korban media. Melalui media, rakyat mendapat berbagai informasi, bahkan juga opini. Apalagi di era dimana dunia sedemikian terbuka. Semua informasi dari yang paling ringan sampai yang paling berat, dari yang paling baik hingga yang paling jahat bisa diperoleh melalui media.

Buatlah judul berita: "Indonesia Sarang Para Koruptor". Ini misalnya. Sekedar contoh saja. Tak ada kaitan soal benar atau salah. Ada data atau tidak. Namanya juga contoh. Membaca judul berita itu, spontan pikiran publik akan berimajinasi. Itu baru judul. Inilah dahsyatnya media. Judul saja bisa mempengaruhi mindset, apalagi isinya.

Ketiga, ormas dengan para tokoh dan ulamanya. Teringat sebuah cerita. Konon katanya, di era Orba, ketika Gus Dur buat raker PBNU, Pak Harto ketar-ketir. Supaya tak terjadi apa-apa, pemerintah nyumbang untuk acara tersebut. Jika cerita ini benar, betapa hebatnya Gus Dur telah membuat orang sekuat Pak Harto takut.

Keempat, TNI. Orde Lama dan terutama Orde Baru berhasil menjaga stabilitas nasional dengan mengoptimalkan peran TNI. Saat itu namanya ABRI.Tidak hanya itu, bahkan untuk mengendalikan lawan politiknya, Pak Harto membuat dwi fungsi ABRI. Setelah Soeharto jatuh, dwi fungsi ABRI tak berlaku lagi, dan peran ABRI/TNI di ranah politik melemah. Jabatan-jabatan sipil yang dulu dipegang TNI mulai dipreteli.

Di pemerintahan sekarang, Jokowi nampaknya lebih dekat dengan Polri. Publik melihat bahwa ada sejumlah posisi sipil yang di zaman Orba jadi jatah TNI mulai digeser ke Polri. Benarkah? Setidaknya, asumsi ini sedang ramai jadi perbincangan publik.

Kelima, pimpinan partai. Peran pimpinan partai sangat menentukan warna politik di Indonesia. Revisi UU KPK adalah contoh terkini yang paling konkret. Semua Pimpinan partai melalui para anggotanya di parlemen sepakat untuk mengubur KPK. Rakyat dan mahasiswa hanya bisa berucap: Goodbye KPK. Setidaknya engkau pernah ada di Indonesia. Mahasiswa, pimpinan dan pegawai KPK sudah berjuang menolaknya. Berhasilkah? Nampaknya Jokowi terlalu perkasa untuk dilawan. Apalagi parlemennya sudah kompak.

Lima pilar kekuatan politik bangsa ini sekarang berada di genggaman Jokowi. Mahasiswa dikendalikan melalui Forum Rektor yang dipilih oleh menag dan mendikti. Media dikendalikan melalui para pemiliknya yang rentan masalah. Mana ada pengusaha yang tak bisa dicari kasusnya, kata temen aktifis saya. Sejumlah ormas justru menjadi pendukung aktif.

Kecuali beberapa kader NU yang oleh publik dianggap sedang melakukan manuver. Tapi, semua bisa diselesaikan di panggung belakang. Jokowi bisa perintahkan Luhut Binsar Panjaitan dan Budi Gunawan untuk melakukan komunikasi politik dengan beberapa kader itu. Beres! Awas, jangan berpikir negatif. Karena panggung belakang tidak identik dengan sesuatu yang negatif. Ini lagi-lagi: "Demi Stabilitas Nasional". Saya kasih tanda kutip, biar semua berpikir lebih positif.

TNI? Sejumlah peran TNI di Orde Baru sudah mulai bergeser ke Polri. Publik tahu bahwa Polri sangat loyal kepada Jokowi. Jokowi memberi beberapa posisi strategis kepada para jenderal di kepolisian, diantaranya Mendagri, Dirjen Imigrasi, Kabulog, BIN, dan beberapa posisi yang lain seperti PSSI. Ini artinya, Jokowi merasa sangat nyaman dengan polisi.

Apakah itu artinya telah berlaku Dwi fungsi Polri sebagaimana ramai di medsos? Yang pasti, Jokowi dan Polri tak pernah menyebut kata Dwi fungsi. Secara undang-undang, Dwi fungsi Polri memang tak ada. Istilah itu hanya muncul dalam percakapan publik.

Selain beberapa kekuatan politik itu, Jokowi juga mendapat dukungan para pimpinan partai politik. Hanya PKS yang memilih oposisi. PAN dan Demokrat? Mereka ingin bergabung ke istana. Tapi, gayung tak bersambut. Dan sekarang, dua partai ini dalam posisi antara oposisi dan koalisi. Artinya, oposisi tidak, koalisi juga tidak. "Baina wabaina" kata mahasiswa Arab.

Melihat peta ini, Jokowi terlihat sangat perkasa. Lima pilar kekuatan politik telah berada di genggamannya. Tak akan bisa dilawan. Kecuali, pertama, ada trigger yang kuat. Seperti krisis ekonomi misalnya. Sekuat apapun presiden, pasti berat bisa bertahan. Atau kedua, konflik internal elit pendukungnya. Konflik yang kira-kira tak mungkin bisa didamaikan. Konflik yang membuat barisan politik istana porak poranda. Sementara Persaingan Teuku Umar, Gondangdia dan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) sejauh ini masih bisa diredam. Aman-aman saja.

Sejauh dua hal ini tak muncul, Jokowi tak saja aman, tapi bertambah perkasa. Apakah keperkasaan ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan negeri ini? Sehingga Jokowi kelak akan mengakhiri karir politiknya dengan sangat indah. Atau justru sibuk menghabisi lawan-lawan politiknya? Itu terserah Jokowi. Rakyat akan melihat mana yang akan dipilih -dan dominan pada diri- Jokowi dari dua opsi itu.  [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 7/11/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Anggota DPD RI: Sertifikasi Pernikahan Tidak Boleh Beratkan Calon Pengantin

Senin, 18 Nov 2019 12:18

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Ahad, 17 Nov 2019 23:24

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Ahad, 17 Nov 2019 23:12

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

Ahad, 17 Nov 2019 19:00

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Ahad, 17 Nov 2019 16:14

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Ahad, 17 Nov 2019 15:14

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Ahad, 17 Nov 2019 14:15

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Ahad, 17 Nov 2019 13:15

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Ahad, 17 Nov 2019 12:16

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Ahad, 17 Nov 2019 11:15

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X