Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.294 views

Sarjana Milenial: Harapkan Gaji Jutaan, Ternyata Jadi Pengangguran?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Viral, sebuah postingan di medsos tentang fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang menolak gaji Rp8juta perbulan di sebuah perusahaan lokal. Terlepas dari postingan tersebut jujur atau tidak, mendapat gaji besar adalah impian setiap lulusan perguruan tinggi. Apalagi PTN yang terkategori favorit. Lebih-lebih jika diterima di perusahaan internasional, terbayang sudah berapa digit gaji yang diterima. Bayangan hidup mapan setelah lulus kuliah seolah sudah di depan mata. Berbekal ijazah sarjana siap untuk menyongsong masa depan nan gemilang.

Sayangnya realita tak sesuai dengan harapan. Di era 90-an Iwan Fals telah merilis lagu yang populer berjudul "Sarjana Muda". Salah satu liriknya berbunyi : "Engkau sarjana muda, lelah mencari kerja, tak berguna ijazahmu. Empat tahun lamanya, bergelut dengan buku, sia-sia semuanya."

Inilah realita yang sebenarnya. Banyak sarjana kini menjadi pengangguran. Kesana-kemari mengirimkan lamaran pekerjaan, namun tak kunjung mendapat panggilan. Kalaupun ada pekerjaan, seringkali digaji pas-pasan. Dengan alasan belum punya pengalaman. Nah, bagaimana bisa punya pengalaman jika pekerjaan pertama begitu sulit didapatkan?

Namun yang mendapat kerja itu dianggap sudah beruntung, meski gajinya mepet UMR. Sedangkan yang lainnya bernasib mengenaskan. Sudah puluhan lamaran dilayangkan, namun semua zonk alias gagal. Akhirnya profesi sopir ojek online dilakoni. Meski tak sesuai keahlian yang didalami di bangku kuliah. Bukan hendak merendahkan profesi tertentu, tapi sepertinya tak ada satu pun mahasiswa yang bercita-cita menjadi sopir ojek online. Namun profesi itu dilakoni juga, demi mengganjal perut yang kelaparan. Karena jatah uang saku dari orang tua sudah dihentikan, sementara pekerjaan tak kunjung didapatkan. Lebih baik bekerja, meski seadanya.

Hal ini sebagaimana yang terjadi di Malang. Dilansir dari suarasurabaya.net, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan pulang kampung, mendominasi jumlah pengangguran di kota pendidikan tersebut. Para fresh graduates ini tak memilih pulang kampung karena sulitnya mendapat pekerjaan di kampung halaman. Apalagi jika dilihat tetangga sudah sarjana tapi masih nganggur, tentu membuat malu sekeluarga.

Para sarjana ini akhirnya memilih bertahan di kota, meski tak punya pekerjaan. Setidaknya untuk menghindari nyinyiran tetangga di kampung. Namun kehadiran mereka di kota juga membawa masalah baru. Pengangguran kian banyak jumlahnya. Tentu bukan salah para sarjana, karena mereka tak pernah bercita-cita menjadi manusia tanpa karya. Pun juga bukan karena malas usaha. Tak terhitung lamaran kerja dikirimkannya. Jika hasilnya nihil, tentu bukan salah para mantan mahasiswa. Tak sedikit di antara mereka yang memiliki indeks prestasi tinggi. Namun sukses ternyata tak melulu soal nilai.

Pemerintah memang telah membuat job fair dan sejenisnya. Juga membuka lowongan menjadi ASN. Pesertanya membludak, namun yang diterima sangat sedikit. Ini karena pemerintah hanya berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja dan perusahaan. Padahal seharusnya negara bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan, berapapun mahasiswa yang lulus tiap tahunnya. Solusinya tak cukup dengan rekrutmen ASN, karena terlalu banyak ASN justru tak efektif. APBN dan APBD bisa habis hanya untuk belanja pegawai. Lantas solusinya apa?

Pengolahan kekayaan alam secara mandiri dan efektif adalah jawabannya. Sehingga membuka banyak lapangan kerja, untuk rakyat sendiri. Baik tenaga profesional maupun yang sekadar modal tenaga. Juga pengelolaan energi secara mandiri, dari hulu hingga hilir pasti butuh banyak tenaga kerja. Ditambah pertanian yang dimodernisasi. Sehingga banyak bidang bisa jadi mata pencaharian. Bukan cuma menanam lalu sudah selesai. Ah, tapi hal itu semua butuh negara bervisi.

Visi jangka panjang untuk kemajuan negeri. Bukan visi basa basi eh ternyata mengundang investasi. Tinggallah rakyat gigit jari. Toga dan ijazah tersimpan rapi. Namun kesejahteraan tak kunjung terealisasi. Justru makin tergusur dengan datangnya tenaga asing yang katanya lebih mumpuni. Mereka datang dengan undangan penguasa negeri. Lantas para sarjana harus kerja dimana? Di luar negeri kalah berkompetisi, di dalam negeri terdesak oleh tenaga asing. Katanya rakyat disuruh kerja kerja kerja, kerja dimana? Sayup-sayup terdengar suara penguasa, "Bukan urusan saya."

Ah, jadi ingat kisah Nabi Muhammad SAW yang mengarahkan pengangguran untuk membeli kapak dan mencari kayu bakar di hutan. Dengan kayu itu dia memberi makan keluarganya. Juga kisah Umar bin Khaththab yang memberi benih pada seorang pengangguran yang berdoa di masjid, agar ia bercocoktanam. Tak lupa juga kisah Umar bin Abdul Aziz yang mengentaskan semua pengangguran hingga tak ada fakir muskin mustahiq zakat. Teringat juga visi jihad Muhammad al Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel, hingga melibatkan mayoritas rakyatnya dalam industri militer, selain tentara yang berangkat perang.

Semua kisah itu menggambarkan betapa sayangnya penguasa dan sistem Islam pada rakyatnya. Tak ada satu nyawa pun yang dibiarkan kelaparan atau tak punya pekerjaan. Semua dipenuhi hajatnya. Saat itulah menuntut ilmu tak sekadar untuk membanggakan nama kampus atau besaran penghasilan, tapi besarnya kemanfaatan bagi umat. Itulah hakikat kesuksesan. (*)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Senin, 21 Jun 2021 17:45

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Senin, 21 Jun 2021 15:35

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Senin, 21 Jun 2021 15:16

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Senin, 21 Jun 2021 12:00

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Senin, 21 Jun 2021 10:44

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53


MUI

Must Read!
X