Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.354 views

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

TEPI BARAT, PALESTINA (voa-islam.com) - Seorang pejabat senior mengatakan pada hari Ahad (27/1/2020) bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas  dalam beberapa hari terakhir menolak panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump, menyusul kemarahan atas apa yang disebut rencana perdamaian "Kesepakatan Abad Ini".

Pejabat Palestina tersebut, yang memilih untuk tetap anonim, mengatakan kepada kantor berita Turki Anadolu, "Ada upaya oleh Trump untuk berbicara di telepon dengan Abbas, tetapi Abbas menolak".

Pejabat Palestina itu mengatakan panggilan telepon tersebut dilakukan dalam beberapa hari terakhir tanpa menentukan tanggal tertentu.

Otoritas Palestina telah memboikot pemerintahan Trump sejak 2017, menyusul pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem Timur Palestina diduduki secara ilegal oleh Israel pada tahun 1967 dan kekuatan dunia telah lama sepakat bahwa nasib kota harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

Sejak 2017, AS juga telah memotong dana untuk UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina dan mengatakan bahwa mereka tidak lagi menganggap permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal.

Trump telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Benny Gantz ke Gedung Putih untuk membahas "rencana perdamaian" terbaru Presiden AS untuk Timur Tengah. Dia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Israel pekan ini.

Tidak ada warga Palestina yang diundang ke pertemuan itu. Pada hari Ahad, Otoritas Palestina mengancam akan menarik diri dari Kesepakatan Oslo sebagai tanggapan atas rencana perdamaian pemerintahan Trump.

Kesepakatan Oslo ditandatangani pada tahun 1993 dan seharusnya menjadi langkah sementara dalam persiapan untuk penyelesaian perdamaian akhir Israel-Palestina, yang akan memenuhi hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Rencana Trump - yang ia sebut "Kesepakatan Abad Ini" - diperkirakan untuk mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem dan permukiman ilegal Yahudi Israel di Tepi Barat, sehingga mustahil bagi Palestina untuk mendirikan negara yang mandiri dan layak.

Baik Netanyahu dan Gantz juga telah menyatakan niat mereka untuk mencaplok wilayah Lembah Jordan, yang merupakan sepertiga dari Tepi Barat.

Rencana Trump juga mencakup investasi ekonomi utama di wilayah Palestina dalam apa yang tampaknya merupakan upaya untuk menyuap warga Palestina agar menyerahkan hak mereka untuk status negara dan tanah yang secara ilegal diambil oleh Israel.

"Pemerintah AS tidak akan menemukan satu pun orang Palestina yang mendukung proyek ini," kata kementerian luar negeri Palestina dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad.

"Rencana Trump adalah rencana abad ini untuk melikuidasi tujuan Palestina."

Trump diperkirakan akan mengungkap detail lengkap rencana tersebut sebelum ia bertemu dengan para pemimpin Israel.

Pada hari Ahad surat kabar Israel Yedioth Ahranoth mengutip sumber-sumber Israel yang mengatakan bahwa rencana Trump akan mencakup "masa transisi" empat tahun karena penolakan Abbas terhadapnya.

Ini dengan harapan bahwa calon pengganti presiden Palestina berusia 84 tahun itu akan menerimanya.

Sumber mengatakan bahwa Palestina akan menerima 70 persen dari Tepi Barat di bawah rencana dan ibukota di Shuafat, dekat Yerusalem.

Sebuah negara Palestina akan didirikan tetapi akan memiliki kedaulatan terbatas, tanpa tentara, tidak ada kontrol atas wilayah udara atau perbatasannya, dan tidak ada kekuatan untuk menandatangani perjanjian dengan negara-negara asing, menurut sumber-sumber Israel. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X