Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.177 views

Korban Tewas AKibat Ledakan di Pelabuhan Beirut Tetap Meningkat, Puluhan Lainnya Masih Hilang

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Korban tewas akibat ledakan besar pekan lalu di ibu kota Libanon telah meningkat menjadi hampir 180 orang, dengan sekitar 6.000 orang terluka dan sedikitnya 30 orang hilang, kata PBB, Jum'at (15/8/2020).

Ledakan itu telah mempengaruhi operasi di enam rumah sakit, naik dari tiga rumah sakit pada awalnya, dan merusak lebih dari 20 klinik di bagian Beirut yang paling parah terkena ledakan itu, kata badan urusan kemanusiaan PBB dalam laporannya.

"Pengkajian cepat awal dalam radius 15 kilometer dari ledakan telah mengungkapkan bahwa, dari 55 fasilitas medis, hanya setengah yang beroperasi penuh dan sekitar 40% menderita kerusakan sedang hingga serius dan membutuhkan rehabilitasi," kata laporan itu.

Masih belum diketahui apa yang menyebabkan kebakaran 4 Agustus yang menyulut hampir 3.000 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut. Tetapi dokumen telah muncul setelah ledakan yang menunjukkan pimpinan tertinggi negara dan pejabat keamanan mengetahui bahan kimia yang disimpan di pelabuhan kota.

Pakar hak asasi manusia PBB pada hari Kamis menuntut penyelidikan cepat dan independen terhadap ledakan dahsyat Beirut, mengutip keprihatinan yang mendalam tentang tidak bertanggung jawab dan impunitas di Libanon.

Kelompok itu juga menyerukan debat khusus yang relatif jarang terjadi di Dewan Hak Asasi Manusia PBB September ini. Pakar PBB tidak berbicara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tetapi melaporkan temuan mereka kepadanya. Presiden Libanon telah menolak penyelidikan internasional atas ledakan pelabuhan di Beirut, seperti yang diminta oleh pengunjuk rasa.

"Kami mendukung seruan untuk penyelidikan yang cepat, tidak memihak, kredibel dan independen berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia, untuk memeriksa semua klaim, kekhawatiran dan kebutuhan sehubungan dengan ledakan serta kegagalan hak asasi manusia yang mendasarinya," kata sekitar 38 pakar PBB dalam sebuah pernyataan bersama.

Ledakan itu mengubah wajah ibu kota dan memaksa pemerintah mundur. Parlemen Libanon pada Kamis menyetujui keadaan darurat di Beirut dalam sesi pertamanya sejak ledakan tragis pekan lalu, memberikan kekuatan militer yang luas di tengah meningkatnya kemarahan rakyat dan ketidakpastian politik.

Sekitar 120 sekolah yang digunakan oleh 50.000 siswa rusak. Lebih dari 1.000 dari hampir 50.000 unit tempat tinggal rusak parah, kata laporan PBB itu.

Setidaknya 13 pengungsi, termasuk setidaknya dua warga Palestina, termasuk di antara mereka yang tewas dan lebih dari 170.000 apartemen warga rusak, menurut laporan PBB.

Meskipun ada kerusakan pada silo di pelabuhan Beirut, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB mengatakan kekurangan makanan diperkirakan tidak terjadi.

Ledakan itu melanda Beirut di tengah krisis keuangan dan ekonomi yang melumpuhkan, dan PBB memperkirakan orang mungkin akan kesulitan memulihkan atau memperbaiki rumah mereka. Tetapi setidaknya 55% bangunan yang dinilai disewakan, yang memungkinkan orang pindah ke tempat lain, kata PBB.

Menurut badan dunia itu, pelabuhan Beirut beroperasi dengan kapasitas 30% dan pelabuhan Tripoli di utara negara itu, dengan 70%. Itu memungkinkan makanan dan barang terus mengalir. Program Pangan Dunia (WFP) menyediakan pasokan tepung terigu dan gandum untuk tiga bulan.

Badan itu mengatakan, bagaimanapun, mereka prihatin dengan lonjakan kasus virus Corona, terutama karena jarak sosial dikendurkan selama relawan yang meluas untuk membantu mereka yang terkena dampak ledakan dan protes terhadap pemerintah dan elit politik.

Pemerintah mengundurkan diri pada 10 Agustus, dan Kabinet tetap dalam kapasitas sebagai pengurus. Para pengunjuk rasa menuntut pejabat bertanggung jawab atas ledakan itu. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X