Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.032 views

Urgensi Membaca Alquran dan Berinteraksi Dengannya

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

Selama ini, kebanyakan umat Islam disibukkan dengan pekerjaan dan urusan dunia sehingga melupakan dan meninggalkan kewajiban membaca Alquran dan interaksi dengannya seperti memahaminya, menghafalnya, mendengarnya, mempelajarinya, mengajarkannya, dan mengamalkannya.

Alquran jarang dibaca, bahkan tidak pernah dibaca. Alquran dibaca tiga hari atau empat hari sekali bahkan sepekan sekali, bukan tiap hari. Padahal membaca Alquran dan berinteraksi dengannya adalah ibadah yang diperintah setiap saat atau setiap hari.

Sangat disayangkan, kebanyakan umat lebih memprioritaskan dan bersemangat membaca bacaan selain Alquran seperti buku, koran, majalah, jurnal, novel, komik dan lainnya. Mereka mampu membaca bacaan ini dalam waktu puluhan menit bahkan berjam-jam dalam sehari. Mereka mampu mengkhatamkannya dalam beberapa hari bahkan sehari. Mereka mampu membacanya dengan kosisten setiap hari.

Di samping itu, mereka lebih senang mendengar lagu dan musik daripada mendengar Alquran. Mereka lebih suka menghafal lagu daripada menghafal Alquran. Mendengar lagu dan musik menjadi kenikmatan dan kesenangan tersendiri bagi mereka. Begitu pula menghafal lagu menjadi tren dan kebanggaan.

Setiap hari selalu mendengar musik dan lagu di manapun berada, meskipun telah diharamkan oleh mayoritas ulama. Bagi mereka, tiada hari tanpa musik dan lagu. Waktu luang bahkan waktu sibuk pun dihabiskan dengan mendengar lagu dan musik yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Parahnya lagi, masih banyak dari mereka yang tidak bisa membaca Alquran karena tidak mau belajar membacanya. Masih banyak dari mereka yang tidak paham Alquran karena tidak mau memahaminya. Masih banyak dari mereka tidak mau mengamalkannya karena tidak mau membaca, memahami dan mempelajarinya. Tidak ada upaya untuk bisa membaca. Meskipun bisa membaca Alquran, namun masih banyak orang tidak mau memahaminya. Apalagi memgamalkannya.

Sadar atau tidak, mereka telah meninggalkan Alquran dan tidak peduli dengannya. Fenemona seperti sangat disayangkan. Miris hati melihat fenomena ini. Inilah kondisi yang dikhawatirkan dan dikeluhkan oleh Rasulullah saw seperti Allah swt menukilkannya dalam Alquran dengan firman-Nya: "Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini diabaikan." (Al-Furqan: 30).

Inilah persoalan umat Islam selama ini yang kurang mendapat perhatian dari setiap muslim, khususnya orang tua. Persoalan ini seharusnya mendapat perhatian dan solusi dari setiap muslim. Maka tulisan ini bertujuan untuk merespon persoalan ini dan memberikan solusi terhadapnya.

 

Kewajiban Membaca Alquran dan Berinteraksi Dengannya

Alquran sangat penting dibaca bagi seorang muslim. Tanpa membaca Alquran maka tidak mungkin seseorang mengamalkannya. Sedangkan mengamalkan Alquran adalah kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan Alqur'an, as-sunnah dan ijma'.

Oleh karena itu, hukum membaca Alquran dan berinteraksi dengannya adalah wajib 'ain, sama seperti kewajiban a'in lainnya seperti shalat lima waktu, puasa, membayar zakat dan berhaji bagi yang mampu. Maknanya, berdosa bagi setiap muslim yang tidak mau membaca Alquran dan berinteraksi dengannya. Karena Alquran adalah kitab suci yang menjadi panduan hidup bagi seorang muslim.

Kita wajib berinteraksi dengan Alquran setiap saat, baik dengan cara membacanya, memahaminya, menghafalnya, mendengarnya, mempelajarinya, mengajarkannya maupun mengamalkannya. Kewajiban ini kita lakukan agar kita senantiasa mendapat petunjuk Allah swt, mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta mendapat keselamatan di dunia dan akhirat.

Allah swt berfirman: "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan." (Al-Alaq: 1)

Allah swt berfirman: "Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih." (Luqman: 7)

Allah swt berfirman: "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (Thaha: 124)

Allah swt berfirman: "Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Thaha: 123)

Allah swt berfirman: "Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya." (An-Nisa': 82)

Allah swt berfirman: "Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?" (Muhammad: 24)

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak ada sedikitpun Alquran, maka seperti rumah yang hancur." (HR. At-Tirmizi).

Mengomentari hadits ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin berkata: Rasulullah saw menjelaskan bahwa dada yang tidak ada sedikitpun Alquran di dalamnya seperti halnya rumah kosong yang hancur. Yakni Alquran itu menyemarakkan hati dan menjadikannya memancarkan cahaya dengan ilmu dan Kitab yang mulia ini. Jika Alquran tidak ada dalam hati seorang hamba, maka dia menjadi bagaikan rumah kosong yang rusak -nauzubillah - tidak ada kebaikan sedikitpun di dalamnya. Dalam hadits ini juga terkandung peringatan dari ketiadaan membaca Alquran dan bersikeras atas hal itu." (Syarhu Riyadhus shalihin, 4/656)

 

Membaca Alquran Ibadah

Membaca Alquran dan interaksi dengannya adalah ibadah. Oleh karena itu diberi pahala. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka dia mendapat satu kebaikan (pahala). Dan satu kebaikan itu dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alf lam mim itu satu huruf. Tapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf." (HR. At-Tirmizi)

Para ulama ahlussunnah mendefinisikan Alquran adalah wahyu atau kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril alaihi salam untuk disampaikan kepada umatnya, yang dinukil secara mutawatir, ditulis dalam mushaf, dan membacanya merupakan ibadah.

Alquran adalah kalamullah yang diperintahkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya untuk membacanya, memahaminya, menghafalnya, mendengarnya, mempelajarinya, mengajarkannya, dan mengamalkannya. Maka berinteraksi dengan Alquran itu adalah ibadah sehingga diberi pahala bagi pelakunya. Maka sangat penting untuk dibaca, dipahami, dihafal, dipelajati, dan diamalkan.

 

Mendatangkan Keberkahan

Semua interaksi kita dengan Alquran mendatangkan keberkahan. Membaca Alquran mendapat pahala, memahaminya mendapat pahala, menghafalnya mendapat pahala, mempelajarinya mendapat pahala, dan mengajarkannya mendapat pahala, terlebih lagi mengamalkannya.

Membaca bacaan selain Alquran seperti membaca buku mata pelajaran/kuliah, komik, novel dan cerpen, koran, majalah dan bacaan lainnya yang bukan ilmu syar'i (ilmu agama) tidak mendatangkan keberkahan dan pahala. Adapun membaca Alquran mendatangkan pahala keberkahan dan pahala. Ini yang membedakan Alquran dengan bacaan selainnya.

Begitu pula mendengar lagu dan musik, menghafal lagu, syair, peribahasa, sajak/pantun dan lainnya tidak mendatangkan keberkahan dan pahala. Menghafal selain Alquran tidak mendapat pahala. Adapun menghafal dan memdengar Alquran mendatangkam pahala keberkahan dan pahala. Ini yang membedakan Alquran dengan selainnya.

Hal yang sama juga berlaku dalam mempelajari dan mengajarkan sesuatu selain Alquran tidak mendatangkan keberkahan dan pahala, Dikecualikan ilmu syar'i (agama) yang memang ada nash-nash yang menjelaskan keutamaan mempelajarinya dan mengajarkannya serta menghadiri majelisnya. Adapun mempelajari dan mengajarkannya mendatangkan keberkahan dan pahala.

Semua Interaksi selain Alquran itu tidak mendatangkan keberkahan dan pahala. Berbeda dengan Alquran, mendengarnya mendapat pahala, menghafalnya mendapat pahala, mempelajarinya mendapat pahala, dan mengajarkannya mendapat pahala. Inilah keberkahan Alquran.

 

Tuntutan Iman

Membaca Alquran dan berinteraksi dengannya adalah tuntutan iman. Iman kepada kepada Alquran yang merupakan salah satu rukun iman yang enam mewajibkan seorang muslim untuk membaca Alquran dan beriteraksi dengannya. Ini bukti iman seseorang. Iman itu tidak hanya diyakini atau diucapkan, namun harus ada amal nyata sebagai bukti.

Menurut para ulama ahlussunnah wal jama'ah, iman adalah meyakini dengan hati (tashdiqun bil qalbi), mengucap dengan lisan (iqrarun bil lisan), dan mengamalkan dengan anggota tubuh (amalun bil jawarih).

Bukti seseorang beriman kepada Alquran adalah dengan membaca dan berinteraksi dengannya baik dengan memahaminya, menghafalnya, mempelajarinya, mengajarkannya maupun mengamalkannya. Belum dikatakan seseorang itu muslim atau beriman jika tidak membaca dan berinteraksi dengan Alquran. Karena inilah bukti keimanannya.

Sangatlah memalukan, jika ada seseorang yang mengaku dirinya muslim, namun ia tidak bisa membaca Alquran atau tidak mau membacanya, memahaminya, menghafalnya, mendengarnya, mempelajarinya, mengajarkannya, apa lagi tidak mau mengamalkannya. Maka apa bedanya dia dengan orang kafir? sudah jelas tidak ada bedanya.

Kita tidak bisa membedakan seorang muslim dengan kafir kecuali dengan interaksinya dengan Alquran. Bahkan keislaman seseorang patut dipertanyakan dan diragukan jika dia tidak membaca dan mengamalkan Alquran.

 

Petunjuk dan Pedoman Hidup Muslim

Alquran adalah petunjuk, pedoman dan aturan hidup seorang muslim.
Allah swt berfirman: "Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (Al-Baqarah: 2).

Allah swt berfirman: "Sungguh Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) paling lurus..." (Al-Isra': 9).

Allah swt berfirman: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia..." (Al-Baqarah: 185)

Alquran itu merupakan petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagian dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Alquran membimbing manusia untuk mengetahui kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, petunjuk dan kesesatan, serta halal dan haram.

Alquran itu merupakan pedoman dan aturan hidup bagi manusia.
Alquran mengatur manusia agar hidupnya tertib dan teratur dalam hukum Allah swt sehingga diridhai dan diberkahi serta diberi petunjuk oleh-Nya.

Alquran mengatur semua aspek kehidupan manusia, baik agama, politik, ekonomi, sosial dan lainnya. Alquran mengatur kehidupan manusia dari urusan yang terkecil sampai urusan terbesar. Bakan mengatur urusan semua makhluk selain manusia.

Semua aspek kehidupan manusia telah diatur dalam Alquran. Tidak ada yang luput satupun dari Alquran. Manusia diperintahkan untuk mengamalkan aturan Allah swt ini. Manusia wajib tunduk dan patuh terhadap hukum Allah swt yang tertulis di dalam Alquran.

Allah swt berfirman: "Tidak ada sesuatupun yang Kami luputkan di dalam Kitab (Alquran)." (Al-An'am: 38)

Allah swt berfirman: "Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) untuk menjelaskan sesuatu sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (muslimin)." (An-Nahl: 89).

Allah swt berfirman: "Dan Kami telah menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu..." (Al-Maidah: 48).

Allah swt berfirman: "Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (Al-Maidah: 49).

Allah swt berfirman: "Ikutiah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit kali kamu mengambil pelajaran." (Al-A'raf: 3)

Alquran mengatur hubungan hubungan sebagai makhluk dengan Allah sebagai khalik (Tuhan Pencipta). Dalam bahasa syariat, hubungan vertikal ini disebut dengan ibadah (penyembahan dan pengagungan kepada Allah swt) seperti shalat, puasa, haji, umrah, membaca dan beriteraksi dengan Alquran, bernazar kepada Allah, berdoa kepada Allah, menyembelih karena Allah dan sebagainya.

Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Allah swt berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat: 56)

Alquran juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dan makhluk lainnya. Dalam bahasa syariat, hubungan horizontal ini disebut dengan muamalah (hubungan manusia) seperti persoalan ekonomi, politik, sosial, pidana, perdata, etika, moral, dan sebagainya.

 

Kewajiban Mengamalkan Alquran

Mengamalkan Alquran adalah kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan Alquran, As-Sunnah dan ijma'.

Allah swt berfirman: "Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul..." (An-Nur: 54)

Allah swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (Alqur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian." (An-Nisa': 59).

Allah swt berfirman: "Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai..." (Ali 'Imran: 103)

Allah swt berfirman: "Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Ali 'Imran: 101)

Allah swt berfirman: "Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih." (Luqman: 7)

Allah swt berfirman: "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (Thaha: 124)

Allah swt berfirman: "Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Thaha: 123)

Rasulullah saw bersabda: "Aku tinggalkan kepada kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh kepadanya maka kalian tidak akan tersesat selamanya yaitu kitabullah (Alquran) dan Sunnah Rasul-Nya." (HR. Malik).

Adapun ijma' (kesepakatan para ulama), para ulama telah berijma' bahwa seorang muslim wajib mengamalkan Alquran. Dan mengamalkan Alquran itu tidak mungkin dilakukan tanpa membaca Alquran dan berinteraksi dengannya seperti memahaminya dan mempelajarinya.

Berdasarkan Alquran, As-Sunnah dan ijma' di atas maka hukum mengamalkan Alquran adalah wajib 'ain. Maknanya,, berdosa bagi setiap muslim yang tidak mengamalkan Alquran.

Untuk memgamalkan Alquran, maka kita harus membaca, memahami dan mempelajari Alquran. Karena, bagaimana mungkin kita mengamalkan Alquran jika kita tidak membacanya dan tidak pula memahaminya. Bagaimana mungkin kita bisa mengamalkan Alquran jika kita tidak mempelajarinya. Itu tidak mungkin.

Oleh karena itu, kita wajib membaca dan memahami Alquran terlebih dahulu. Setelah membaca dan memahaminya, baru kemuadian kita bisa mengamalkannya. Begitu pula mempelajarinya terlebih dahulu, barukemudian kita bisa mengamalkannya. Bila tidak, mustahil mengamalkannya atau sulit mengamalkannya secara benar.

 

Mendapat Banyak Keutamaan dan Keuntungan

Sungguh beruntung orang yang membaca Alquran dan berinteraksi dengannya. Banyak keutamaan dan keuntungan yang diperuntukkan kepada orang yang membaca Alquran dan berinteraksi dengannya. Keuntungan itu diperoleh baik di dunia saat ini maupun di akhirat nanti.

Di antara keuntungan dan keutamaan membaca Alquran beriteraksi dengannya yaitu: Pertama, mendapat syafaat pada hari Kiamat (HR. Muslim). Kedua, orang mempelajari Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain menjadi orang yang terbaik di sisi Allah swt (HR. Al-Bukhari). Ketiga, dimasukkan ke dalam surga dan tempatnya di surga itu bersama dengan para malaikat (HR. Muslim). Keempat, mendapat kejayaan dan kemuliaan (HR. Muslim). Kelima, mendapat pahala 10 kebaikan setiap huruf yang dibaca (HR. At-Tirmizi). Keenam, hati menjadi tenang. Ketujuh, didoakan oleh para malaikat. Kedelapan, disebut namanya dan dibanggakan oleh Allah swt dihadapan para malaikat. Semua yang terakhir ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

Demikianlah di antara urgensi membaca Alquran dan berikteraksi dengannya. Mengingat hukum kewajiban membaca Alquran dan mengamalkannya serta berbagai keutamaan yang diperuntukkan bagi orang yang membaca Alquran dan berinteraksi dengannya, maka mari kita senantiasa setiap harinya membaca Alquran atau beriteraksi dengannya dengan memahaminya, menghafalnya, mendengarnya, mempelajarinya, mengajarkannya, dan yang paling penting mengamalkannya.

Kebahagiaan dan penderitaan hidup seeorang itu tergantung dengan interaksinya dengan Alquran. Semakin sering ia berinteraksi dengan Alquran, maka ia semakin dekat dengan Allah swt sehingga hidupnya menjadi berkah dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, semakin sedikit interaksinya dengan Alquran, maka ia semakin jauh dari Allah swt sehingga tidak mendapat petunjuk dan hidupnya menderita di dunia, terlebih lagi di akhirat nanti.

Oleh karena itu, jangan lalai dan jangan pula malas membaca, memahami, menghafal, mendengar, mempelajari, mengajar dan mengamalkan Alquran. Jangan sampai pekerjaan dan urusan dunia kita sehari-hari melalaikan dan melupakan kita dari kewajiban ini. Bila ini terjadi, maka kita sangat rugi dan menderita, baik di dunia maupun di akhirat.

Kita harus semangat membaca Alquran dan berinteraksi dengannya. Terlebih lagi banyak keutamaan dan keuntungan diberikan kepada orang yang membaca Alquran dan berinteraksi dengannya. Maka sudah sepatutnya berbagai keutamaan dan keuntungan tersebut memberi motvasi dan semangat kepada kita semua untuk senantiasa berinteraksi dengan Alquran. Semoga kita mendapatkan keutamaan dan keuntungan ini. Dan semoga Allah swt menjadikan kita sebagai ahlul qur'an yang senantiasa membaca Alquran dan berikteraksi dengannya. Aamin..!

*) Penulis adalah Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, ketua PC Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh, Anggota bidang pakar Parmusi Aceh, Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara, dan Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Keluarga Yatim Ludes Terbakar Saat Ditinggal Sholat Tarawih

Rumah Keluarga Yatim Ludes Terbakar Saat Ditinggal Sholat Tarawih

Rumah yang ditinggali keluarga yatim Ibu Turyati (34) ludes terbakar saat ditinggal berbuka puasa bersama dan sholat Tarawih. Kebakaran pada Kamis malam (23/3/2023) itu tak menyisakan barang...

Berbagi Keberkahan, Bantuan Modal Usaha Untuk Muallaf

Berbagi Keberkahan, Bantuan Modal Usaha Untuk Muallaf

Tak punya kedua orang tuanya sejak 2017, Monica Kenyo Wulan Hapsari (27) hidup sendiri di kos berukuran sempit 2 x 3 meter. Sempat kelaparan dan hanya mampu jual sepatu dan tas ke rosok untuk...

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X