Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.829 views

Tepuk Radikal

 

Oleh:

Ainul Mizan, Pemerhati Sosial Politik

 

INI hanya tentang tepuk. Tepuk itu banyak variasinya. Andai tepuk hanya satu model, tentunya jadi membosankan.

Tepuk bisa digunakan sebagai sarana menanamkan karakter positif. Tatkala seorang guru dalam sebuah pembelajaran ingin menanamkan rasa cinta kepada Islam, tepuk bisa menjadi penguat tertanamnya karakter tersebut. Tidak melulu guru harus cerewet dan berbusa menyampaikan materi ajar di depan kelas. Jadi sekali lagi ini hanyalah tentang tepuk.

Akan tetapi saat ini bermain tepuk bisa bermasalah. Bahkan dengan tepuk berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional. Ah, lebay amat. Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada korupsi? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada arogansi China di Natuna? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada aksi separatis OPM? Masak sebuah tepuk itu lebih berbahaya daripada melejitnya harga gas melon 3 kg yang tembus Rp 35 ribu yang akan dilangsir di semester II 2020?

Aneh dan memang terbukti. Sebuah tepuk di acara pramuka di Yogyakarta dipandang lebih berbahaya daripada tetek bengek karut marutnya negeri ini. Tepuk Anak Sholeh yang dimainkan anak SD bersama pembinanya tersebut dianggap meresahkan (www.inisiatifnews.com, 14/01/2020).

Tidak tanggung - tanggung Sultan Hamengkubuwono X ikut menyesalkan ada tepuk seperti itu di pramuka.

Anomali demikian mengingatkan pada sebuah hadits Nabi Saw yang menyatakan:

بدأالاسلامغريباوسيعودغريباكمابدأفتوباللغرباء

Artinya:

"Islam datang awalnya dianggap aneh. Dan akan kembali dianggap aneh sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah mereka yang dianggap aneh".

Penjelasan akan keberuntungan bagi mereka yang dianggap aneh bahwa mereka mendapatkan balasan surga. Mereka adalah orang - orang yang memperbaiki sunnah - sunnah Nabi yang banyak dirusak manusia.

Di masa awal kedatangan Islam, untuk melakukan sholat saja para sahabat harus menuju lembah - lembah Kota Mekah. Wajar saja, saat itu keadaan Islam masih lemah. Adidaya kekufuran masih mencengkeram.

Saat ini, tatkala kaum muslimin justru mayoritas di sebuah wilayah, Islam masih dianggap aneh. Bahkan oleh umatnya sendiri. Mirisnya penguasa - penguasa muslim juga bereaksi memasang wajah garang kepada ajaran Islam.

Adapun Tepuk Anak Sholeh yang 'radikal' tersebut adalah berikut ini.

Aku anak sholeh, rajin sholat, rajin ngaji, orang tua dihormati, cinta Islam sampai mati, Laa ilaha illalloh muhammadar rasulullah

Islam yes, kafir no

Pertanyaannya, manakah dari tepuk tersebut yang bisa mengganggu keamanan? Bukankah orang tua muslim akan bahagia bila anaknya menjadi anak yang sholeh?

Tepuk anak sholeh sedemikian itu bukanlah hal yang baru. Sudah familiar di lingkungan pendidikan dasar dan TK. Tentunya guru yang lebih mengetahui keadaan siswanya. Tidak mungkin seorang guru mengajak siswanya bertepuk anak sholeh sementara di kelasnya ada siswa yang tidak beragama Islam. 

Hendaknya semua elemen negeri ini tidak melupakan sejarah. Islam dan kumandang takbir yang telah memasukkan spirit perjuangan yang tiada hentinya guna mengusir penjajah. Selama sekitar 350 tahun, Islam dan kumandang takbir melahirkan keistiqomahan dalam melawan para penjajah. Tentu sudah selayaknya di dalam mukadimah UUD 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan itu atas berkat rahmat Alloh Yang Maha Kuasa.

Kegiatan pramuka menjadi salah satu wahana penanaman karakter positif siswa, termasuk salah satunya adalah karakter anak sholeh. Yang patut dicatat, karakter anak sholeh dalam tepuk tersebut adalah karakter bagi anak muslim. Tentunya sebagai muslim harus taat kepada ajaran Islam, menjauhi kemaksiatan dan membenci kekafiran.

Sedangkan istilah kafir itu sebutan dari Alloh Swt dan RasulNya Saw. Istilah kafir digunakan untuk menyebut mereka yang tidak memeluk agama Islam. Ini adalah persoalan aqidah.

Dalam kehidupan muamalah dalam kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan, setiap orang berhak mendapatkan hak dan kewajibannya. Bahkan Rasul Saw sendiri menegaskan bahwa barangsiapa yang menyakiti orang kafir dzimmi, maka sungguh ia telah menyakitiku. Kafir dzimmi adalah orang kafir yang hidup damai berdampingan dengan kaum muslimin.

Di masa keKhilafahan Islam, orang - orang kafir dilindungi harta, jiwa dan kehormatannya tatkala mereka mau hidup di dalam naungan kekuasaan Islam. Bahkan pada masa terjadinya perang Salib, kaum Nasrani kota Homsh Syria lebih memilih untuk berada di barisan pasukan Islam melawan pasukan Salib.

Demikianlah tidak ada sebuah tepuk yang radikal. Yang radikal adalah cara berpikir yang menjadikan agamanya sendiri sebagai sebuah ancaman. Sementara itu, yang nyata merusak negeri ini adalah penerapan kapitalisme - liberalisme. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29


MUI

Must Read!
X