Senin, 24 Zulhijjah 1447 H / 28 Desember 2009 11:14 wib
2.463 views
George Tantang SBY Lawan Gurita Cikeas Dengan Buku!
JAKARTA (SuaraMedia News) - Terbitnya buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century", dengan penulis George Junus Aditjondro, disinyalir membuat gerah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang di sekitarnya.
Namun George meminta SBY menanggapi bukunya dengan belajar dari sikap Almarhum Haji Abdul Malik Karim Amrulah (Buya Hamka). Hamka pernah membantah buku "Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak 1816-1833" yang ditulis oleh Mangaraja Onggang Parlindungan (MOP), dengan buku karangannya sendiri.
Buku MOP tersebut menggambarkan proses Islamisasi dengan kekerasan. Selanjutnya Hamka menulis bantahannya dalam sebuah buku versi Minangkabau yang berjudul "Antara Fakta dan Khayal 'Tuanku Rao'".
"Belajarlah dari Almarhum Hamka. Itu contoh seorang intelektual dan agamawan," ujarnya saat dihubungi, Senin (28/12/2009).
George mempersilakan SBY menulis buku bagaimana kemenangan Partai Demokrat dan SBY sebagai Presiden. SBY harus menuliskan bahwa kemenangan itu dapat dengan cara etis dan halal, seperti yang dia gambarkan.
"Saya gambarkan kemenangan itu diragukan," tukasnya.
Dalam bukunya, George menyampaikan adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kubu SBY dalam proses pemenangan Pemilu. Sebelumnya, George mengaku sudah menyampaikan adanya pelanggaran tersebut saat Pemilu Legislatif.
"Ada keterlibatan dana asing lewat KPU, partai yang banyak melakukan pelanggaran dan lainnya. Pemilu dilakukan dengan cara melanggar hukum, banyak tim sukses yang tidak terdaftar secara resmi. Ini kekurangan UU Pemilu dibanding Pemilu sebelumnya," tuturnya.
Sementara itu, Penulis buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century", George Junus Aditjondro, siap dilawan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi dengan sebuah buku bantahan.
"Saya siap untuk dilawan dengan satu buku juga oleh SBY," kata George saat dihubungi.
Sejauh ini, SBY belum memberikan bantahan atas buku yang ditulisnya. Bantahan yang dikeluarkan SBY, menurutnya, hanya sepotong-potong saja. George menginginkan SBY melakukan bantahan seperti yang telah dirinya lakukan.
George mempersilakan SBY menulis buku bagaimana kemenangan Partai Demokrat dan SBY sebagai Presiden. SBY harus menuliskan bahwa kemenangan itu dapat dengan cara etis dan halal, seperti yang dia gambarkan.
"Saya gambarkan kemenangan itu diragukan," tukasnya.
"Cobalah mereka seperti yang saya lakukan. Dari tim sukses dan peneliti lainnya untuk menggambarkan betapa murninya kemenangan yang mereka peroleh. Jika tidak, berarti benar dong buku saya," tukasnya lagi.
Dalam bukunya, George menyampaikan adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kubu SBY dalam proses pemenangan Pemilu. Sebelumnya, George mengaku sudah menyampaikan adanya pelanggaran tersebut saat Pemilu Legislatif.
"Ada keterlibatan dana asing lewat KPU, partai yang banyak melakukan pelanggaran dan lainnya. Pemilu dilakukan dengan cara melanggar hukum, banyak tim sukses yang tidak terdaftar secara resmi. Ini kekurangan UU Pemilu dibanding Pemilu sebelumnya," tuturnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat, sebagai pendukung Susilo Bambang Yudhoyono mengomentari terbitnya buku kontroversial 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' karya George Junus Aditjondro.
"Selamat, Anda berhasil menjual sampah dengan strategi yang hebat," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Amir Syamsuddin dalam perbincangan.
Kata Amir, setiap yang membaca buku itu akan kecewa. "Karena judulnya memakai kata gurita yang berkaki delapan. Tapi dalam paragraf tak akan ditemukan ujung gurita," kata Amir.
Ditambahkan dia, buku George yang menghilang di pasaran adalah disengaja. "Pasti disembunyikan supaya penjualannya naik," tuding Amir.
Menurut dia, George memanfaatkan situasi kasus Century yang sedang hangat-hangatnya.
Bagaimana tanggapan George? "Kalau ini [buku] sampah, bersihkan sampah dari situs-situs partai Demokrat, dari yayasan SBY," kata dia.
Buku George berisi dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas juga disebut sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana.
'Membongkar Gurita Cikeas' sudah menarik perhatian publik meski baru akan diluncurkan pada Rabu 30 Desember 2009 pukul 12.00 WIB di Doekoen Cafe, Graha Permata Pancoran, Blok A, Pancoran. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!