Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.276 views

Tak Mau Ambil Resiko, Australia Tolak Pulangkan Warganya yang Terkait Islamic State

CANBERRA, AUSRTALIA (voa-islam.com) - Australia pada hari Kamis (14/3/2019) menolak untuk memulangkan para terduga anggota kelompok Islamic State, menjadikannya negara Barat terbaru yang menolak mengembalikan warganya yang ditangkap di Suriah.

Pejabat Australia tidak akan meletakkan bahaya untuk mengambil anggota IS dari Timur Tengah, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, menggemakan klaim resmi bahwa Inggris tidak akan menempatkan pejabat dalam bahaya untuk memulangkan bayi anggota IS, Shamima Begum, seorang warga negara Inggris yang dikonfirmasi meninggal pekan lalu.

Komentar Morrison datang setelah seorang janda IS Australia meminta negaranya untuk mengizinkannya membawa pulang anak-anaknya dari kamp pengungsi Suriah.

Wanita itu, yang diidentifikasi pada hari Kamis sebagai Zehra Duman, mengatakan putrinya membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Tidak ada yang benar-benar peduli dengan kita di sini, dan aku mengerti kemarahan yang mereka miliki terhadap banyak dari kita di sini," kata wanita itu kepada ABC.

"Tapi anak-anak tidak perlu menderita."

Sang perdana menteri mengatakan bahwa orang Australia yang bepergian ke zona perang bersama keluarga mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.

"Tragedi besar dari mereka yang pergi dan bergabung dengan "teroris" - untuk mendukung tujuan "teroris" melalui Daesh dan telah membawa keluarga mereka ke medan perang di mana mereka pada dasarnya berperang melawan Australia - adalah mereka telah menempatkan anak-anak mereka dalam posisi yang mengerikan ini," kata Morrison menggunakan akronim Arab untuk Islamic State.

"Aku tidak akan membahayakan orang Australia untuk mencoba mengeluarkan orang dari situasi itu."

Pemerintah Australia tidak bisa lagi menggunakan risiko yang dirasakan sebagai alasan untuk menolak memulangkan para anggota IS dan keluarga mereka, pakar keamanan Universitas Deakin Greg Parton mengatakan kepada AP.

"Kehati-hatian perlu diambil untuk membawanya kembali, tapi itu sepenuhnya bisa dilakukan," katanya, menjelaskan bahwa alasan itu telah bertahan di masa lalu ketika kelompok IS masih mengendalikan sebagian besar wilayah di Suriah.

Kehadiran Islami State di Suriah kini menjadi beberapa ratus pejuang di wilayah kecil di wilayah Suriah Timur, yang melawan serangan oleh pasukan Tentara Demokratik Suriah (SDF) yang bersekutu dengan AS untuk merebut kembali tanah itu.

Banyak negara Barat enggan memulangkan warga mereka yang terkait IS, karena khawatir tidak mampu mengumpulkan bukti yang cukup yang akan membuktikan bahwa mereka bersalah atas kejahatan di pengadilan setempat.

Australia tidak pernah menghadapi dilema yang sama sejak 2014, ketika pemerintah mengadopsi undang-undang baru yang telah menganggap tindak pidana berada di wilayah yang dikuasai IS di Suriah dan Irak.

Sementara belum ada yang dituntut di bawah hukum, warga Australia yang dinyatakan bersalah dengan undang-undang baru akan menghadapi 10 tahun penjara.

Morrison telah menolak untuk memulangkan Duman dan anak-anaknya karena kebijaksanaan politik, kata Barton, menjelaskan bahwa membawa keluarga itu ke Australia akan membuat sang perdana menteri tidak populer dalam pemilihan negara Mei itu.

Pemimpin oposisi Bill Shorten, yang jajak pendapat menyarankan kemungkinan akan menjadi perdana menteri setelah pemilihan, mengatakan partainya akan bekerja untuk memulangkan anak-anak Australia dari Suriah tanpa "skor politik".

"Kami akan menyelesaikannya. Apakah kamu memisahkan anak-anak dari orang tua mereka? Siapa yang akan menjaga mereka?" dia berkata.

Duman sebelumnya mengatakan di media sosial bahwa keluarga Turki-Australia-nya di Melbourne pada 2014 mengikuti pejuang IS Mahmoud Abdullatif, yang telah pergi berbulan-bulan sebelumnya, ke Raqqa, ibukota de-facto IS.

Pasangan itu menikah tahun itu, meskipun Abdullatif meninggal lima minggu setelah pernikahan.

Janda itu menjadi perekrut online yang rajin untuk kelompok itu, mendesak para perempuan lain untuk bergabung dengannya, dan sebelumnya mengatakan dia tidak merindukan Australia. (st/TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X