Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
23.267 views

Tren Cegat Truk dan Terkikisnya Potensi Generasi

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

(Penulis Buku dan Praktisi Pendidikan)

 

Era teknologi digital yang saat ini tengah kita hadapi, ternyata melahirkan beragam kreativitas di kalangan remaja. Ada yang positif, namun tak sedikit juga yang negatif. Sebagaimana yang pernah viral beberapa waktu lalu, yakni skip challenge, yakni sebuah tantangan menekan dada teman hingga pingsan. Dan belakangan, tren yang tak kalah membahayakan kembali muncul di kalangan remaja, yakni tren cegat truk.

Dalam aksinya, mereka mencegat truk yang sedang melaju kencang. Setelah dekat mereka akan berusaha lari untuk menghindar. Sementara itu, seorang lainnya akan merekam dari sisi jalan. Semua itu dalam rangka mengejar viral di media sosial. Namun, nahasnya tidak semua aksi mereka sesuai harapan. Justru banyak yang meregang nyawa karena terlindas truk saat melakukan aksinya.

Sebagaimana yang terjadi di Jalan Otista Raya, Tangerang, seorang remaja berinisial Y (18) tewas terlindas truk tronton karena mengadang truk secara tiba-tiba demi membuat konten pada Jumat (3/6/2022). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. (Inews.id/03-06-2022)

Tak hanya itu, pihak Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga mengamankan 14 anak di bawah umur yang berasal dari Sepatan Tangerang karena diduga kerap melakukan aksi membahayakan dengan mencegat truk. Hal serupa juga terjadi di Soreang, Kabupaten Bandung, seorang bocah SMP terlindas truk saat membuat konten cegat truk pada Kamis, 2 Juni 2022.

Sungguh memprihatinkan. Tren cegat truk demi konten tersebut jelas merupakan sebuah perbuatan sia-sia yang bahkan berujung petaka. Jika ditelisik lebih dalam, sesungguhnya maraknya aksi tersebut tak bisa dilepaskan dari terkikisnya potensi generasi hari ini.

Potensi Generasi yang Terdistorsi

Sejatinya pemuda adalah tonggak harapan sebuah bangsa. Di tangan pemudalah kelak estafet kepemimpinan bangsa digenggam. Oleh karena itu, kualitas generasi muda harus menjadi perhatian besar. Karena hakikatnya kualitas generasi menentukan wajah peradaban di masa depan.

Lantas, bagaimana nasib bangsa di masa depan jika pemudanya hari ini disibukkan dengan  aktivitas tidak bermanfaat yang sekadar mengejar viral demi eksistensi dan kepuasan materi? Padahal generasi harapan bangsa adalah mereka yang memiliki daya kritis dalam berpikir dan berkepribadian unggul. Artinya, pemuda yang kelak mampu membawa bangsa ini menuju kegemilangan peradaban adalah yang memiliki ilmu, ketinggian akhlak dan moral, serta nilai spriritual yang kental. Karena ketiga hal itulah yang akan membentuk kualitas seorang manusia unggul dan berkualitas.

Sayangnya, potensi generasi muda sebagai agent of change kini terdistorsi oleh sistem kapitalisme liberal yang menghegemoni peradaban manusia hari ini. Mindset mereka tak lagi berperan dalam kebaikan dan kemaslahatan negeri, melainkan mengejar eksistensi diri. Doktrin kapitalisme bahwa materi adalah sumber kebahagiaan hakiki dan menjadi terkenal bin viral adalah sebuah prestasi, sungguh nyata telah mengikis potensi generasi hari ini.

Fitrah generasi dibelokkan, tak lagi sibuk melayakkan diri menjadi pribadi prestatif demi membangun negeri, menjadi sekadar mesin-mesin ekonomi penghasil materi. Mereka tenggelam dalam kemajuan teknologi yang menginginkan cara instan meraup materi. Ironisnya, hal tersebut tak diiringi dengan standar halal haram berdasarkan pijakan agama sebagai rambu-rambunya. walhasil, mereka berbuat dalam setiran hawa nafsu dan kesenangan manusiawi belaka.

Kembalikan Fitrah Generasi

Sebagai anggota masyarakat, tentu kita harus peduli terhadap fenomena yang terjadi di kalangan pemuda hari ini. Sebab jika tak segera diatasi, generasi akan kian kehilangan jati diri. Hal tersebut jelas merupakan ancaman nyata di masa depan.

Maka, kita wajib mengembalikan potensi generasi yang hakiki, yakni sebagai agent of change. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menciptakan sekolah pertama bagi generasi di setiap keluarga. Realitasnya banyak generasi muda kehilangan arah karena tak tersentuh pendidikan orang tua di rumahnya. Kedua orang tua disibukkan dengan pekerjaan di luar rumah, termasuk kaum ibu yang notabenenya madrasah pertama bagi anaknya. Akibatnya, muncul fenomena motherless dan fatherless.

Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran akan fungsi dan tugas utamanya, selain mencukupi generasi dengan materi, juga harus membekali mereka dengan ilmu, khususnya ilmu agama. Mereka harus dididik agar mengenal jati dirinya sebagai seorang hamba Allah yang visi hidupnya adalah beribadah kepada-Nya.

Di sisi lain, perlu juga adanya peran negara dalam rangka menerapkan sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi muda berkepribadian Islam, bukan generasi yang dibidik demi memenuhi tuntutan industri. Selain itu, negara juga wajib berperan dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi kehidupan pemuda yang lurus sesuai rambu syariat. Inilah hakikatnya peran strategis negara sebagai benteng terakhir dalam menjaga dan mendayagunakan potensi hakiki generasi. Wallahu'alam bis shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Senin, 15 Aug 2022 21:04

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Senin, 15 Aug 2022 20:51

Masyarakat Kesulitan Dapat  Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Masyarakat Kesulitan Dapat Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Senin, 15 Aug 2022 10:43


MUI

Must Read!
X