Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.798 views

Ponsel Aman Tak Terlacak

JAKARTA (voa-islam.com)- Perusahaan-perusahaan teknologi telah menerima hantaman pemberitaan tentang betapa buruknya mereka dalam melindungi informasi personal penggunanya. Laporan mendalam New York Times, misalnya, mengungkap kemampuan aplikasi ponsel pintar untuk melacak lokasi penggunanya. Beberapa perusahaan, terutama Apple, mulai mempromosikan bahwa mereka menjual produk dan layanan yang melindungi privasi pengguna.

Pengguna ponsel pintar tidak pernah secara eksplisit ditanya jika mereka ingin dilacak setiap harinya. Namun perusahaan seluler, pembuat ponsel pintar, pengembang aplikasi, dan perusahaan media sosial mengklaim mereka telah mendapatkan izin pengguna untuk melakukan pengawasan pribadi (hampir) secara terus-menerus.

Masalah mendasarnya adalah kebanyakan orang tidak mengerti bagaimana teknis pelacakan yang dilakukan perusahaan teknologi.. Perusahaan teknologi pun tidak membantu mengajari penggunanya tentang hal itu. Bahkan, mereka dengan sengaja menutupi detail penting demi keuntungan ekonomi senilai triliunan dolar berdasar metode mendapatkan persetujuan yang dipertanyakan etikanya.

Kebanyakan perusahaan mengungkapkan cara mereka melindungi konsumennya melalui kebijakan mereka tentang privasi; banyak perangkat lunak yang mengharuskan penggunanya untuk mengklik tombol yang menyebutkan bahwa mereka setuju dengan syarat-syarat yang ada sebelum menggunakan programnya.

Namun, orang tidak selalu punya pilihan. Yang ada malah mereka dipaksa untuk memberikan persetujuan karena konsumen hanya bisa memakai layanannya jika mereka setuju.

Jika ada seseorang yang benar-benar ingin memahami isi kebijakan-kebijakan tersebut, dia akan menemukan rinciannya di dalam dokumen hukum yang panjang yang hampir tak seorang pun, kecuali para pengacara yang membuatnya, dapat mengerti maksudnya.

Seringkali kebijakan ini diawali dengan pernyataan “gombal” seperti “privasi Anda penting bagi kami.” Walau begitu, syarat sebenarnya menunjukkan kenyataan yang berbeda. Tidak jarang kenyataannya perusahaan tersebut dapat melakukan apapun seenaknya dengan informasi pribadi Anda, selama mereka telah memberitahu Anda sebelumnya.

Hukum federal Amerika Serikat tidak mengharuskan kebijakan privasi sebuah perusahaan untuk benar-benar melindungi privasi penggunnya. Perusahaan juga tidak diharuskan memberitahukan konsumen terkait praktiknya dengan bahasa yang jelas dan dan bukan bahasa hukum atau memberitahu konsumen dengan cara yang mudah dimengerti.

Teorinya, pengguna mungkin bisa dapat memilih dan menemukan layanan dari perusahaan dengan praktik privasi data yang lebih baik. Namun, persetujuan yang tidak memberikan pilihan sama sekali kepada konsumen untuk memilih teknologi yang lebih canggih membatasi kekuatan kompetisi di hampir seluruh industri teknologi.

 Data Terjual ke Pihak Ketika

Ada beberapa situasi di mana platform seperti Apple dan Google mengizinkan pihak lain mengumpulkan data yang mereka miliki.

Contohnya, kedua perusahaan tersebut mengizinkan pengguna mematikan pelacakan GPS mereka. Idealnya, ini seharusnya mencegah aplikasi untuk mengumpulkan data lokasi Anda–tetapi ini tidak selalu begitu. Lebih lanjut, tawaran ini tak berarti apa-apa jika penyedia layanan seluler Anda menjual informasi lokasi ponselnya ke pihak ketiga.

Pembuat aplikasi juga bisa meminta pengguna untuk tidak mematikan layanan lokasinya, lagi-lagi dengan pemberitahuan bersifat “memaksa”. Saat pengaturan aplikasi iOS, [pengguna dapat memilih] apakah aplikasi dapat mengakses lokasi ponsel “setiap saat”, “ketika menggunakan aplikasi”, atau “tidak sama sekali.”

Namun mengganti pengaturan dapat memicu pesan tidak menyenangkan: “Kami membutuhkan informasi lokasi Anda untuk meningkatkan pengalaman Anda,” kata satu aplikasi. Pengguna tidak diberikan pertanyaan penting lain, seperti apakah mereka menyetujui aplikasi tersebut menjual posisi lokasi mereka ke perusahaan lain.

Banyak pengguna juga tidak tahu bahkan ketika nama dan informasi kontak mereka dihapus dari data lokasi, maka dengan sedikit sejarah lokasi dapat mengungkap alamat rumah mereka, tempat yang sering mereka kunjungi, petunjuk terhadap identitas mereka, kondisi medis, dan hubungan personal mereka.

Mengapa Orang Tidak Keluar Saja

Banyak situs web dan aplikasi yang menyulitkan dan bahkan tidak memungkinkan pengguna untuk menolak bentuk pengawasan agresif dan praktik pengumpulan data. Dalam peran saya sebagai pakar interaksi manusia-komputer, salah satu masalah yang saya pelajari adalah kekuatan pengaturan default.

Ketika perusahaan mengatur default dalam sistem untuk menghidupkan “layanan petunjuk lokasi,” orang jarang mengganti pengaturan tersebut, apalagi jika mereka tidak sadar ada pilihan lain yang bisa mereka pilih.

Selanjutnya, ketika mengganti pengaturan tersebut dirasa merepotkan, sebagaimana yang terjadi saat ini di sistem iOS dan Android, maka lebih kecil kemungkinan orang untuk menolak data lokasinya dikumpulkan–bahkan ketika mereka membencinya sekalipun.

Kebijakan privasi yang sedikit memaksa dan pilihan default untuk pengaturan privasi pengguna telah menciptakan lingkungan di mana orang menjadi kurang awas mengenai kehidupan mereka yang menjadi subjek pengawasan menit-ke-menit.

Mereka juga kebanyakan tidak sadar jika informasi mereka secara individual dijual kembali untuk membuat lebih banyak lagi iklan yang lebih tepat sasaran. Namun perusahaan dapat secara legal, walau tidak etis, mengatakan konsumen mereka setuju akan hal tersebut.

Mengakali kekuatan pengaturan default

Peneliti privasi tahu bahwa orang tidak menyukai praktik-praktik ini, dan banyak orang akan berhenti menggunakan layanan tersebut jika mereka memahami akibat dari pengumpulan data. Jika pengawasan invasif adalah harga yang harus dibayar untuk menggunakan layanan gratis, banyak orang lebih memilih membayar atau setidaknya ingin perusahaan-perusahaan tersebut mematuhi regulasi pengumpulan data yang lebih ketat.

Perusahaan juga tahu ini, itulah sebabnya, saya berpendapat, mereka menggunakan bentuk paksaan untuk memastikan partisipasi.

Sampai pemerintah memiliki peraturan yang, setidaknya, mengharuskan perusahaan untuk meminta persetujuan eksplisit, individu perlu mengetahui cara melindungi privasi mereka. Inilah tiga saran saya:

• Mulailah dengan mempelajari cara mematikan layanan lokasi di iPhone atau perangkat Android Anda.

• Hidupkan lokasi hanya jika menggunakan aplikasi yang jelas-jelas membutuhkan lokasi Anda untuk berfungsi, seperti aplikasi peta.

• Hindari aplikasi, seperti Facebook Mobile, yang menggali dalam perangkat Anda untuk informasi pribadi sebanyak mungkin; gunakanlah peramban dengan mode rahasia, seperti Firefox.

Jangan biarkan pengaturan default membuka lebih banyak informasi mengenai Anda lebih dari yang Anda inginkan.

*Jen King, Director of Consumer Privacy, Center for Internet and Society, Stanford University, dikutip Nationalgeographic.co.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Senin, 19 Aug 2019 16:31

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Senin, 19 Aug 2019 16:15

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Senin, 19 Aug 2019 11:22

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Senin, 19 Aug 2019 10:31

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Senin, 19 Aug 2019 10:30

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

Senin, 19 Aug 2019 09:30

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

Senin, 19 Aug 2019 09:12

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Senin, 19 Aug 2019 08:28

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 06:17

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Senin, 19 Aug 2019 05:17

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Senin, 19 Aug 2019 03:51

Mahfud oh Mahfud

Mahfud oh Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 02:03

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Senin, 19 Aug 2019 01:40

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Senin, 19 Aug 2019 00:47

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

Ahad, 18 Aug 2019 23:43

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Ahad, 18 Aug 2019 23:17

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Ahad, 18 Aug 2019 23:16

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Ahad, 18 Aug 2019 23:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X