Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.893 views

Budaya Pengemis Tumbuh Subur pada Masyarakat Sekuler

BUDAYA pengemis tidak asing lagi di dunia, termasuk di Indonesia. Bisa dikatakan jumlah pengemis saat ini bagai jamur di musim hujan. Banyak modus yang mereka lakukan demi mendapatkan uang,  mulai dari pura-pura buta hingga pura-pura cacat. Kebohongan dan penipuan ini mereka lakukan demi uang, mereka tergiur akan mudahnya mendapatkan uang hanya dengan menengadahkan tangan kepada setiap orang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pengemis di Indonesia ini, disebabkan faktor kebutuhan hidup yang meningkat, lapangan pekerjaan yang sulit didapat dan pendidikan yang rendah membuat mereka terpaksa melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup termasuk mengemis.

Puncak dari aktivitas itu, yaitu di Hari Raya Idul Fitri. Pada saat Idul fitri setiap umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.  Dan momen itu akan dimanfaatkan oleh para pengemis musiman untuk meraup keuntungan dari orang orang yang akan membayar zakat.

Budaya dan kebiasaan mengemis, ternyata tanpa disadari semakin mengakar kuat. Hal ini tampak misalnya,  ketika dihari raya setiap  anak-anak meminta uang "Ampau Lebaran". Hal ini bisa dikatakan sebagai kebiasaan "mengemis" di era milenial. Kebiasaan ini tanpa disadari telah  berdampak pada pembentukan karakter anak-anak di era milenial yang senang meminta-minta dan menjadi kebiasaan yang membudaya.

Bahkan ada yang sampai mengemis-ngemis memaksa untuk mendapatkan yang diinginkan. Dan kadang merusak niat atau maksud ketika melakukan pertemuan  atau kunjungan ke rumah sanak saudara dan tetangga,  yang seharusnya didorong oleh niatan untuk bersilahturahim  dan bersilahukhuwah, berubah menjadi sekedar untuk mewujudkan keinginan memperoleh "Ampau Lebaran". Padahal yang seharusnya ditanamkan pada generasi saat ini dan harus dilakukankah sejak kecil, adalah menanamkan karakter bahwa  "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah".

Fenomena di atas adalah  akibat Islam telah dicampakkan dari kehidupan. Dengan kata lain akibat adanya sekulerisme yang terus bercokol di negeri ini, yang telah  berhasil  ditanamkan dan diwariskan oleh kaum penjajah. Sekulerisme telah membuat kaum muslim menjauh dari aturan agamanya yaitu aturan Islam. Bahkan  profesi menjadi pengemis telah dianggap sebagai hal yang wajar, sehingga terus tumbuh subur dan berkembang, walaupun  telah jelas keharamannya.

Di antara dalil-dalil syari yang menunjukkan haramnya mengemis dan meminta-minta sumbangan, diantaranya adalah hadis berikut ini : Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Seseorang yang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya."

Dan diriwayatkan dari Hubsyi bin Junaadah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api."

Sesungguhnya syariah Islam telah menjelaskan secara rinci, Islam mendorong setiap individu untuk bekerja dan berusaha mencari rezeki dan ini menjadi kewajiban bagi laki laki yang mampu untuk memenuhi nafkah dirinya dan orang orang yang menjadi tanggungannya, untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan sekunder dan tersier.

"Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak." (HR. Bukhari).

"Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam as-Sarakhsi didalam Al-Mabsuth menyebutkan riwayat : Rasul saw, pernah menjabat tangan Saad bin Muadz ra. Ternyata tangannya kasar kapalan, lalu Nabi saw menanyakan hal itu. Saad menjawab "aku bekerja menggunakan kapak dan sekop untuk menafkahi keluargaku," (mandengar itu) Rasul saw mencium tangannya dan bersabda "ini adalah kedua telapak tangan yang dicintai oleh Allah SWT."

Dengan demikian orang yang bekerja juga berarti terbebas dari pengangguran, bisa menghasilkan kehormatan, jiwa yang tunduk dan pemeliharaan 'iffah (kehormatan) dari kehinaan meminta-minta. Didalam hadis diatas terdapat dorongan untuk bekerja, mencari rezeki, bekerja atau mencari rezeki dan didalamnya terdapat keutamaan dan keluhuran.

Itulah yang menjadi salah satu kebijakan politik ekonomi dalam Islam. Yaitu memenuhi kebutuhan pokok tiap individu secara sempurna dan menciptakan peluang bagi setiap orang untuk dapat bekerja agar terpenuhinya kebutuhan sekunder dan tersier. Dengan demikian hadis hadis tentang dorongan untuk bekerja itu merupakan bagian dari politik ekonomi Islam.

Wallahu'alam bish shawab.*

Tati Ristianti

Ibu rumah tangga tinggal di Bandung, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jum'at, 23 Aug 2019 16:00

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Jum'at, 23 Aug 2019 15:00

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Jum'at, 23 Aug 2019 14:20

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Jum'at, 23 Aug 2019 14:00

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Jum'at, 23 Aug 2019 10:02

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 09:59

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Jum'at, 23 Aug 2019 09:52

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Jum'at, 23 Aug 2019 09:49

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Jum'at, 23 Aug 2019 08:49

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

Jum'at, 23 Aug 2019 08:42

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X