Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.090 views

Bahaya Slogan “NKRI Harga Mati”

Oleh:

Yons Achmad
Kolumnis, tinggal di Depok, Jawa Barat

 

PATRIOTISME, dalam arti cinta tanah air itu baik. Tapi, politik patriotisme, dalam arti menebar slogan plus serampangan memberikan stigma (cap) kepada kelompok tertentu sebagai anti NKRI itu amat berbahaya? Kenapa, dengan alasan patriotisme, seseorang atau kelompok tertentu bisa seenaknya memberangus aktivitas, kegiatan bahkan seringkali merasa boleh melakukan kekerasan terhadap kelompok yang dinilai anti NKRI itu.

Spirit ini saya dapatkan ketika mendengar komentar Eep Saefullah Fatah dalam acara ILC yang disiarkan TV One. Dalam kesempatan itu, dia mengomentari soal politik identitas yang salah kaprah. Dia menyesalkan bagaimana misalnya seorang muslim berkeyakinan terhadap agamanya kemudian mengambil sikap atas dasar agama dianggap bahaya. Dipersoalkan kebenarannya. Dituntut untuk melepaskan diri dari argumen-agumen agama dalam politik.

Dalam kesempatan itu, diutarakan pula, justru yang sangat berbahaya adalah politik partiotisme. Saya kira ini benar adanya, kita mesti membaca ulang beragam slogan-slogan nasionalisme serta patriotisme yang saat ini marak digembar-gemborkan. Yang paling sering digunakan adalah slogan “NKRI Harga Mati”.

Saya kira, slogan ini kurang tepat. Pilihan kata “harga” itu problematis. Lebih tepat misalnya dengan istillah “NKRI Jangan Mati”. Kenapa? Slogan “NKRI Harga Mati” berdimensi statis, bernada ancaman, menakut-nakuti. Sementara, “NKRI Jangan Mati” punya daya hidup, dinamis dan berpotensi menyerap beragam kreativitas demi pengembangan dan pemajuan bangsa. Ini baru kita bahas kulit luarnya.

Sementara, dalam ranah yang lebih substantif, kita bisa bidik dimensi yang lebih mendalam. Dalam kajian arus informasi, fenomena di atas boleh dikata sebagai bentuk patriotisme semu (pseudo patriotism). Atau dalam bahasa Jean Baudrilard seperti dikutip Yasraf Amir Piliang dalam buku “Hantu-Hantu Politik dan Matinya Sosial” dinamakan simulacra, model realitas yang tidak berkaitan sama sekali dengan realitas yang sesungguhnya. Artinya apa, slogan “NKRI Harga Mati” tak lebih sebagai omong kosong belaka.

Mengikuti tafsir demikian, dapat dikatakan bahwa dalam proses simulasi, melahirkan sebuah proses penciptaan realitas yang melampaui, artinya pula, sebenarnya realitas demikian tidak ada alias realitas palsu. Yang namanya realitas palsu, maka kemudian yang terjadi adalah pendistorsian, pelencengan atau pemalsuan realitas. Hasilnya, lahirlah individu atau komunitas yang bertindak pura-pura (pseudo) atau seolah-olah (as if).

Misalnya dimunculkan isu seolah-olah ada kelompok, ormas yang ingin mengganti Pancasila dan menggoyang NKRI. Seolah-olah pula ada kelompok yang paling begitu cinta NKRI. Padahal reputasi mutakhirnya hanya spesialis membubarkan pengajian. Seolah ormas dan kelompok yang dicap anti NKRI itu punya kekuatan begitu luar biasa sehingga dengan serta merta bisa mengganti dasar negara, mengganti Pancasila. Politik “Seolah-olah” ini yang perlu dibaca ulang. Kenapa? Sebab, yang paling punya potensi besar mengganti Pancasila, menggoyang NKRI dengan menjualnya kepada asing itu siapa? Tepat, rezim yang saat ini berkuasa. Jadi, kita mesti sudahi akal-akalan permainan isu yang tidak bermutu ini.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah

Rabu, 18 Sep 2019 18:54

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Kirim Relawan Ditolak Riau, Anies Ucapkan Syukur Api Sudah Padam

Rabu, 18 Sep 2019 18:49

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

AS Gugat Mantan Karyawan NSA Edward Snowden Terkait Buku Terbaru

Rabu, 18 Sep 2019 18:48

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Kejanggalan Dewan Pengawas KPK

Rabu, 18 Sep 2019 18:09

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Iran Tahan 3 Warga Australia atas Tuduhan Mata-mata

Rabu, 18 Sep 2019 17:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 17/09/2019 08:54

Kisruh KPK, Ini Sikap Nasyiatul Aisyiyah