Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.714 views

Kekristenan dan Komunisme di Indonesia (Bagian 2 - Habis)

Oleh: MC. Amino Sitohang

Pasca gerakan “arogan” PKI yang meletus pada tanggal 6 November 1926, pemerintah penjajahan Belanda menangkap (baca; mengamankan) tokoh-tokoh PKI dan menempatkannya di Boven Digul. Sebagian kecil dipenjarakan dan dihukum mati untuk meredam aksi pembalasan dari ummat Islam.

Sebagian besar penghuni Boven Digul adalah orang-orang yang terlibat dalam gerakan PKI pada tahun 1926 tsb. Setelah dua tahun di Boven Digul, orang-orang yang “diamankan” ini diseleksi, digolongkan dan ditempatkan pada kelas-kelas yang berbeda.

Orang-orang yang mau bekerja sama dengan penjajah disebut dengan werkwillig. Mereka adalah orang-orang yang mau menerima pelayanan gereja dan dibaptis, seperti Abdoel Chalid Salim, tokoh PKI dari Sumatera Barat yang pada akhirnya dibaptis menjadi seorang Khatolik pada tanggal 26 Desember 1942, mereka ditempatkan di tempat yang berbeda dan mendapatkan jatah makanan yang cukup layak serta gaji 40 sen sehari.

Sementara kelompok yang menolak bekerja bagi kepentingan pemerintah, yang umumnya adalah orang-orang Islam yang terjebak propaganda revolusi dan perjuangan menyesatkan yang didengungkan oleh PKI, mereka disebut dengan golongan naturalis yang setiap bulannya mendapatkan ransum berupa 18kg beras, 2kg ikan asin, 300gram the, 300gram kacang hijau, minyak kelapa dan sebagainya.

Kelompok ke tiga yang merupakan segelintir orang-orang buangan yang terus memperlihatkan perlawanan atau kelompok yang disebut onverzlijken ditempatkan di barak yang berada di daerah tanah tinggi boven digul dan dijaga oleh beberapa kompi serdadu penjajah.

Banyak dari kelompok ke tiga ini yang menyerah dan beralih menjadi orang-orang “werkwillig”, yang bekerja sama dengan penjajah.

Orang-orang buangan di Digul, tidak mendapatkan siksaan secara fisik, siksaan terberat mungkin berasal dari rasa keterasingan dan kerinduan, sehingga kehidupan di Boven Digul tidaklah sesulit dalam bayangan dunia modern, hal ini dibuktikan dengan banyaknya “pelayan-pelayan rohani (misionaris) dari gereja”, yang melayani orang-orang buangan di Boven Digul, diantaranya Peter Meuwese yang berhasil membaptis Cholid Salim yang merupakan adik kandung Kyai H. Agus Salaim seorang ulama besar Islam saat itu.

Pecahnya perang pasifik dan kekalahan penjajah Belanda dari bala tentara Jepang di tahun 1942, menjadi sebab orang-orang yang “diamankan” di Boven Digul diungsikan ke Australia, negara sekutu penjajah Belanda, dengan harapan orang-orang tersebut akan membantu penjajah Belanda.

Sekitar 10.000 orang-orang Indonesia yang bekerja untuk kepentingan penjajah Belanda, juga ikut kabur mengungsi ke Australia menyelamatkan diri dari bala tentara Jepang, diantaranya adalah anggota-anggota KNIL, diantarnya Halim Perdanakusumah, priyayi-priyayi peliharaan penjajah, dsb.

Walaupun ex-Digulis merupakan kelompok minoritas yang diungsikan oleh penjajah Belanda ke Australia, akan tetapi pemerintahan Australia dengan Perdana Mentrinya John Curtin yang berasal dari partai buruh, memberikan perhatian sangat besar pada kader-kader PKI tsb. mereka diminta bekerja bersama-sama dengan orang-orang Indonesia lainnya di lembaga sipil ataupun militer penjajah Belanda ataupun sekutunya Australia di Australia.

Tokoh-tokoh komunis seperti, Sardjono salah seorang pimpinan PKI saat gerakan 1926, Djamaludin Tamim pembantu dekat Tan Malaka, Haryono pimpinan buruh PKI dan orang-orang komunis ex-Digulis lainnya, bukan hanya mendapat perlindungan akan tetapi juga mendapat sokongan dari unsur-unsur partai buruh yang berkuasa di Australia, partai Komunis dan organisasi-organisasi social Australia, untuk meluaskan jaringannya ke masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Australia.

Bahkan pada bulan Juli 1945 berdiri perkumpulan Australia-Indonesia Association di Sydney, yang beranggotakan ex-Digulis dan diantara pengurusnya adalah Uskup Gereja Anglican Sydney, “Prof. Elkin”, seorang pakar antropologi.

Atas bantuan loby “teman-teman” pengikut kristus, pada bulan Oktober 1945, Ben Chifley, pimpinan kedua Partai Buruh yang saat itu memerintah Australia, bersedia menyewakan kapal untuk mengangkut 1400 orang ex-Digulis pulang ke wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Republik Indonesia di pulau Jawa. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

***

Referensi :

  1. Australia & Indonesia’s Struggle For Independence, Martin O’hare & Anthony Reid, 1995.
  2. Muatan Lokal Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Di Bawah Kolonialisme Barat, Sejarah Nasional Indonesia jilid 7, Nino Oktarino, dkk, Lentera Abadi, Jakarta, 2009.
  3. Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi, Mohammad Hatta, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2011.
  4. Suratkabar.id, “Agus Salim, Tokoh Islam yang Malah Senang Adiknya Beragama katolik”. Diakses 10 Oktober 2017.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X