Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.055 views

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

"Dua Garis Biru" saat ini menjadi film bioskop yang sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, film ini sempat menuai protes dari beberapa pihak pasca dirilisnya teaser trailer 1 bulan yang lalu sebagai bentuk promosi. Salah satunya adalah petisi yang digagas Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) agar film bergenre romansa remaja yang masih dalam tahap editing ini dikritisi ulang sebelum diloloskan sensor. Namun, ternyata film ini tetap lolos sensor dan telah ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia sejak tanggal 11 Juli lalu.

Beberapa pihak melihat bahwa film ini bermuatan seks edukasi. BKKBN misalnya, telah mengadakan acara nonton bersama dengan John Hopkins Center for Communication Program (JHCCP) dan Forum Genre Indonesia (FGI) bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya remaja terkait kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berumah tangga dan penyiapan kehidupan bermasyarakat akan pentingnya kualitas SDM.

Dari sisi BKKBN, film ini dianggap jadi media untuk menyebarkan kesadaran tentang perilaku berisiko remaja yang menjadikannya rentan mengalami pernikahan di usia dini, kehamilan tidak diinginkan dan terinfeksi penyakit menular seksual sehingga aborsi yang tidak aman (detikNews.com). Jika pendapat perwakilan BKKBN tersebut dilihat dari sisi sudut pandangan sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) maka itu bermakna positif. Dinilai mampu memberikan edukasi.

Namun, berbeda saat kita menempatkan Film "Dua Garis Biru" tersebut dengan standar Islam, yang notabenenya mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam tentunya film tersebut dinilai merusak generasi muda. Sebab, dalam film tersebut mengandung propaganda liberalisme (paham kebebasan). Di film ini “DUA GARIS BIRU” menceritakan tentang kisah cinta di masa SMA. Namun hubungan antara pasangan anak laki-laki dan anak perempuan itu cenderung menampilkan Pacaran di Luar Batas. Bahkan sampai-sampai si anak perempuan itu hamil di luar nikah. Dipandang lumrah seorang wanita dan laki-laki yang bukan mahrom menjalin hubungan haram pacaran, ikhtilat hingga zina. Padahal sejatinya manusia telah Allah berikan potensi pada dirinya yaitu berupa naluri berkasih sayang (gharizah nau'). Sehingga tanpa harus diberikan tontonan seks edukasi pun, mereka mampu menjalankan tugasnya dengan naluri tersebut melalui jalur halal pernikahan.

Yang ada justru dari tontonan yang demikian, akan membuat para remaja berpikir bagaimana melakukan seks sehat dengan pasangan haramnya (kekasih) agar tidak hamil.

Apakah dengan adanya berbagai judul film dengan genre gaul bebas ini bisa menangkal fenomena gaul bebas di masyarakat? Sepertinya tidak. Justru para penonton yang remaja atau yang bukan remaja merasa penasaran dengan adegan-adegan dewasa yang di pertontonkan. Mereka penasaran ingin mencobanya dan berharap happy ending dengan tanggung jawab dari pihak lelaki. Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) agar film bergenre romansa remaja yang masih dalam tahap editing ini dikritisi ulang sebelum diloloskan sensor. Menurut mereka, ditinjau dari beberapa adegan dalam teaser, ada pesan implisit yang ingin diberikan kepada penonton dan dinilai bisa merusak generasi muda. Seperti penggambaran sepasang remaja berduaan di dalam kamar.

Jika kita membaca sinopsis dari film dua garis biru ini, jelas tergambar bahwa film ini memberi pesan kepada penonton bahwa hamil di luar nikah adalah masalah biasa asal si laki laki bertanggungjawab. Hamil diluar nikah tidak lagi menjadi hal yang tabu karena seks bebas adalah sebuah kewajaran dilakukan oleh muda mudi yang pacaran. Dalam film ini, sudut pandang agama tidak lagi dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghukumi sebuah perbuatan.

Kita mungkin akan tercengang ketika mengetahui bahwa film ini dianggap sebagai sarana untuk edukasi seks. Pasalnya, edukasi seks yang telah dilakukan di lembaga pendidikan saat ini nyata tidak memberikan efek yang berarti untuk mencegah peningkatan seks bebas di kalangan remaja. Bahkan, secara nyata hari demi hari seks bebas semakin merebak di kalangan remaja kita, dengan segunung problematika ikutan akibat seks bebas ini semakin mengkhawatirkan. Jika dicerna lebih lanjut,  edukasi seks yang ada selama ini justru memunculkan solusi-solusi pragmatis yang dianggap legal oleh remaja.

Jika kita mau berfikir  lebih mendalam  tentang film garis biru ini, maka jelas  tergambar bahwa film ini memberi pesan kepada penonton bahwa berpacaran boleh saja asal tidak sampai kebablasan. Kemudian, misal sudah kebablasan dan si cewek hamil maka tidak menjadi masalah asal si laki-laki mau bertanggung jawab. Maka ditonjolkan bagaimana atas nama cinta seolah kondisi apapun tidak menyurutkan kesetiaan dua sejoli. Hingga kemudian  hamil di luar nikah tidak lagi menjadi hal yang tabu karena seks bebas adalah sebuah kewajaran dilakukan oleh muda mudi yang pacaran.  

Nampak nyata bahwa dalam film ini, sudut pandang agama tidak lagi dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghukumi sebuah perbuatan. Terlebih Indonesia adalah negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam seolah dituntun untuk tidak lagi menggunakan Islam sebagai syariat yang mengatur tata kehidupan dan digiring untuk mau menerima pandangan dari kebanyakan masyarakat. Jika masyarakat tidak menganggap hal tabu atau asusila maka boleh-boleh saja berpacaran, seks aman, hamil di luar nikah, dst.

Film sejenis ini bukan pertama kali dirilis bahkan sudah berkali-kali seperti “Virgin”, Ku Cumbu Tubuh Indahmu beberapa waktu lalu dan semacamnya. Inilah potret buram tontonan bergenre remaja zaman now. Tidak ada edukasi malah menjerumuskan remaja. Film yang dibuat sebenarnya tidak bertujuan mengedukasi malah cuma mencari profit dan menghancurkan remaja. Dan ini adalah target dari para elite kapitalis yang ingin menguasai dunia dengan merusak generasi muda apalagi dengan bonus profit yang begitu menggiurkan bagi mereka. Karena konsep ekonomi kapitalis adalah supply and demand.

Lalu bagaimana Islam memandang film? Apakah film dibolehkan dalam Islam. Sebagai karya seni, film adalah salah satu produk seni berupa gambar visual dan suara. Pada dasarnya, mubah saja membuat atau menikmati karya seni selama tidak ada unsur yang diharamkan didalamnya. Ketika institusi Islam tegak, sangat dimungkinkan menggunakan film sebagai sarana propaganda untuk menyebarkan aqidah dan ide-ide Islam. Apalagi di abad 21 ini. Kecanggihan efek animasi dalam sebuah film yang mempropagandakan Islam akan semakin memberikan pengaruh yang besar bagi penonton film. Propaganda ide ide Islam akan lebih diterima oleh masyarakat. Jadi, sudah saatnya kita berjuang menghapus fenomena gaul bebas bukan dengan membuat dan menonton film-film bernada gaul bebas. Tapi dengan mengkaji islam, memantapkan akidah, mengokohkan pondasi keimanan, mengamalkannya, dan menyebarluaskannya pada yang lain. Wallahu'alam bish shawab.*

Fitriani, S.Sos

Tinggal di Kota Amuntai, Kalimantan Selatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Pejuang Oposisi Mulai Mundur dari Kota Utama dan Beberapa Kota Lain di Barat Laut Suriah

Pejuang Oposisi Mulai Mundur dari Kota Utama dan Beberapa Kota Lain di Barat Laut Suriah

Selasa, 20 Aug 2019 14:15

Ada yang Coba Merusak Kerukunan Umat (Rakyat) di Indonesia

Ada yang Coba Merusak Kerukunan Umat (Rakyat) di Indonesia

Selasa, 20 Aug 2019 13:49

Bahayanya Islamofobia dan Ketidakadilan

Bahayanya Islamofobia dan Ketidakadilan

Selasa, 20 Aug 2019 13:49

Memaknai Kemerdekaan

Memaknai Kemerdekaan

Selasa, 20 Aug 2019 13:00

Pejuang IS, 'Jihadi Jack', Berharap Kanada Bawa Dia Keluar dari Penjara Kurdi

Pejuang IS, 'Jihadi Jack', Berharap Kanada Bawa Dia Keluar dari Penjara Kurdi

Selasa, 20 Aug 2019 10:30

Bahrain Akan Bergabung dengan Upaya AS untuk Melindungi Navigasi Laut Teluk

Bahrain Akan Bergabung dengan Upaya AS untuk Melindungi Navigasi Laut Teluk

Selasa, 20 Aug 2019 09:05

Ashabul Kafe

Ashabul Kafe

Selasa, 20 Aug 2019 03:11

Cinta Monyet Memicu Aksi Kekerasan

Cinta Monyet Memicu Aksi Kekerasan

Selasa, 20 Aug 2019 00:00

Pasca Penggulingan Al-Bashir, Krisis Ekonomi di Sudan Jadi Semakin Parah

Pasca Penggulingan Al-Bashir, Krisis Ekonomi di Sudan Jadi Semakin Parah

Senin, 19 Aug 2019 23:49

Turki Copot Tiga Walikota Pro-Kurdi

Turki Copot Tiga Walikota Pro-Kurdi

Senin, 19 Aug 2019 23:40

Afghanistan Hentikan Perayaan Kemerdekaan Pasca Pembantaian di Pesta Pernikahan

Afghanistan Hentikan Perayaan Kemerdekaan Pasca Pembantaian di Pesta Pernikahan

Senin, 19 Aug 2019 22:30

Suriah Sebut Konvoi Turki Masuki Idlib untuk Bantu Pejuang Oposisi

Suriah Sebut Konvoi Turki Masuki Idlib untuk Bantu Pejuang Oposisi

Senin, 19 Aug 2019 22:21

Thailand Tolak Tuntutan Kelompok Pejuang Muslim Melayu untuk Membebaskan Para Tahanan

Thailand Tolak Tuntutan Kelompok Pejuang Muslim Melayu untuk Membebaskan Para Tahanan

Senin, 19 Aug 2019 22:15

Pasukan Pemerintah Libya Tembak Jatuh Drone Bersenjata Milik UEA di Kota Misrata

Pasukan Pemerintah Libya Tembak Jatuh Drone Bersenjata Milik UEA di Kota Misrata

Senin, 19 Aug 2019 21:49

Pasukan Rezim Suriah Mulai Dekati Khan Sheikhoun dari Idlib

Pasukan Rezim Suriah Mulai Dekati Khan Sheikhoun dari Idlib

Senin, 19 Aug 2019 21:46

FBI Klaim Gagalkan Serangan 'Supremasi Kulit Putih' di Pusat Yahudi

FBI Klaim Gagalkan Serangan 'Supremasi Kulit Putih' di Pusat Yahudi

Senin, 19 Aug 2019 21:43

Tanggapan atas Pelaporan UAS Terkait Konten Ceramah Agama

Tanggapan atas Pelaporan UAS Terkait Konten Ceramah Agama

Senin, 19 Aug 2019 21:08

Trump akan Masukkan Anti Fasis Sebagai Kelompok Teror Domestik

Trump akan Masukkan Anti Fasis Sebagai Kelompok Teror Domestik

Senin, 19 Aug 2019 21:08

Sudan Tunda Pembentukan Dewan Kedaulatan

Sudan Tunda Pembentukan Dewan Kedaulatan

Senin, 19 Aug 2019 20:39

Peran APBN untuk PDB Dipertanyakan

Peran APBN untuk PDB Dipertanyakan

Senin, 19 Aug 2019 20:25


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X