Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.411 views

Tepuk Radikal

 

Oleh:

Ainul Mizan, Pemerhati Sosial Politik

 

INI hanya tentang tepuk. Tepuk itu banyak variasinya. Andai tepuk hanya satu model, tentunya jadi membosankan.

Tepuk bisa digunakan sebagai sarana menanamkan karakter positif. Tatkala seorang guru dalam sebuah pembelajaran ingin menanamkan rasa cinta kepada Islam, tepuk bisa menjadi penguat tertanamnya karakter tersebut. Tidak melulu guru harus cerewet dan berbusa menyampaikan materi ajar di depan kelas. Jadi sekali lagi ini hanyalah tentang tepuk.

Akan tetapi saat ini bermain tepuk bisa bermasalah. Bahkan dengan tepuk berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional. Ah, lebay amat. Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada korupsi? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada arogansi China di Natuna? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada aksi separatis OPM? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada melejitnya harga gas melon 3 kg yang tembus Rp 35 ribu yang akan dilangsir di semester II 2020?

Aneh dan memang terbukti. Sebuah tepuk di acara pramuka di Yogyakarta dipandang lebih berbahaya daripada tetek bengek karut marutnya negeri ini. Tepuk Anak Sholeh yang dimainkan anak SD bersama pembinanya tersebut dianggap meresahkan (www.inisiatifnews.com, 14/01/2020).

Tidak tanggung - tanggung Sultan Hamengkubuwono X ikut menyesalkan ada tepuk seperti itu di pramuka.

Anomali demikian mengingatkan pada sebuah hadits Nabi Saw yang menyatakan:

بدأالاسلامغريباوسيعودغريباكمابدأفتوباللغرباء

Artinya:

"Islam datang awalnya dianggap aneh. Dan akan kembali dianggap aneh sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah mereka yang dianggap aneh".

Penjelasan akan keberuntungan bagi mereka yang dianggap aneh bahwa mereka mendapatkan balasan surga. Mereka adalah orang - orang yang memperbaiki sunnah - sunnah Nabi yang banyak dirusak manusia.

Di masa awal kedatangan Islam, untuk melakukan sholat saja para sahabat harus menuju lembah - lembah Kota Mekah. Wajar saja, saat itu keadaan Islam masih lemah. Adidaya kekufuran masih mencengkeram.

Saat ini, tatkala kaum muslimin justru mayoritas di sebuah wilayah, Islam masih dianggap aneh. Bahkan oleh umatnya sendiri. Mirisnya penguasa - penguasa muslim juga bereaksi memasang wajah garang kepada ajaran Islam.

Adapun Tepuk Anak Sholeh yang 'radikal' tersebut adalah berikut ini.

Aku anak sholeh, rajin sholat, rajin ngaji, orang tua dihormati, cinta Islam sampai mati, Laa ilaha illalloh muhammadar rasulullah

Islam yes, kafir no

Pertanyaannya, manakah dari tepuk tersebut yang bisa mengganggu keamanan? Bukankah orang tua muslim akan bahagia bila anaknya menjadi anak yang sholeh?

Tepuk anak sholeh sedemikian itu bukanlah hal yang baru. Sudah familiar di lingkungan pendidikan dasar dan TK. Tentunya guru yang lebih mengetahui keadaan siswanya. Tidak mungkin seorang guru mengajak siswanya bertepuk anak sholeh sementara di kelasnya ada siswa yang tidak beragama Islam. 

Hendaknya semua elemen negeri ini tidak melupakan sejarah. Islam dan kumandang takbir yang telah memasukkan spirit perjuangan yang tiada hentinya guna mengusir penjajah. Selama sekitar 350 tahun, Islam dan kumandang takbir melahirkan keistiqomahan dalam melawan para penjajah. Tentu sudah selayaknya di dalam mukadimah UUD 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan itu atas berkat rahmat Alloh Yang Maha Kuasa.

Kegiatan pramuka menjadi salah satu wahana penanaman karakter positif siswa, termasuk salah satunya adalah karakter anak sholeh. Yang patut dicatat, karakter anak sholeh dalam tepuk tersebut adalah karakter bagi anak muslim. Tentunya sebagai muslim harus taat kepada ajaran Islam, menjauhi kemaksiatan dan membenci kekafiran.

Sedangkan istilah kafir itu sebutan dari Alloh Swt dan RasulNya Saw. Istilah kafir digunakan untuk menyebut mereka yang tidak memeluk agama Islam. Ini adalah persoalan aqidah.

Dalam kehidupan muamalah dalam kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan, setiap orang berhak mendapatkan hak dan kewajibannya. Bahkan Rasul Saw sendiri menegaskan bahwa barangsiapa yang menyakiti orang kafir dzimmi, maka sungguh ia telah menyakitiku. Kafir dzimmi adalah orang kafir yang hidup damai berdampingan dengan kaum muslimin.

Di masa keKhilafahan Islam, orang - orang kafir dilindungi harta, jiwa dan kehormatannya tatkala mereka mau hidup di dalam naungan kekuasaan Islam. Bahkan pada masa terjadinya perang Salib, kaum Nasrani kota Homsh Syria lebih memilih untuk berada di barisan pasukan Islam melawan pasukan Salib.

Demikianlah tidak ada sebuah tepuk yang radikal. Yang radikal adalah cara berpikir yang menjadikan agamanya sendiri sebagai sebuah ancaman. Sementara itu, yang nyata merusak negeri ini adalah penerapan kapitalisme - liberalisme. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X