Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.281 views

Persiapan Pembukaan TPQ Saat New Normal

 

Oleh:

Basrowi*

 

NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Allah SWT di dalam Al-quran juga berfirman, yang artinya, “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Q.S Shad [38] :29)  Hal itu menunjukkan bahwa, belajar membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim.  

Namun, hingga saat ini, masih ada rasa kekhawatiran orang tua terhadap pembukaan kembali tempat pendidikan Al-quran (TPQ) atau TPA atau nama lainnya. Rasa gundah tersebut bukan tanpa alasan. Selain wabah belum dapat dikendalikan dengan sempurna, kedisiplinan anak-anak untuk menerapkan protokol kesehatan juga sangat rendah.

Hal itulah yang harus menjadi pertimbangan semua pihak yang terkait dengan TPQ, khususnya ustadz(ah) yang harus hati-hati dan tidak gegabah dalam memutuskan masuk tidaknya santri TPQ saat new normal. Jangan sampai anak diisolasi mandiri, sementara ia belum dapat mandiri. Tentu hal itu akan sangat merepotkan orang tua yang harus tetap merawat ketika akibat buruk terjadi. 

Sebelum kondisi buruk itu terjadi, saat inilah moment paling tepat untuk menunduk sejenak, merenung bersama, berkolaborasi menentukan kebijakan suci, tanpa ada rasa euphoria. Ingat, anak-anak adalah buah hati orang tua yang sangat dicintai. Pembuatan kebijakan untuknya harus dengan hati, dan penuh dengan kehati-hatian.

Benar, bahwa mempelajari Al-Quran sangat besar pahalanya. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw yang artinya, “Pelajarilah oleh kalian Al-Quran, dan kajilah dia, karena Al-Quran bagi yang mempelajarinya bagaikan wadah yang berisi penuh kasturi, harum semerbak memenuhi tempat sekelilingnya.”

Namun, seluruh pengelola TPQ dan tempat mengaji anak-anak harus sadar bahwa, anak-anak adalah buah hati, sehingga siapa pun tidak akan rela dan tidak ikhlas ketika anak-anak mereka harus terpapar virus Corona, hanya karena kesalahan para pembuat kebijakan yang salah saat new normal.

Kesulitan dan Tantangan Menerapkan Protokol Kesehatan

Ketika sekolah belum dibuka, pengajian anak-anak di TPQ atau masjid pun pada prinsipnya belum layak untuk dimulai. Mengapa demikian, karena pada anak-anak sangat rentan terjadi penularan. Kedisiplinan anak untuk memakai masker, tidak berdekatan dengan temannya, dan rutin cuci tangan akan sulit sekali diterapkan. Semua itu, perlu pengawasan dari ustadz(ah) dan orang tua masing-masing.

Anak sebagai asset masa depan yang sangat berharga, tidak mungkin dikorbankan dengan memaksakan kebijakan harus masuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Euphoria para ustadz(ah) saat new normal tidak boleh terjadi. Jumlah ustadz(ah) tentu tidak sebanding dengan jumlah santri. Sarana mengukur suhu tubuh santri pun mayoritas tidak dimiliki. Kemampuan membeli hand sanitizer juga sangat terbatas.

Jarak mengaji antara ustadz(ah) dan santri sulit untuk dijaga. Selama ini sudah terbiasa menggunakan alat penunjuk (tuding) untuk penunjuk saat anak atau ustadz(ah) melafalkan mahraj setiap bacaan dan ketukan (mizan/timbangan panjang pendek bacaan) saat tahshin, sehingga sulit bila saling berjauhan.

Kebiasaan anak-anak menjadi ‘liar’ saat sebelum dan sesudah mendapat ‘urutan’ mengaji juga sulit untuk dikendalikan. Meskipun diperingatkan berkali-kali, namanya anak akan menjadi ‘tidak terkendali’ kembali begitu ustadz(ah) nya lengah. Mereka akan berantem-beranteman, gulat-gulatan, kejar-kejaran hingga ke luar masjid.

Anak-anak sekarang banyak pula yang main gadget bersama-sama temannya baik sebelum maupun sesudah mengaji. Meskipun dilarang, banyak di antara mereka yang tetap saja bermain dengan cara kucing-kucingan. Bahkan tidak sedikit yang ijin ke kamar kecil, tetapi selain buang air kecil, mereka menyempatkan main games atau bermedia sosial.

Anak-anak zaman old, sebelum mendapat giliran mengaji selalu melancarkan bacaan dengan cara membaca sendiri. Anak-anak zaman now, sedikit sekali hal itu dipatuhi oleh anak-anak. Sebagai ustadz(ah) serba repot. Ketika hendak benar-benar disiplin, pembelajaran menjadi terkesan ‘angker’. Ustadz(ah) menjadi terlihat ‘serem’ di mata anak-anak. Akibat terburuk, anak tidak mau lagi mengaji atau pindah tempat mengaji.

Bila tidak menerapkan disiplin dengan ketat, anak menjadi liar dan sulit untuk dikendalikan. Berbagai fasilitas masjid seperti Al-Quran, meja mengaji, pintu, tirai hijab penghalang jamaah ihwan dan ahwat menjadi rusak. Suara candaan mengalahkan suara anak yang sedang mendapat giliran mengaji. Yo wis ra po po, yang penting anak masih mau mengaji daripada menjadi preman kecil.

Dengan kondisi seperti itu, tentu saat new normal, belum disarankan untuk memaksakan anak masuk TPQ. Bila hal itu dilakukan, sesungguhnya pengelola TPQ dan orang tua telah melangkahi hak anak yang harus mendapatkan pendidikan agama dengan aman, sehat, dan tampa ancaman wabah.     

Peran Orang tua

Bila saatnya nanti TPQ benar-benar dibuka, orang tua harus sangat chare dengan kesehatan anak. Seluruh protokol kesehatan harus terpenuhi. Orang tua harus meyakinkan bahwa anak tetap memakai masker dan menjaga jarak dengan teman-temannya. Saat mengawasi saat anak mengaji, orang tua harus tetap menjaga jarak dengan sesama wali santri lainnya.

Sepulang mengaji baik anak maupun wali yang menemani harus langsung mandi, mencuci baju, dan membersihkan seluruh peralatan yang digunakan. Hal itu tentu bertujuan agar, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.  

Saat ini, sebelum anak mulai mengaji di TPQ atau masjid, perlu dilatihkan kepada anak bagaimana menerapkan protokol sesehatan dengan ketat. Anak mulai dibiasakan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala. Orang tua perlu melakukan edukasi dalam rangka mengajarkan kepada anak akan bahaya virus Corona (Covid-19). Dengan Demikian, pada saat anak belajar mengaji, mereka sudah dapat menerapkan inti protokol kesehatan.

Semoga saja, pembukaan kembali TPQ menjadi angin segar bagi kemajuan pendidikan keagamaan anak-anak, yang sudah sekian lama, mereka terpaksa belajar mengaji dari rumah. Doa kita, doa orang tua, doa para ustadz(ah), guru mengaji, para Kyai, bu Nyai dan seluruh ulama semoga Allah SWT mengabulkan dan mengangkat wabah Corona dari atas bumi, dan anak-anak dapat riang gembira belajar agama dengan aman, sehat, tidak was-was akan tertular wabah. Insya Allah. Aamiin. 

*) Dr. Dr. H. Basrowi, S.Pd.,M.Pd. M.E.sy. Pengamat Kebijakan Publik, Alumni PPs Ekonomi Syariah UIN Raden Intan Lampung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Rabu, 12 Aug 2020 19:27

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Rabu, 12 Aug 2020 15:30

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 12 Aug 2020 15:17

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Rabu, 12 Aug 2020 14:45

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Rabu, 12 Aug 2020 14:00

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Rabu, 12 Aug 2020 13:21

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Rabu, 12 Aug 2020 12:59

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Rabu, 12 Aug 2020 09:00

Muslimah Menyikapi Tiktok

Muslimah Menyikapi Tiktok

Rabu, 12 Aug 2020 08:56

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Rabu, 12 Aug 2020 08:21

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Rabu, 12 Aug 2020 07:56

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Rabu, 12 Aug 2020 07:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 10/08/2020 21:10

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32