Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.405 views

Antara Unicorn, Investasi dan Intervensi

Oleh: Wida Ummu Aulia  (Pemerhati Masalah Sosial)

Perusahaan start-up Indonesia seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka telah menjelma menjadi unicorn, namun perlahan kini mulai dikuasai asing.

Belum lama ini Go-jek menerima kucuran dana dari Google sebesar USD1,2 miliar. Hal ini menjadikan valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai USD4 miliar atau lebih dari Rp53 triliun.

Executive Director of Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, empat perusahaan Start-up dikuasai asing jelas itu sudah melanggar cita-cita awal pemerintah untuk menjadikannya sebagai usaha Indonesia. "Jadi gak ada lagi kebanggaan, sebelumnya kan sering digembar-gemborkan kita memiliki 4 unicorn bahkan ada yang decacorn," tutur Heru kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Mindset berharap pada investasi asing untuk pertumbuhan ekonomi merupakan produk kapitalisme. Dimana hal itu hanya melahirkan sebuah ilusi kesejahteraan bagi sebuah negara. Kesejahteraan palsu. Semu.

Bagaimana Indonesia bisa maju dan sejahtera  jika semua perusahaan yang seharusnya dikuasai negara justru dikuasai asing? Dengan dalih investasi, perusahaan beralih kepemilikan. Keuntungan yang harusnya jadi milik negara, kini lari ke kantong-kantong investor asing. Akhirnya, negara ini hanya bisa gigit jari tak punya apa-apa lagi.

Kalau sudah begitu, rakyat yang ditekan untuk bayar pajak sebagai sumber penghasilan negara. Rakyat yang sudah susah kian parah. Masyarakat yang sudah sengsara tambah menderita. Hanya menjadi budak di dalam negerinya sendiri.

Ini akibat diterapkannya sistem kapitalis liberal. Dimana sistem ini membebaskan para pemilik modal untuk menguasai perusahaan dan sumber daya alam dengan balutan modus investasi yang dinilai sebagai sumber pendapatan negara selain pajak. Padahal justru dengan dibukanya pintu investasi asing maka sama saja membuka pintu penjajahan yang baru. Intervensi. Negara ini pun tak bisa menjadi negara mandiri yang memiliki kedaulatan penuh dalam mengelola, memanfatkan dan mengurusi urusan rakyatnya.

Seharusnya bila ingin jadi negara mandiri tanpa intervensi, jangan biarkan investor asing menguasai unicorn maupun aset negara lainnya. Indonesia harus bersikap tegas terhadap investasi yang dapat melemahkan kedaulatannya baik di dalam dan luar negeri. Ambil alih dan kelola sendiri perusahaan dan sumber daya alam milik umat. Maka akan menambah pemasukan negara, dan negara pun lepas dan bebas dari jeratan intervensi.

Dan kemandirian itu hanya akan terwujud jika negara menerapkan sistem Islam. Karena dalam Islam, kerjasama ekonomi tidak boleh dilakukan dengan kaum kafir harbi fi'lan seperti Amerika yang jelas memusuhi Islam.

Namun hanya boleh dengan kaum kafir yang mau tunduk pada aturan Islam. Kerjasama itu juga tidak boleh menjadikan perusahan semacam Unicorn dimiliki individu. Tidak ada privatisasi maupun swastanisasi kekayaan umat dalam Islam.

Inilah aturan yang jelas dalam Islam mengenai perusahaan yang dikuasai asing. Jika Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, maka kesejahteraan yang hakiki akan dapat terwujud. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Generasi Indonesia Darurat Game Online

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Jum'at, 26 Apr 2019 02:09

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 00:42

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Jum'at, 26 Apr 2019 00:01

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Kamis, 25 Apr 2019 19:40

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Kamis, 25 Apr 2019 19:30

KPU yang Seharusnya Mikir

KPU yang Seharusnya Mikir

Kamis, 25 Apr 2019 19:01

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Kamis, 25 Apr 2019 19:00

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kamis, 25 Apr 2019 18:37

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Kamis, 25 Apr 2019 18:30

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Kamis, 25 Apr 2019 18:01

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Kamis, 25 Apr 2019 17:44

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Kamis, 25 Apr 2019 17:01

Jokowi vs People Power

Jokowi vs People Power

Kamis, 25 Apr 2019 16:05


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 25/04/2019 08:33

Area Sampling Quick Count