Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.860 views

Skandal Muamalat (1): Tak Disetujui OJK, Asset Swap Rugikan Muamalat Rp 520 M

JAKARTA (voa-islam.com) - Bank Muamalat sebagai pelopor bank syariah di negeri muslim terbesar di dunia nampaknya menemui aral melintang yang tak mudah dilalui.

Usai gagalnya drama akuisisi Minna Padi awal 2018 silam, kini kendala dari beredarnya pemberitaan di media online KONTAN, terkait "Surat dari Asosiasi Pemegang Saham Muamalat asal Indonesia".

Sebelumnya KOMPAS menulis, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) gagal mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk. Berakhirnya perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share subscription agreement (CSSA) menjadi alasan keduanya gagal bersatu.

Sesuai perjanjian, CSSA tersebut berakhir pada 31 Desember 2017. "Kami juga sudah dimintai konfirmasinya oleh Muamalat, CSSA berakhir, sehingga tidak lagi menjadi standby buyer Muamalat," ujar Direktur PADI Harry Danadjojo, Rabu (7/2/2018). Proses masuknya PADI ke dalam Bank Muamalat memang berkaitan dengan proses rights issue bank syariah pertama di Indonesia tersebut. Muamalat rencananya akan rights issue dengan PADI sebagai pembeli siaga atau standby buyer.

PADI disebut-sebut perlu menyiapkan dana sekitar Rp 4,5 triliun sebagai standby buyer. Dana sebesar itu akan setara dengan 51 persen kepemilikan saham Muamalat. Rencana rights issue yang bakal digelar PADI juga sempat dikaitkan dengan rencana mengakuisisi Muamalat.

Aksi korporasi tersebut merupakan upaya PADI menggalang dana untuk memuluskan rencana masuk ke Muamalat. Namun, Harry menampik rumor tersebut. "Rights issue yang baru kami peroleh persetujuannya dari pemegang saham tidak ada kaitannya dengan akuisisi Muamalat," ucap Harry.

Penelusuran VOA-ISLAM.COM, Apa benar terjadi pengemplangan dana Rp. 400 milyar lebih dari Asset Swap?

Lalu Tim Redaksi VOA-ISLAM turut menyoroti hal ini, karena selain sebagai nasabah juga terpicu tulisan yang diunggah KH Tengku Zulkarnain terkait sepinya Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Setelah kami telusuri ke mantan Top Management BMI yang sudah lay-off ini mengandung unsur kerugian yang tidak sedikit, Rp. 400 milyar lebih dan Rp 120 milyar sudah diserap oleh arranger projek ini. Parahnya lagi, ia menilai dalam 2 atau 3 bulan Bank Muamalat kebanggaan rakyat Indonesia ini akan tutup. 

"Bayangkan, informasi yang Saya terima, BMI merugi sekitar Rp. 520 milyar dari Asset Swap, Rp. 400 milyar untuk Asset Swap, Rp. 120 milyar untuk arrangernya, pertanyaannya adalah, kemana larinya Rp. 400 milyar itu? " ujar sumber yang tak mau namanya ditulis ini.

"Parahnya lagi jika ini terungkap, 3 bulan lagi Bank Muamalat bisa bangkrut. Bisa Tutup, pasalnya menurut beberapa rekan ada amanah RUPLSB yang gagal dijalankan, selain itu ada keluarkan uang untuk asset swap Rp 520 Milyar" ujarnya yakin.

Untuk memastikan hal diatas, Voa-Islam.com akan melakukan verifikasi terkait konsep skema “Asset Swap” yang macet Rp. 400 milyar itu. Konon 3 bulan lagi Bank Muamalat akan tutup.

Ternyata benar, dalam penelusuran VOA-ISLAM, salah satunya dari media online KONTAN yang merilis, surat yang ditujukan ke manajemen Bank Muamalat ini berisi permintaan analisis lebih dalam terkait asset swap bank syariah pertama di Indonesia tersebut. Dalam surat tertanggal 14 Juni 2018 yang KONTAN terima, Muamalat melakukan asset swap plan dengan tiga perusahaan bernama Dubai Group, yakni Dubai Trust, Dubai Investor dan Dubai Corporation.

Arranger aksi ini adalah Djamal Attamimi, yang belakangan menerima dana Rp. 120 milyar. Padahal aksi Asset Swap Muamalat tak disetujui OJK" ujar narasumber tersebut

Berdasarkan peneluran KONTAN, Djamal menjabat Managing Partners Lynx Asia Partners dan Komisaris PT Toba Bara Sejahtra Tbk. Surat itu menyebutkan, berdasarkan presentasi Attamimi ke pemegang saham Muamalat, ada tiga transaksi terkait asset swap.

Pertama, Muamalat menjual non performing asset (NPF) kepada Dubai Trust senilai Rp 6 triliun. Dari NPF itu, estimasi 30% dari nilai nomimal penjualan masih bisa tertagih.

Transaksi kedua, Muamalat menerbitkan sukuk mudarabah senilai Rp 1,6 triliun dengan kupon 8% dan tenor 20 tahun. Penerbitan sukuk meningkatkan capital adequacy ratio (CAR) Bank Muamalat. Dubai Investor akan menyerap sukuk ini sepenuhnya.

Transaksi ketiga, Muamalat wajib membeli Sukuk Trust Certificate yang diterbitkan Dubai Corporation sebesar Rp 8 triliun. Sukuk ini tidak memiliki peringkat dan memiliki kupon 0% bertenor 20 tahun. Aset dasar sukuk obligasi Pemerintah Indonesia. Dana pembelian sukuk berasal dari penjualan NPF ke Dubai Trust senilai Rp 6 triliun, penerbitan sukuk mudarabah Dubai Investor Rp 1,6 triliun. Sisanya Rp 400 miliar dari kantong Muamalat.

Pembelian NPF Muamalat dikompensasikan lewat penerimaan dana Sukuk Trust Certificate senilai Rp 8 triliun tersebut. Artinya, setelah transaksi pertama dan kedua terjadi, semua dana dari Dubai Trust dan Dubai Investor masuk ke Dubai Group beserta tambahan uang kas Bank Muamalat Rp 400 miliar. Sebagai pertukarannya, Muamalat memegang Sukuk Trust Certificate selama 20 tahun.

Yang menarik, dari transaksi pertama, Dubai Trust bisa menerima tambahan Rp 1,8 triliun dari estimasi NPF yang bisa tertagih.

Lalu di transaksi kedua, Muamalat harus membayar yield 8% dari Rp 1,6 triliun atau sebesar Rp 128 miliar per tahun selama 20 tahun. Dokumen tersebut menyebut, estimasi laba Muamalat 2018 sebesar Rp 96 miliar. Artinya, Muamalat harus nombok. Sayang hingga berita ini naik cetak, Achmad Kusna Permana, Presiden Direktur Muamalat tak menjawab pertanyaan KONTAN.

Apa Tanggapan Mantan Top Management Muamalat?

Setelah menelusuri hal ihwal kabar macetnya Asset Swap, ternyata publik dikagetkan kembali jika terungkap, pasalnya usulan Asset Swap tersebut ternyata tidak disetujui oleh OJK. "Begini, usulan Asset Swap tersebut ternyata tidak disetujui oleh OJK." ujar narasumber tersebut.

Kemudian ia memberikan linik berita tersebut, dalam pemberitaan pada Surat Kabar Bisnis Indonesia tanggal 28 September 2018, Deputi Komisioner Management Strategis dan Logistik OJK, Bapak Anto Prabowo menyatakan sebagai berikut : “Bahwa skema tukar guling Asset bermasalah (Swap Asset) harus dilaksanakan secara tranparant dan akuntabel. Surat berharga yang dijadikan Swap Asset harus bisa diperdagangkan (Tradable), memiliki Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan memiliki agunan yang jelas (Underlying Asset).

Ini surat berharganya Non Tradable, ATMRnya 0%, dengan jangka waktu 20 tahun dan tanpa kupon. Siapa yang bisa menjamin dalam waktu 20 tahun kedepan saat jatuh tempo bisa dicairkan ? Jadi kami tidak setuju tentunya”.

Selanjutnya memperhatikan pernyataan ketua OJK Bapak Wimboh Santoso pada Surat Kabar Harian Bisnis Indonesia tanggal 5 Oktober 2018 sebagai berikut : “Wimboh Santoso dengan tegas menolak skema tukar guling aset bermasalah dengan surat berharga yang dilakukan oleh Muamalat dengan Lynx Asia. Selama ini tidak ada surat formal dari OJK yang menyetujui Asset Swap tersebut”.

Eng Ing Eng... Siapa Tenggak Ludes Dana Rp. 400 Milyar Muamalat?

Akibat kabar tak sedap tersebut, Pemegang saham minoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. akan meminta penjelasan manajemen dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pertama tahun ini.

Setidaknya ada dua isu yang hendak dipertanyakan, yaitu pembeli siaga saham baru dan skema tukar guling aset bermasalah. Andre Mirza Hartawan, pemilik 1,66% saham Muamalat, mengatakan bahwa hingga dua bulan pertama tahun ini manajemen belum memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan rights issue yang melibatkan pembeli siaga (standby buyer), serta pemaparan mengenai skema tukar guling aset bermasalah.

“Kami akan coba mempertanyakan hal itu pada kesempatan berikutnya, paling tidak di RUPS terdekat yang kalau tidak salah nanti April,”katanya kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).

Bank Muamalat belum menemukan titik terang mengenai rencana suntikan dana segar oleh investor. Modal yang seharusnya masuk sejak akhir 2018 belum juga terealisasi hingga dua bulan pertama tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Muamalat hendak menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Konsorsium bentukan Ilham menyatakan siap menjadi pembeli siaga Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI senilai Rp2 triliun.

Hal ini telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2018. Namun kemudian suntikan modal konsorsium yang terdiri dari Ilham Habibie, keluarga Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Capital dari Hong Kong tersebut tersendat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal bahwa konsorsium belum mampu menunjukan komitmen untuk penyehatan Bank Muamalat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiana mengatakan otoritas ingin Bank Muamalat menjadi bank syariah besar yang mampu bersaing dengan bank konvensional.

Menurutnya, memenuhi kebutuhan permodalan yang kuat dengan cara yang kredibel dibutuhkan untuk menuju ke sana.

“Saya tidak mau ada investor [suntik modal sekarang], tapi tidak punya kemampuan mengembangkan [Muamalat] ke depannya,” kata Heru. Menurut perhitungan OJK, Muamalat membutuhkan dana segar setidaknya Rp8 triliun.

Dengan demikian otoritas meminta investor yang hendak masuk menyetorkan Rp4 triliun ke rekening penampung sebagai bukti komitmen. Adapun saat ini mengutip situs resmi perseroan, tiga besar pemilik saham Muamalat adalah Islamic Development Bank dengan 32,74%, Bank Boubyan 22%, dan Atwill Holdings Limited 17,91%.

Kemudian diikuti oleh National Bank of Kuwait 8,45%, IDF Investment Foundation 3,48%, BMW Holdings Limited 2,84%, Reza Rhenaldi Syaiful 1,67%, Dewi Monita 1,67%, Andre Mirza Hartawan 1,66%, Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI 1,39%, dan pemegang saham lainnya 1,39%.

Sejatinya siapa yang menikmati Asset Swap Rp. 400 milyar?

Ketika kami verifikasi keabasahan berita ini ke Corporate Secretary Bank Muamalat Indonesia dan Direktur Utama Bank Muamalat, keduanya tak memberikan jawaban.

[Abdullah/voa-islam.com]

.......bersambung........

Skandal Muamalat (2): Kenapa OJK Tolak Aksi Asset Swap Muamalat, Tapi Bank Muamalat lanjutkan skema Asset Swap yang rugikan 520 Milyar

Skandal Muamalat (3): Reaksi MUI soal 520 Milyar Amblas dalam Asset Swap Muamalat yang dianggap cacat prosedur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Syariah Biz lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Selasa, 07 Jul 2020 22:08

Skandal Politik Pilpers

Skandal Politik Pilpers

Selasa, 07 Jul 2020 22:00

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

Selasa, 07 Jul 2020 21:26

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Selasa, 07 Jul 2020 20:50

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

Selasa, 07 Jul 2020 20:35

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

Selasa, 07 Jul 2020 20:33

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di  PII

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di PII

Selasa, 07 Jul 2020 19:15

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

Selasa, 07 Jul 2020 18:19

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X