Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.661 views

Refleksi Ramadhan 1440 : Kembali kepada Syariat Allah

Sahabat VOA-Islam...

Ramadhan bulan perjuangan. Begitulah tagar yang sempat populer di jagat twitter Indonesia. Nyatanya memang demikian, sebagaimana yang dicontohkan oleh rasul misalnya. Rasulullah dan para sahabat mengisi ramadhan kala itu dengan berperang.

Ramadhan tidak melulu soal berjuang meningkatkan ibadah mahdho saja, juga tidak sekedar berjuang melawan hawa nafsu yang ada pada setiap muslim. Tapi, berjuang untuk menegakkan yang haq diantara yang bathil seperti yang terjadi pada perang Badar.

Memang terasa cukup berbeda dari bulan-bulan Ramadhan lainnya, isu politik terutama tentang pemilu masih dirasakan masyarakat di awal bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, pemilu diumumkan pada pertengahan bulan ramadhan yang hasilnya cukup mengejutkan sebagian pihak.

Puncaknya protes terhadap hasil perhitungan KPU yang semula disebut aksi damai tercoreng oleh tindakan brutal yang dilakukan oleh aparatur negara. Bentrok antar kedua belah pihak tidak terelakkan. Bahkan bentrok tersebut tidak hanya dengan peserta aksi damai tersebut saja, relawan dan wartawan media mainstream pun juga kena imbasnya.

Kericuhan tersebut diperparah dengan matinya media sosial Whatsapp, Instagram, dan Facebook. Pemerintah sengaja meng-off kan ketiganya guna meminimalisir hoax yang beredar. Sekalipun hal itu sepintas terlihat benar tapi, nyatanya malah menambah kebingungan dan kecemasan masyarakat dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Bagaimana tidak perang opini antara media mainstream dan akun-akun media sosial saling serang satu sama lain. Media mainstream berlomba-lomba menayangkan bagaimana kerja keras aparatur negara yang rela berpisah dari keluarga demi "mengamankan" aksi damai tersebut. Bak drama film, haru biru mewarnai tayangan tersebut. Sementara media sosial justru memperihatkan bagaimana kebrutalan dan kekejaman mereka secara tampak, kepada peserta aksi yang notabenenya juga merupakan masyarakat sipil.

Sadarkah kita bahwa saat ini kita tengah memasuki era post truth (pasca kebenaran). Singkatnya era ini kita sering dijejali dengan pembenaran-pembenaran dibandingkan dengan kebenaran. Pembenaran-pembenaran yang disuguhkan jelas bertolak belakang dengan fakta yang terjadi, karena pembenaran itu hanya didasari oleh sisi emosional saja bukan rasional. Ada pihak-pihak yang sengaja ingin mempermainkan masyarakat, yang semestinya mereka melek terhadap realitas fakta tapi justru dijejali dengan kebohongan demi kebohongan guna menutupi kepentingan segelintir orang.

Ketika masyarakat dijejali dengan hal-hal yang bersifat emosional maka mereka akan mengesampingkan realitas fakta yang terjadi. Seseorang yang dzalim sekalipun tidak akan terlihat kedzalimannya selama masyarakat digiring kepada opini kerja nyata. Sekalipun kerjanya itu faktanya mendzalimi rakyat. dengan kata lain masyarakat sengaja dibodohi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gagasan post truth merupakan buah dari penerapan sistem sekulerisme-kapitalisme. Dalam sistem sekulerisme-kapitalisme kebenaran bisa diputar balikkan sesuai dengan kepentingan pihak-pihak tertentu dan mengorbankan kepentingan rakyat. Dalam sistem sekulerime tidak ada kebenaran mutlak. Lantas bagaimana mungkin kita hidup dalam sistem yang penuh dengan kebohongan semacam ini?

Tidaklah layak bagi seorang muslim mempertahankan sistem selain dari apa yang diajarkan oleh Allah melalui Rasulnya. Rasulullah telah memberi kita contoh bagaimana menjalankan kehidupan bernegara yang baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberhasilan beliau dalam menjalankan sistem pemerintahan berdasarkan Al Quran dan Hadits ini, hingga diakui oleh orang-orang barat.

Salah satunya Michael H. Hart dalam bukunya 100 Tokoh yang Berpengaruh Sepanjang Sejarah. Disisi lain Rasulullah senantiasa mengedukasi masyarakat dengan mengajarkan Al Quran dan Hadits, sehingga terbentuk kepribadian muslim yang unggul dan khas karena beliau mengajarkan islam secara kaffah mulai dari akar hingga daun.

Oleh karena marilah kita jadikan momentum Ramadhan ini sebagai titik tolak kita menuju perubahan hakiki dengan kembali kepada syariatNya. Wallahu alam bishawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Harumi, S.Pd, Institut Kajian Politik dan Perempuan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Protes Pecah di Kota-kota Seluruh AS Menyusul Kematian Warga Kulit Hitam Oleh Opsir Kulit Putih

Protes Pecah di Kota-kota Seluruh AS Menyusul Kematian Warga Kulit Hitam Oleh Opsir Kulit Putih

Sabtu, 30 May 2020 19:05

Mengapa Muslimah Harus Berkarir?

Mengapa Muslimah Harus Berkarir?

Sabtu, 30 May 2020 19:00

Bupati Tangerang Gelar Simulasi Pembukaan Masjid Standar Protokol Kesehatan Covid-19

Bupati Tangerang Gelar Simulasi Pembukaan Masjid Standar Protokol Kesehatan Covid-19

Sabtu, 30 May 2020 18:46

Update 30 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 30 Mei 2020 Infografis Covid-19

Sabtu, 30 May 2020 17:42

New Normal, Wujud Kebijakan Coba-Coba

New Normal, Wujud Kebijakan Coba-Coba

Sabtu, 30 May 2020 12:13

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

Sabtu, 30 May 2020 09:02

Viral Soal Isu PKI Jelang 1 Juni

Viral Soal Isu PKI Jelang 1 Juni

Sabtu, 30 May 2020 01:59

Legislator Nilai Pelantikan PAW Dirut TVRI Langgar UU MD 3

Legislator Nilai Pelantikan PAW Dirut TVRI Langgar UU MD 3

Jum'at, 29 May 2020 23:42

PKS: Pansus BBM Perlu Segera Dibentuk

PKS: Pansus BBM Perlu Segera Dibentuk

Jum'at, 29 May 2020 22:58

Selain Rebahan, Inilah 3 Hal Positif untuk Mengisi Syawal

Selain Rebahan, Inilah 3 Hal Positif untuk Mengisi Syawal

Jum'at, 29 May 2020 22:00

Corona, antara Khayalan dan Kenyataan

Corona, antara Khayalan dan Kenyataan

Jum'at, 29 May 2020 21:45

Pasien Positif Corona di Jatim Jadi 4.409, Tambahan Terbanyak dari Surabaya

Pasien Positif Corona di Jatim Jadi 4.409, Tambahan Terbanyak dari Surabaya

Jum'at, 29 May 2020 21:36

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Jelaskan Secara Objektif dan Transparan Kebijakan New Normal

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Jelaskan Secara Objektif dan Transparan Kebijakan New Normal

Jum'at, 29 May 2020 21:24

Inilah 4 Tips Menjaga Spirit Ibadah Pasca Ramadhan

Inilah 4 Tips Menjaga Spirit Ibadah Pasca Ramadhan

Jum'at, 29 May 2020 21:20

Soal Pembukaan Sekolah, Fahira Idris: Selama Belum Aman Jangan Coba-coba

Soal Pembukaan Sekolah, Fahira Idris: Selama Belum Aman Jangan Coba-coba

Jum'at, 29 May 2020 21:03

Tuntaskan PSBB ataukah Ngebet New Normal?

Tuntaskan PSBB ataukah Ngebet New Normal?

Jum'at, 29 May 2020 20:21

Ketua DPR Libya Timur Bertemu Para Pemimpin Milisi Pemberontak, Kecualikan Khalifa Haftar

Ketua DPR Libya Timur Bertemu Para Pemimpin Milisi Pemberontak, Kecualikan Khalifa Haftar

Jum'at, 29 May 2020 18:30

Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Jum'at, 29 May 2020 16:23

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Jum'at, 29 May 2020 16:10

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

Jum'at, 29 May 2020 15:06


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X