Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.275 views

Petunjuk dan Keinginan, Bekal untuk Kebiasaan (Habit) Baru

 

Oleh: Sunarti

"Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg), walaupun sedikit." [HR. Muslim]

Demikian pesan junjungan kita nabi Muhammad Saw., dalam beraktivitas hendaknya dilakukan dengan kontinu. Meski tidak dalam jumlah banyak, akan tetapi dengan kesungguhan, dilakukan dengan menyenangkan dan rutin, insyaallah, kelak manfaatnya akan bisa dipanen. Terlebih jika aktivitas itu mendatangkan ridha dan pahala dari Allah.

Dalam buku Atomic Habits karya James Clear disebutkan bahwa 1% aktivitas yang dilakukan secara kontinyu, itu lebih baik. Apalagi yang 1% itu adalah aktivitas kebaikan, bukan aktivitas keburukan. Meski dilakukan dalam jumlah sedikit, akan tetapi jika dilakukan secara rutin, maka itu lebih baik. Seperti dalam peribahasa "Sehari selembar benang lama-lama menjadi selembar kain." Atau dalam peribahasa lain, "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit." Dengan demikian, kita membentuk habit baik.

Aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus bisa terealisasi jika benar-benar diniatkan. Walaupun motivasi sudah luar biasa menggebu-gebu, akan tetapi tidak ada niat merealisasikan, maka akan tetap tidak berjalan. Maka, realisasi aktivitas yang sedikit dan kontinyu, akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Untuk melakukan aktivitas menjadi habit perlu implementasi dari niat. Dan dalam pelaksanaan habit itu ada pengaruh siklus yang terbentuk dari petunjuk (cue), hasrat/keinginan (craving), tanggapan/respon (reward). Dari sinilah yang nantinya akan memunculkan lingkaran kebiasaan. Kebiasaan akan otomatis dilakukan di alam bawah sadar dan akan dilaksanakan tanpa paksaan sebagai kebiasaan yang telah mengkristal secara terus-menerus. Ini yang disebut "HABITS loops" alias "lingkungan kebiasaan."

Selanjutnya melakukan penyatuan/memadukan antara habit yang disenangi dan yang dibutuhkan. Dalam pelaksanaan ini dipengaruhi dua faktor secara internal dan eksternal.

Faktor internal berasal dari dalam dirinya sendiri. Yaitu sesuatu yang disenangi namun dalam jangka panjang merugikan. Sebaliknya sesuatu yang tidak disenangi namun dalam jangka panjang menguntungkan.

Habit staking ditambah dengan temptation building (habit yang telah lama dilakukan ditambah dengan habit batu yang hendak dilaksanakan). Caranya dengan dua hal sebagai berikut :

1. Setelah (habit lama), saya akan (habit baru)

2. Setelah (habit yang saya perlukan), saya akan manambah (habit yang saya inginkan).

Sedangkan hasrat eksternal (social group) yaitu mencakup tiga group sosial (lingkungan, pergaulan - interaksi) : the close (yang dekat), the many (yang banyak), the powerful (yang hebat).

Untuk group yang dekat (the close) adalah keluarga. Maka penting bagi ayah bunda atau pasangan calon ayah bunda untuk menyamakan visi misi dalam rumah tangganya. Karena keluarga menentukan habit dari anggota keluarganya. Satu dan yang lainnya saling mengingatkan dan saling mendukung.

Yang kedua adalah the many (yang banyak) habit bisa mengikuti komunitasnya. Misal, komunitas bersepeda, komunitas menulis dll. Kalau pesan Emak untuk kebaikan dari habit yang berasal dari luar (komunitas) ini maka tak lain adalah berkumpul dengan orang-orang shaleh.

Dan yang ketiga adalah the powerful, yaitu mengikuti orang yang dianggap hebat, seperti idola. Seperti saat ini, banyak anak-anak, remaja hingga para Emak mengidolakan budaya K-Pop atau mengikuti gaya draKor. Dan sisi lain ada yang  mengikuti tokoh shalih dan shalihah seperti para sahabat dan shahabuayah Rasulullah Saw. Dan itu juga akan mempengaruhi habit.

Pengaruh Cue dan Craving di Alam Kapitalisme

Di alam sekularisme sekarang banyak sekali kemaksiatan. Komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender merajalela, aborsi tak lagi ditutupi, perzinaan tak lagi jadi barang larangan, riba yang membudaya, perceraian membahana dan sederet persoalan lainnya.

 

Semuanya tersebab kita hidup di tatanan yang menciptakan banjir Cue dan cravingmaksiat ditambah dengan adanya respon/penghargaan atas sebuah kemaksiatan.

Di alam kapitalisme, hal-hal buruk (maksiat) dibuat jelas dan terlihat sangat menyenangkan. Adanya petunjuk kemaksiatan yang selalu diulang-ulang, misalnya film-film yang merusak anak-anak dan remaja, tontonan di gadged yang vulgar dan bisa diakses oleh anak-anak dan remaja.

Sisi lain juga yang menambah banjir maksiat yaitu adanya kebijakan-kebijakan yang diterapkan. Kebijakan yang selalu diputuskan bukan sebagai perbaikan kondisi masyarakat, akan tetapi lebih kepada muatan bisnis semata. Misalnya saja, hukum minuman keras, hukum pornografi, dan hukum-hukum yang mengarah kepada kebebasan hak azasi manusia.

Untuk hasrat/keinginan (craving) selalu disuguhkan rangsangan-rangsangan kemaksiatan pula. Tidak hanya di lingkungan akan tetapi hingga tataran negara. Misalnya saja kebebasan dalam berpakaian, kebebasan dalam berkumpul dengan lawan jenis dan lain sebagainya.

Di alam sekulerisme diperkenankan berhubungan tanpa status dan itu legal selama suka sama suka. Sebaliknya, ketika manusia hendak taat kepada Allah dengan menempuh rumah tangga dengan poligami, misalnya, akan dipandang rendah, aneh dan terutama dipersulit secara sah oleh negara.

Dan yang terakhir tanggapan/respon (reward) di alam sekulerisme-kapitalisme sangat luar biasa. Keberhasilan dari maksiat justru banyak mendapatkan penghargaan/tanggapan berupa materi dan kedudukan.

Semua itu yang menumbuhsuburkan habit-habit maksiat di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya kalangan rakyat jelata, tapi juga para intelektual dan politisi hingga para pemegang kebijakan. Tidak heran jika habit buruk mendarah daging dan berakibat menjamurnya kebiasaan buruk yang merugikan individu dan kelompok. Ini semua akibat ditetapkannya sistem yang memfasilitasi berjalannya habits loops yang buruk.

Mengubah Pemahaman ke Arah yang Lebih Baik

Ada cara-cara untuk mengubah kebiasaan/habit buruk yang merugikan ke habit baik dan menguntungkan. Tidak hanya untung di dunia, akan tetapi beruntung hingga akhirat.

Untuk hal-hal buruk (maksiat) harus diupayakan dengan cara membuatnya jauh dari pandangan mata hingga tidak terlihat dan dibuat tidak menarik. Yang terpenting adalah ingat akan balasan yang akan dipertanggungjawabkan kelak  di akhirat akan hal-hal maksiat tersebut.

Sebagai muslim, meskipun hidup dalam habitat kapitalisme, semestinya, tetap berpegang teguh kepada hukum Allah SWT. Meskipun cue dan craving, secara belum sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam. Akan tetapi, ikhtiar berbuat kebaikan yang rutin dan terus-menerus dengan tujuan ridha Allah SWT.

Di sinilah peran kita dalam mencapai tujuan tertinggi yaitu "Dari 1% aktivitas kebaiakan di jalan Allah, yang terus mengalir menggapai ridha illahi tuk surgaNya nanti."

Terus berusaha menyampaikan pemikiran Islam di tengah-tengah umat, dengan berada dalam lingkungan (jamaah dakwah) yang mengemban pemikiran Isalm pula, agar segera tercapai peradaban Islam yang mulia. Maka, harapan untuk menghadirkan cue dari Sang Maha Pencipta; craving untuk selalu taat kepadaNya dan reward dari Allah benar-benar terwujud. Yaitu berupa ridha dan surgaNya.

1% habit baik di jalan Allah, 100% balasan dari Allah. Insyaallah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55

KH Cholil Nafis: Syekh Ali Jaber Dai yang Istiqamah dan Rendah Hati

KH Cholil Nafis: Syekh Ali Jaber Dai yang Istiqamah dan Rendah Hati

Kamis, 14 Jan 2021 10:41


MUI

Must Read!
X