Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.871 views

Konflik Natuna: Saatnya Indonesia Lepas dari China

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

PADA  2 Januari 2020, sebuah kapal CoastGuard (penjaga pantai) milik China memasuki perairan Natuna. Terlihat kapal costguard tersebut sedang mengawal beberapa kapal nelayan China yang sedang mencari ikan.

Mendengar laporan demikian, Kemenlu RI menegaskan bahwa kapal China di perairan Natuna telah melanggar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dari Indonesia sebagaimana ditetapkan UNCLOS 1982. Sementara China mengklaim Natuna berada dalam wilayah ZEE nya secara historis. Klaim China ini dipandang bertentangan dengan ketetapan UNCLOS 1982.

Akibat kejadian tersebut, hubungan bilateral Indonesia dan China memanas. Tentunya kondisi demikian menurut hemat penulis adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk melepaskan diri dari dominasi China.

Mengingat bahwa kejadian pelanggaran kedaulatan RI di Natuna ini oleh China bukanlah yang pertama kali. Menurut Direktur Operasi Laut Bakamla, Nursyawal Embun bahwa sejak tanggal 10 Desember 2019 kapal coastguard China berada di perbatasan perairan Natuna. Terulang lagi pada tanggal 23 Desember 2019, kapal coastguard China mengawal beberapa kapal ikan berada di perairan Natuna. Artinya pelanggaran kedaulatan Indonesia oleh China di perairan Natuna sudah 3 kali terjadi. Jadi ibaratnya batasan 3 kali pelanggaran tersebut sudah cukup beralasan dijadikan sebagai momen Indonesia tanpa China.

Di samping itu, pada tanggal 3 Januari 2020, masih bercokol kapal coastguard China dengan kapal ikannya sebanyak 30 buah di perairan Natuna. Sementara dari kejauhan ada beberapa kapal perang China mengawasi. Ini menjadi indikasi agresifnya China untuk segera bisa mencaplok Indonesia. Hadirnya kapal perang bisa dibaca sebagai sebuah pesan kekerasan kepada Indonesia tatkala tidak mau tunduk di dalam  dominasi China.

Adapun pihak pemerintah Indonesia harus tetap mengantisipasi kemungkinan bentrok fisik dengan China. Hanya saja sebelum hal itu terjadi ada 2 langkah politik yang harus dilakukan, yaitu memutuskan hubungan diplomatik dengan China dan melakukan manuver politik di tingkat internasional.

Langkah memutuskan hubungan diplomatik dengan China guna menghilangkan ketergantungan Indonesia terhadap China. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pembatalan investasi China di Indonesia dengan proyek OBORnya dan pengembalian TKA China untuk kembali ke negerinya sendiri. Tentunya ada konsekwensi yang akan ditanggung oleh Indonesia berupa pengembalian utang.

Pengembalian utang dilakukan dengan skema pembiayaan yang berimbang. Besarnya investasi yang ditanam China akan dihitung dengan besarnya SDA yang sudah dinikmati hasilnya oleh China. Kalaupun masih terdapat sisa investasi China, maka pelunasannya bisa Indonesia melakukan optimalisasi perolehan devisa negara dengan meningkatkan produksi dari industri dalam negeri. Sementara itu, pada saat yang bersamaan negara mendorong partisipasi masyarakat untuk berinfaq demi menambah kas negara dalam melunasi utang. Kegiatan ini diambilkan dari warga negara yang tergolong mampu. Lebih - lebih yang tergolong kelompok industri swasta dalam negeri.

Selanjutnya untuk memenangkan tujuan nasional yang terwujud dengan penjagaan kedaulatan Indonesia atas Natuna dilakukan dengan adanya manuver politik di kancah pergaulan internasional. Langkah manuver politik tersebut guna mengokohkan posisi Natuna di dalam wilayah kedaulatan Indonesia. Klaim China terhadap Natuna dengan ninedashlinenya harus digagalkan di tingkat politik dunia. Klaim China tersebut imaginer dan unilateral.

Manuver politik internasional dalam rangka mendapat dukungan internasional secara moril dan militer. Hingga bila pada satu titik, konflik Natuna memasuki babak baru berupa konfrontasi militer, tentunya Indonesia mampu mengimbangi kekuatan China. Memang perang tidaklah menguntungkan. Ibarat pepatah menang jadi arang, kalah jadi abu. Akan tetapi bila hanya dengan perang semua konflik yang memanas bisa diselesaikan dan ke depannya negara rakus seperti China ada jaminan untuk tidak menginjakkan kakinya mengobok-obok kedaulatan Indonesia, tentunya terjadinya peperangan adalah sebuah keniscayaan.

Dalam melakukan manuver politik internasional jangan sampai kemudian menjadi jalan penjajahan baru bagi Indonesia. Ibarat lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Habis lepas dari dominasi China, justru manuver politik yang dilakukan memasukkan Indonesia ke babak baru penjajahan, atau mengokohkan dominasi kepentingan AS atas Indonesia. Dalam melakukan manuver politik internasional, perlu dihindari manipulasi kelemahan militer Indonesia walaupun Indonesia butuh dukungan militer dari negara lain untuk menghadapi China.

Kekuatan militer Indonesia memang kalah jauh dibandingkan China. Kekuatan militer Indonesia menduduki peringkat ke-37 dunia. Sedangkan kekuatan militer China di posisi ke-3 dunia setelah AS dan Rusia. Bahkan kemungkinan akan terus merangsek naik linear dengan ambisi China untuk menjadi raksasa ekonomi di kawasan Laut China selatan.

Secara obyektif memang Indonesia bisa kalah. Oleh karena itu, dalam melakukan manuver politik internasional bahkan bila diperlukan Indonesia menawarkan 1/3 hasil buminya demi meraih dukungan militer dari negara yang dipandangnya mampu mengimbangi kekuatan militer China. Nabi Muhammad Saw sendiri di dalam perang Khondaq pernah berkeinginan menawarkan 1/3 harta Madinah kepada Gathafan. Tujuannya agar Gathafan memisahkan diri dari koalisi Quraisy yang ingin menghancurkan Madinah. Meskipun Nabi akhirnya mengurungkan niatnya ketika melihat semangat juang para sahabatnya. Walhasil walaupun Madinah dikepung oleh kekuatan gabungan Quraisy, Nabi dan umat Islam di Madinah tetap tidak mundur. Mereka yakin akan pertolongan Allah. Hasilnya kemenangan berpihak kepada Madinah.

Apabila seluruh usaha di dalam melakukan manuver politik internasional tidak membuahkan hasil, memang Indonesia harus berdiri di atas kekuatan kaki sendiri. Dan sebagai umat yang bertauhid, tentunya Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kedaulatannya. Hal demikian sudah terbukti di masa perjuangan pra kemerdekaan 1945. Ruh jihad dan teriakan takbir mampu menggetarkan jiwa-jiwa pasukan kolonial.

Maka tentu saja dengan ruh yang sama, Indonesia ke depannya mampu berdiri sendiri mencapai kejayaan tanpa intervensi asing dan aseng yang sejatinya adalah penjajahan. Alasannya, persatuan yang ada di antara Indonesia dengan negara-negara imperialis tersebut adalah persatuan semu. Di momen yang tepat ketika Indonesia sudah masuk dalam perangkapnya, negara-negara imperialis tersebut siap mencaplok dan melumatnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Rabu, 12 Aug 2020 19:27

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Rabu, 12 Aug 2020 15:30

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 12 Aug 2020 15:17

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Rabu, 12 Aug 2020 14:45

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Rabu, 12 Aug 2020 14:00

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Rabu, 12 Aug 2020 13:21

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Rabu, 12 Aug 2020 12:59

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Rabu, 12 Aug 2020 09:00

Muslimah Menyikapi Tiktok

Muslimah Menyikapi Tiktok

Rabu, 12 Aug 2020 08:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X