Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.871 views

Bangladesh Berupaya Pulangkan 3.000 Rohingya ke Myanmar

DHAKA, BANGLADESH (voa-islam.com) - Bangladesh akan bekerja dengan badan pengungsi PBB untuk memastikan apakah lebih dari 3.000 pengungsi Rohingya akan menerima tawaran Myanmar untuk pulang, kata para pejabat, hampir dua tahun setelah tindakan keras militer memicu eksodus mereka.

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke kamp-kamp di Bangladesh setelah serangan pimpinan militer pada Agustus 2017 - bergabung dengan 200.000 yang sudah ada di sana - tetapi hampir tidak ada yang secara sukarela kembali meskipun negara-negara menandatangani kesepakatan pemulangan tahun lalu.

"Ini akan menjadi latihan bersama yang dipimpin oleh UNHCR," Abul Kalam, komisioner Pengungsi dan Pemulihan Bangladesh, mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin (19/8/2019).

Dewan Keamanan PBB akan membahas rencana pemulangan terbaru di balik pintu tertutup pada hari Rabu atas permintaan Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Belgia, kata para diplomat.

Myanmar telah membebaskan 3.450 orang untuk melakukan perjalanan pulang dari daftar lebih dari 22.000 pengungsi yang disediakan oleh Bangladesh, juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan pada konferensi pers di ibukota Naypyitaw pada hari Jum'at.

"Kami telah bernegosiasi dengan Bangladesh untuk menerima 3.450 orang ini pada 22 Agustus," katanya, seraya menambahkan mereka akan dibagi menjadi tujuh kelompok untuk dipulangkan.

Menurut Kalam, pejabat Bangladesh dan Myanmar berencana untuk memulangkan 300 Rohingya setiap hari.

Kalam mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa semua persiapan telah dilakukan dan ia "optimis" tentang proses pemulangan yang dijadwalkan akan dimulai pada hari Kamis.

"Tidak ada yang akan dipaksa untuk kembali kecuali mereka sukarela," klaimnya setelah pertemuan dengan pejabat Myanmar di Cox's Bazar di Bangladesh tenggara, tempat para pengungsi tinggal di kamp-kamp yang luas.

Perhatian pada keamanan

Upaya sebelumnya untuk membujuk Rohingya untuk kembali ke Rakhine telah gagal karena ditentang oleh para pengungsi, takut akan penganiayaan saat kembali.

Upaya terakhir pada bulan November 2018 untuk mengembalikan 2.260 Rohingya gagal setelah protes, karena para pengungsi menolak untuk meninggalkan kamp tanpa jaminan keselamatan mereka.

Bangladesh dan Mynamar menandatangani kesepakatan repatriasi pada November 2017, dengan rencana untuk mengembalikan para pengungsi dalam waktu dua tahun.
Investigator PBB menyerukan pendekatan yang lebih keras terhadap pelanggaran Myanmar

Dorongan baru itu menyusul kunjungan bulan lalu ke kamp-kamp oleh pejabat tinggi dari Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Permanen Myint Thu.

Zaw Htay mengatakan para pejabat telah memeriksa daftar itu untuk menentukan apakah para pengungsi itu tinggal di Myanmar dan apakah mereka terlibat dalam serangan terhadap militer.

Kalam mengatakan Myanmar dan para pejabat PBB akan bertemu dengan pengungsi yang dipilih pada hari Selasa untuk mendorong mereka kembali ke negara bagian Rakhine.

Sebuah kelompok advokasi Rohingya yang berbasis di Belanda menyatakan keprihatinan mendalam atas "pemulangan prematur"tersebut.

"Myanmar sejauh ini gagal menyajikan kepada masyarakat Rohingya sebuah rencana pemulangan yang jelas, transparan, strategis dan tulus dari hampir satu juta orang Rohingya [yang] selamat dari genosida Myanmar," kata Dewan Rohingya Eropa dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

"Pemulangan tidak mungkin dilakukan sementara masih ada penganiayaan genosida terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine seperti pembatasan pergerakan, mata pencaharian dan pendidikan. Ratusan Rohingya masih dikurung di kamp-kamp pengungsi internal."

Hari Ahad akan menandai ulang tahun kedua penumpasan yang memicu eksodus massal ke kamp-kamp Bangladesh.

PBB telah menyebut serangan itu sebagai "contoh buku teks tentang pembersihan etnis" dengan tentara dituduh melakukan pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran desa-desa Rohingya.

Rohingya, minoritas Muslim terutama yang tinggal terutama di negara bagian Rakhine, tidak diakui sebagai kelompok etnis di Myanmar, meskipun telah tinggal di sana selama beberapa generasi. Mereka telah ditolak kewarganegaraannya dan dianggap tidak memiliki kewarganegaraan. (st/AJE)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Lakukan 3 Tips Ini saat BPJS Menjerat Leher Rakyat

Lakukan 3 Tips Ini saat BPJS Menjerat Leher Rakyat

Selasa, 17 Sep 2019 23:34

Inilah 5 Alasan Film The Santri Merusak Generasi

Inilah 5 Alasan Film The Santri Merusak Generasi

Selasa, 17 Sep 2019 23:27

Ratusan Anak-anak Telah Tewas Selama 9 Bulan Terakhir di Kamp Al-Hol Suriah Utara

Ratusan Anak-anak Telah Tewas Selama 9 Bulan Terakhir di Kamp Al-Hol Suriah Utara

Selasa, 17 Sep 2019 23:00

10 Tentara Mesir Tewas atau Terluka dalam Serangan Islamic State di Sinai Utara

10 Tentara Mesir Tewas atau Terluka dalam Serangan Islamic State di Sinai Utara

Selasa, 17 Sep 2019 22:30

Wagub Jabar Kritik Trailer Film The Santri

Wagub Jabar Kritik Trailer Film The Santri

Selasa, 17 Sep 2019 22:00

Ledakan Targetkan Kampanye Presiden Afghanistan, 24 Orang Tewas

Ledakan Targetkan Kampanye Presiden Afghanistan, 24 Orang Tewas

Selasa, 17 Sep 2019 21:59

Wali Amanah: PBB Bukan Lagi Penerus Masyumi

Wali Amanah: PBB Bukan Lagi Penerus Masyumi

Selasa, 17 Sep 2019 20:54

Aleg Arab di Parlemen Israel Serukan Warga Arab Berpartisipasi dalam Pemilu

Aleg Arab di Parlemen Israel Serukan Warga Arab Berpartisipasi dalam Pemilu

Selasa, 17 Sep 2019 20:50

Iran Sita Kapal Tanker Minyak dan Tahan 11 Awaknya

Iran Sita Kapal Tanker Minyak dan Tahan 11 Awaknya

Selasa, 17 Sep 2019 20:42

Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Selasa, 17 Sep 2019 19:27

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

Selasa, 17 Sep 2019 18:16

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Selasa, 17 Sep 2019 16:00

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Selasa, 17 Sep 2019 15:15

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Selasa, 17 Sep 2019 14:18

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Selasa, 17 Sep 2019 14:15

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Selasa, 17 Sep 2019 13:58

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Selasa, 17 Sep 2019 13:15

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Selasa, 17 Sep 2019 12:15

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Selasa, 17 Sep 2019 11:15

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Selasa, 17 Sep 2019 10:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 15/09/2019 23:39

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?